alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Tradisi Malean Sampi, Cara Warga Selat Narmada Melestarikan Budaya

Wujud Rasa Syukur Panen Melimpah, Disenangi Wisatawan Eropa

Desa Selat, Narmada memiliki even budaya yang unik. Namanya Malean Sampi. Bagaimana keseruannya?

HAMDANI WATHONI, Giri Menang.

Sejak pagi Desa Selat Narmada lebih ramai, Minggu (15/3/20). Warga desa berduyun-duyun keluar rumah mengenakan pakaian adat. Ya, mereka bersiap menggelar salah satu even budaya yang terjaga bertahun-tahun. Turun temurun.

“Hari ini kami menggelar even malean sampi sebagai ajang silaturrahmi antar petani, peternak dan sebagai wujud syukur atas panen padi yang sudah dilakukan,” ujar Kepala Desa Selat Sabudi.

Malean sampi merupakan Bahasa Sasak yang artinya mengejar sapi. Even ini dilaksanakan dengan para petani dan peternak menggiring sapinya berlari di tengah sawah berlumpur.

Malean Sampi ini diikuti 47 pasang sapi sebagi peserta dari kecamatan Narmada dan Lingsar. Sehari sebelumnya dilakukan karnaval puluhan pasangan sapi yang turut serta pada even ini. Sapi digiring dari Kantor Desa Selat dan finis di arena lomba.  “Intinya ini sebagai wujud syukur atas hasil panen,” terang Sabudi.

Even ini sekaligus menjadi ajang hiburan masyarakat bahkan menjadi event promosi pariwisata. Karena sejumlah wisatawan asal Eropa juga telihat ikut menyaksikan event ini.

Bupati Lombok Barat (Lobar) H Fauzan Khalid mengaku kegiatan ini menjadi salah satu calender of event pariwisata di Lobar. Ia mengapresiasi inisiatif masyarakat Desa Selat yang menggelar kegiatan budaya ini secara mandiri.

Ia menilai ini sebagai sebuah inovasi desa yang harus tetap ditumbuhkembangkan bagi upaya memajukan pariwisata. “Mari tetap melestarikan kearifan lokal yang dimiliki masyarakat petani dan peternak,” ucap Fauzan.

Fauzan berharap kegiatan ini bisa terekspose seluas-luasnya melalui berbagai media yang ada. Dengan demikian event event tersebut bisa lebih dikenal dari domestik hingga mancanegara.

Bupati juga salut terhadap masyarakat Selat yang tetap mempertahankan tradisi Manoang yang menjadi rangkaian event malean sampi. Ini merupakan sebuah tradisi mengantarkan makanan ke sawah bagi keluarga yang bekerja di sawah.  Tradisi ini harus dilestarikan karena merupakan peninggalan orang tua terdahulu.

“Tradisi ini harus tetap dipertahankan,  mengingat di zaman modern saat ini tradisi ini sudah mulai menghilang, ” ungkap Fauzan. (*/r8)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

HARUM Goda Pemilih Millenial Lewat Lomba Film Pendek dan E-Sport

Bakal Calon Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mencoba menggoda pemilih milenial. Caranya, dengan menggelar film pendek dan e-sport. "Orang yang menggeluti dunia film tidak banyak. Bagi sebagian orang ini ekslusif. Prosesnya panjang," kata Mohan Sabtu malam (19/9) lalu.

Cerita Shaina Babheer saat Memerankan Sosok Kikin dalam film MOHAN

Shaina Azizah Putri dipilih untuk memerankan sosok Kikin Roliskana dalam film pendek berjudul "Mohan". Ini menjadi tantangan baru bagi dara yang sudah membintangi beberapa sinetron dan FTV nasional ini.

“Menara Eiffel”di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ramai Pengunjung

Pengelola wisata Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya tak ingin puas dengan keberhasilannya menyedot wisatawan. Realisasi target PADes Rp 30 juta per bulan harus dapat bertambah.

Bale Mediasi Lotim Damaikan Delapan Perselisihan

SELONG-Permohonan mediasi terus berdatangan ke Bale Mediasi Lotim. “Sudah ada 36 permohonan yang masuk,” kata Koordinator Administrasi Bale Mediasi Lotim Lalu Dhodik Martha Sumarna pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Korem 162/WB Gelar Bakti Sosial di KEK Mandalika

Sejumlah kegiatan bakti sosial di gelar Korem 162/WB dalam rangka menyambut HUT TNI ke-75 di Loteng. “Terima kasih TNI karena menggelar salah satu rangkaian HUT-nya, di daerah kami tercinta,” ujar Asisten II Setda Loteng H Nasrun, kemarin (18/9).

Dugaan Korupsi Pembangunan RS Pratama Dompu Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pembangunan Rumah Sakit (RS) Pratama Manggelewa, Dompu, tahun 2017 sebentar lagi rampung. ”Kira-kira dua minggu lagi kita naikkan ke penyidikan,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana Putra, kemarin (18/9).

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hasil Uji Diragukan, Dua Merek Alat Rapid Test asal China Dipakai di NTB

MATARAM-Dua dari tiga merek alat rapid test yang diragukan akurasinya dipakai di NTB. Yakni VivaDiag dan Wondfo. ”Itu kami dapat bantuan dari pusat, silahkan...
Enable Notifications    Ok No thanks