alexametrics
Sabtu, 25 Juni 2022
Sabtu, 25 Juni 2022

Cerita Guru Honorer di Mataram yang Sukses Raup Rupiah sebagai Novelis (2)

Meski baru menjadi penulis novel, namun Salmiah sudah memiliki pembaca setia. Setiap novelnya rilis, pembacanya selalu banyak.

————–

SEJAK Juli 2021 lalu, sudah ada enam novel dihasilkan Salmiah. Tak disangka, novel yang ada bumbu perebut laki orang (pelakor), paling banyak pembacanya.

Seperti novel dengan judul Cinta Dalam Diam mendapat tempat di hati para pembaca. Kisah lainnya, seorang laki-laki yang setia kepada istrinya meski banyak perempuan di masa lalunya juga cukup banyak dibaca. Bahkan ada 23 orang teman-teman guru di sekolahnya yang memesan novel versi cetaknya.

“Untuk novel Cinta Dalam Diam versi cetaknya dibandrol Rp 90 ribu,” kata perempuan yang memiliki nama pena Umi Salmiah ini.

Waktu pengerjaan untuk satu novel tidak menentu. Tergantung cerita yang dibuat. Kesibukan Salmiah sebagai guru, istri sekaligus ibu dari dua balita juga cukup menyedot konsentrasinya sehingga berdampak pada lamanya penyelesaiaan novel.

Ide menulis novel mengalir begitu saja. Belajar menulis dilakukan otodidak tanpa ikut kursus atau pelatihan. “Awalnya niat saya hanya untuk menulis saja,” ucap perempuan asal Pringgasela, Lombok Timur ini.

Baca Juga :  Makan Limbah, Ikan Jadi Berkelamin Ganda

Namun lama-kelamaan kepikiran untuk mencari uang dari karya yang diterbitkannya ini. Namun hal itu tidak mudah. Novel yang akan diterbitkan di online atau cetak seleksinya cukup ketat. Dia harus bersaing dengan 500 penulis ternama.

“Kalau penulis yang karyanya bagus  banyak dibuka gemboknya sama pembaca. Kayak teman saya itu bisa  menghasilkan sampai Rp 25 juta per bulan,” cetus perempuan yang mengajar di SMAN 8 Mataram ini.

Karya novel yang dibuat Salmiah tidak lepas dari dukungan suami. Menjadi guru Matematika sekaligus seorang penulis novel memang terlihat tidak sejalur. Karena itu, dia kerap meminta masukan suaminya yang notabane merupakan guru di bidang seni dan budaya untuk pemilihan diksi atau alur cerita.

“Kita sebagai penulis novel fiksi harus masuk ke dunia halu tapi tetap juga harus riset terlebih dahulu,” ucap perempuan yang baru lulus P3K (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) ini.

Baca Juga :  Kisah H Mahmud, Warga Mataram Pencipta Aplikasi Docar Jaman Now (2)

Dia melihat para pembaca sekarang cenderung lebih suka dengan novel yang romantis. Apalagi jika ada munculnya orang ketiga atau saat ini lebih dikenal dengan pelakor (perebut laki orang) maka akan cepat viral. Namun novelnya dengan judul Jodoh Tak Terduga dan Cinta Dalam Diam seolah melawan tren cerita saat ini. Keduanya mengisahkan tentang kesetiaan seseorang terhadap pasangannya.

“Alhamdulillah saya bisa membuktikan jika pembaca di Tanah Air tidak melulu terhipnotis dengan cerita yang ada tokoh pelakornya, tapi soal kesetiaan juga masih banyak diminati,” ujarnya.

Menulis novel dilakukan Salmiah mengalir begitu saja. Apalagi jika ada peran yang meninggal, Salmiah bisa meneteskan air mata karena terbawa dari alur cerita yang ditulis.

“Kita juga baper (bawa perasaan). Kadang sampai nangis-nangisan,” pungkas perempuan kelahiran 1989 ini.(selesai/alirojai/r3)

 

 

 

 

 

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/