alexametrics
Rabu, 23 September 2020
Rabu, 23 September 2020

Wisata Replika Ka’bah di Janapria, Paket Lengkap Rp 100 Ribu, Sewa Ihram Rp 10 Ribu

Sesaat setelah diresmikan, wisata edukasi religi-kebangsaan di Desa Jango, Kecamatan Janapria ini sontak jadi pembicaraan. “Ayo kita umrah ke Jango. Sekarang sudah ada Ka’bah di sana,” kata warga dengan penuh canda.   

Fatih Kudus Jaelani, Lombok Tengah

 

Replika Ka’bah di tengah sawah itu menjulang tinggi. Lebarnya 8×8 meter persegi. Panjangnya sebelas meter jika dihitung dari pondasi. Ka’bah-ka’bahan ini berdiri di atas tanah dengan luas sekitar enam puluh meter persegi. Semua persis sama dengan aslinya. Rukun Hajar Aswad, Yamani, Syrian, dan Iraqi bisa dilihat dan dinikmati. Hanya selimutnya yang tak ada.

Begitu memasuki area wisata edukasi religi itu, pengunjung akan disambut plang berisi aturan mengunjungi Ka’bah. Membacanya membuat hati tergelitik. ‘Peraturan berkunjung di Ka’bah,’ bunyi judul papan pengumuman itu.

Tak jauh dari pintu masuk, terdapat tempat melempar jumrah.  Di area itu, terdapat tugu yang bertuliskan Ula, Wustha, dan Aqabah. Tak lupa pengelola menyertakan papan nama bukit tersebut. ‘Mina’. Menariknya, area itu dipenuhi batu-batu kerikil. Seolah baru saja ada jamaah yang baru selesai melempar jumrah.

Di area sekitar miniatur Ka’bah, terdapat Hijr Ismail dan makam Nabi Ibrahim. Kedua tempat bersejarah itu tak ketinggalan membuat pengunjung benar-benar merasakan sensasi berada di tanah suci.

Tentu terik panas matahari Makkah di Arab Saudi akan membuatnya berbeda. Juga pemandangan di sekelilingnya. Tapi dengan pakaian ihram, jika pengunjung berswafoto, sensasi di kamera dapat. “Sayangnya tempat ini sepi,” kata Subandi, salah seorang pengunjung yang penulis Koran ini temui di sana.

Meskipun demikian, empat orang pengunjung Ka’bah di Jango siang itu terlihat berlari-lari kecil dari titik Shafa ke Marwa. Tempat itu terletak di bagian depan Ka’bah. “Tapi ini ada berugaknya,” kata Subandi mencandai Ka’bah-ka’bahan itu.

Subandi mengatakan, sudah lama ia ingin berkunjung ke tempat tersebut. Menurutnya, replika Ka’bah di Jango itu sudah menjadi bahan pembicaraan masyarakat sekitar. Khususnya yang berada tak jauh dari Janapria. Tak ingin sekedar mendengar desas-desus, ia pun datang untuk melihat langsung replika Ka’bah itu.

Katanya, setiap membicarakan replika Ka’bah Jango, keluarganya selalu mengajak dengan candaan. “Kita biasanya saling ajak umrah. Umrah kini murah,” kata Subandi mengulang candaaannya dengan keluarga.

Sekitar seratus meter dari area Ka’bah, menjulang tinggi tugu yang disebut sebagai bukit Jabal Rahmah. Tempat bertemunya Adam dan Siti Hawa itu di Wisata edukasi Jango bersatu dengan area kantor pengelola wisata tersebut.

“Kalau pagi dan sore ramai, siang begini sepi. Soalnya panas,” kata Hadis, salah seorang pengelola wisata Jabal Rahmah Desa Jango yang Koran ini temui.

Replika Ka’bah di Jango ini menurut Hadis meniru wisata religi replika Ka’bah yang ada di Semarang. Jabal Rahmah di Jango sendiri mulai di bangun akhir 2018. Resmi dibuka pada November 2019. “Sejak dibuka, banyak sekali yang datang. Terutama sekolah-sekolah yang memberikan edukasi pada peserta didiknya,” terangnya.

Tak hanya pelajar, calon jamaah haji dan umrah yang dalam program manasik juga sudah beberapa berkunjung ke tempat itu. Hampir dari semua daerah pernah berkunjung. Bahkan dari Malaysia.

Hadis menuturkan, ada salah seorang calon jamaah umrah yang datang ke tempat tersebut untuk mengobati kerinduannya ke tanah suci.  Orang tersebut katanya akan berangkat umrah dan sudah mengadakan syukuran  di rumahnya. “Nah, karena mendadak ditunda karena virus Korona itu, dia ke sini,” tutur Hadis.

Karyawan wisata religi Jabal Rahmah Jango Asmaul Husna menerangkan, ada beberapa paket yang bisa dinikmati pengunjung. Salah satunya paket manasik haji. Paket tersebut secara umum terbagi dua, anak-anak dan dewasa. Kalau anak-anak Rp 67 ribu per peserta. Sedangkan dewasa Rp 100 ribu per peserta. “Sekarang sedang ada diskon. Dewasa bisa Rp 78 ribu,” tawarnya.

Fasilitas yang didapatkan lengkap. Mulai dari makan dan minum, manasik haji, permainan, lengkap dengan pemateri. Selain paket manasik haji, ada juga paket lainnya. Seperti paket napak tilas kebangsaan, pelatihan keramik, batik, berkemah, dan lain-lain.

Tapi jangan khawatir. Berkunjung ke sana tanpa paket pun bisa. Tak memakai pakaian ihram dan manasik haji juga tak ada yang melarang. Namun untuk menambah kesan religius saat berswafoto, pengelola menawarkan jasa sewa pakaian ihram. Rp 10 ribu per kain.

Sempat Ditolak Warga 

Kendati dihajatkan sebagai wisata edukasi religi, keberadaan replika Ka’bah di tengah desa itu tak lepas dari pandangan negatif warga. Ibu Vivit, salah seorang pedagang di area wisata itu menuturkan berbagai macam protes warga tentang adanya replika Ka’bah itu. “Kemarin waktu hujan tak kunjung turun, Ka’bah ini dikira sebagai penyebabnya,” tuturnya.

Ada desas-desus mengenai warga sekitar yang ingin beraksi membongkar replika tersebut. Kata Hadis, padahal tempat tersebut diniatkan sebagai tempat berwisata sekaligus belajar. Buktinya, tak sedikit calon jamaah umrah dan haji yang datang berkunjung ke sana. Tentu hal itu penting. “Tergantung niatan kita,” jelasnya.

Kecuali, jika sepulang dari sana pengunjung menambah gelar haji di depan namanya. “Itu baru sesat,” tambahnya. (*/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Gali Terowongan, Napi Narkoba asal China Kabur dari Lapas Tangerang

KAPOLRES Metro Tangerang Kota Kombes Pol Sugeng Hariyanto mengungkapkan, pihaknya menemukan beberapa barang bukti berupa linggis, pahat, obeng dan lainnya yang digunakan terpidana mati kasus narkoba asal Tiongkok tersebut. Pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap empat orang pegawai dan satu orang sipil.

Desa Mantang Masuk Nominasi Juara Lomba Kampung Sehat

Desa Mantang menjadi salah satu desa yang masuk nominasi juara pada Lomba Kampung Sehat di Lombok Tengah. Total ada 10 desa terbaik dari 139 desa dan kelurahan yang mengikuti lomba dari Gumi Tatas Tuhu Trasna.

Jasa Raharja NTB turut Berpartisipasi Meriahkan Hut Lantas Ke-65

Sebagai bentuk koordinasi dan memperkokoh sinergi Kepala Cabang Jasa Raharja (JR) NTB bersama jajaran, Selasa (22/9) turut serta memeriahkan puncak HUT Lalu Lintas Bhayangkara Ke-65.

Sejak Pandemi, Omzet Pedagang Pasar Tradisional Turun 40 persen

”Penurunan omzet juga diikuti penurunan kapasitas pedagang di pasar sebesar 40 persen,” katanya saat ditemui di ruang kerja, Senin (21/9/2020).

Manfaatkan Simulasi KBM Tatap Muka untuk Pembiasaan Pola Hidup Sehat

”Kita lihat mana yang belum pakai masker sekaligus kita kampanye 3M itu, bersama guru-guru yang lain,” jelas Winarna.

Menag Positif Korona, UIN Mataram Langsung Instruksikan Pegawai WFH

”Pegawai UIN Mataram semaksimal mungkin, agar bekerja dari rumah menyelesaikan tugas masing-masing,” tegas dia.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks