alexametrics
Selasa, 29 September 2020
Selasa, 29 September 2020

Kisah Perajin Jamu Lombok di Tengah Mewabahnya Virus Korona

Permintaan Meningkat Untuk Tangkal Korona

Eksistensi jamu meroket. Seiring dengan merebaknya virus Korona. Jamu dipercaya bisa memperkuat daya tahan tubuh. Memperkuat imunitas. Menjadi benteng dari serangan virus yang pertama kali muncul di Wuhan, China.

WAHIDI AKBAR SIRINAWA, Mataram

********************************

Tangan Baiq Sumiati lincah mencampur bubuk berwarna-warni di dalam sebuah mangkok. Hasil racikan itu kemudian dimasukkan ke dalam kapsul-kapsul kecil. Siap dikirimkan ke luar daerah.

Kapsul tersebut merupakan jamu yang dikemas. Ekstrak jamu. Bubuknya berasal dari tanaman herbal. Cengkeh. Kayu manis. Jahe. Kunyit. Serai. Hingga daun pandan. ”Mau dikirim ke Jakarta,” kata Sumiati.

Setelah meledak virus Korona Desember 2019, yang di Indonesia sudah menjangkiti sekitar 172 orang hingga kemarin sore, permintaan jamu dari racikan Sumiati terus meningkat. Hampir setiap hari ada saja masyarakat yang meminta ekstrak jamu yang dibuatnya.

Jika dulu, Sumiati lebih banyak membuat ekstrak jamu untuk penyakit tertentu. Seperti kanker hingga mioma (daging tumbuh non kanker dalam rahim) kini permintaan untuk jamunya dominan untuk stamina dan memperkuat imun.

Pemicunya tak lain akibat serangan penyakit Korona. Yang mewabah dalam beberapa pekan terakhir. Virus yang menyerang manusia ketika daya tahan tubuhnya melemah. ”Jamunya dibuat sendiri. Bahan-bahannya juga ditanam sendiri. Bahannya dijemur, dipotong, terus digiling sampai jadi bubuk begini,” jelas wanita berhijab ini.

Di Indonesia, khasiat jamu tak pernah diragukan. Dipercaya bisa menyembuhkan beragam penyakit. Menjadi alternatif pengobatan untuk setiap sakit yang diderita.

Beberapa bulan terakhir, pamor jamu kembali meroket. Apalagi setelah Presiden Joko Widodo ikut meminum jamu. Yang biasanya mengonsumsi satu kali sehari, sekarang menjadi tiga kali sehari.

Sumiati menyebut jamu memang bisa memperkuat stamina dan imunitas. Tetapi harus dikonsumsi secara rutin. ”Kalau jamu ini, minumnya dua kali sehari. Tapi harus rutin. Jangan seminggu minum, terus berhenti, setelah itu minum lagi,” tuturnya.

Permintaan jamu tidak saja datang dari luar daerah. Tetangga di sekitar kediaman Sumiati juga mulai menaruh minat dengan mengonsumsi ramuan tradisional ini.

Keahlian Sumiati meracik jamu bukan datang tiba-tiba. Semuanya bermula dari sakit yang diderita suaminya. Ketika itu, sang suami menderita sakit liver. Sampai harus masuk RS selama 80 hari. Bahkan mengalami koma hingga empat hari.

Perawatan di RS yang lama, membuat keluarga Sumiati kehabisan ongkos. Hingga ia memperoleh informasi mengenai pengobatan melalui minuman herbal. Jamu. ”Ketika kambuh minum jamu yang racikannya pakai pare gunung. Itu ada hasilnya, Alhamdulillah sembuh,” tutur Sumiati.

Sakit liver sembuh, muncul penyakit lainnya. Yakni penyumbatan pembuluh darah di otak. Kali ini Sumiati memutuskan untuk tidak langsung ke rumah sakit. Tapi mengonsumsi jamu yang pahit. Dari campuran jahe, sambiloto, hingga daun pepaya.

Pengalaman-pengalaman itu membuat Sumiati memutuskan untuk mencurahkan perhatiannya pada ramuan tradisional. Meracik tanaman obat menjadi minuman herbal. Yang berkhasiat untuk banyak orang.

”Jamu itu baik. Asal diminum secara rutin,” tandas Sumiati. (*)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Turunkan Angka Pernikahan Anak, Lobar Apresiasi Program Yes I Do

"Sudah pas Peran NGO melalui Program Yes I Do sangat bagus menekan tingkat pernikahan anak," kata Kepala DP2KBP3A Lobar Ramdan Hariyanto.

Tetap Tumbuh, Sektor Tambang Topang Ekonomi NTB di Masa Pandemi

Sektor pertambangan memang tak lepas dari fondasi ekonomi provinsi NTB. Di triwulan II 2020, sektor pertambangan dan penggalian yang tumbuh sebesar 47,78 persen mampu menahan laju penurunan ekonomi NTB. Pada triwulan II, ekonomi NTB kontraksi 1,4 persen, namun tanpa sektor pertambangan dan penggalian, kontraksi akan lebih dalam lagi hingga mencapai 7,97 persen.  

Taspen Lindungi JKK JKM Non ASN

PT Taspen kini memberikan jaminan dan perlindungan penuh terhadap pegawai non Aparatur Sipil Negara (ASN)

Nomor 4, Era BARU, Industri 4.0, Menang!

Aqi berkomitmen membuat lompatan besar membawa Kota Mataram lebih maju, nyaman, dan beradab. Ia yakin dengan dukungan semua pihak yang menginginkan ibu kota provinsi NTB bersinar terang. “Sebagai putra Mataram, saya ingin memberikan karya terbaik saya buat tanah kelahiran saya,” katanya dengan suara bertenaga.

UT Mataram Beri Beasiswa KIP-K dan CSR se-NTB

“Penerima beasiswa KIP-K mendapatkan bebas biaya kuliah, buku dan uang saku Rp 700 ribu per bulan yang dibayar di akhir semester,” terang Raden.

Dorong Industri Kreatif : HARUM Rancang Mataram Creative District

ebagai sebuah kota yang terus berkembang, Kota Mataram harus menangkap peluang ini sebagai salah satu penguat daya saing global di masa mendatang.  Bagaimana rencana pengembangan Industri Kreatif di Mataram di masa mendatang berikut petikan wawancara kami dengan H Mohan Roliskana calon wali kota Mataram.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks