alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Sylvia Maulida, Menginspirasi Remaja NTB Jadi Pemuda Pemudi Mandiri

Poin penting yang ditawarkan Sylvia dalam penilaian ‘inspirasi’ adalah hidup mandiri. Tak hanya bualan, sejak SMA, Sylvia sudah menghasilkan uang sendiri dari pekerjaannya sebagai freelancer model.

 

Fatih Kudus Jaelani, Lombok Timur

 

Sylvia mengerjakan video profilnya dalam sehari. Mulai dari jam 8 pagi sampai 6 sore. Lokasi pengambilan gambar bukan satu di satu. Tapi ia keliling. Hampir semua destinasi wisata di Lotim ia kunjungi.

 

Tak hanya menunjukkan budaya desa wisata, ia juga menampilkan potensi SDA dan SDM. Meski kesannya terburu-buru, tapi kerja keras dan sungguh-sungguh yang dilakukannya berbuah hasil. “Profilnya dapat pujian dari ofisial,” kata Sylvia memberikan senyuman malu.

 

Putri sulung pasangan Edy Rusmawan dan Mutaafifah ini sejak dua tahun lalu sudah menanyakan perihal Putri Remaja Indonesia NTB. Tapi saat itu, belum ada pendaftaran offline. Kata Sylvia, baru onlinenya saja. Baru di tahun ini, panitia mengadakan pemilihan dengan pendaftaran offline.

 

Lucunya, saat ofisial puteri remaja Indonesia mengucapkan selamat melalui pesan Instagram kepada Sylvia, panitia baru tahu kalau Sylvia sudah menanyakan perihal pendaftaran sejak 2018 lalu. “Sudah dua tahun lalu. Saya DM (direct message) Desember 2018, dijawab Desember 2020,” kata Sylvia sembari tertawa.

 

Semua yang ia dapatkan hari ini merupakan hasil dari proses yang selama ini ia jalani. Sylvia mengatakan, di keluarga, ia didik mandiri. Saat ingin mendapatkan sesuatu, ia harus bisa mendapatkannya dengan uang sendiri. “Berapapun ada, yang penting ada uang sendiri. Baru ditambah sama mama,” terangnya.

 

Hal itulah yang ia ingin berikan sebagai puteri remaja Indonesia NTB kepada para remaja di NTB. Menurutnya, hal positif yang bisa patut dijadikan inspirasi bagi seseorang adalah ketika ia bisa berdiri di kaki sendiri. Tentu dengan menunjukkan kemampuan, ketekunan, dan juga prestasi

 

Pemikiran itulah yang membuatnya menjadi pelajar yang memiliki waktu lebih untuk berkreativitas. Hal itu dengan menekuni dunia modeling.

 

Namun saat ditanya mengenai kuliahnya, ia mengatakan berencana akan mengambil jurusan pertanian di Unram. “Jauh ya, itu dia,” kata Sylvia dibarengi senyuman manisnya. (r5/*)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hari Pertama Razia Masker di NTB, Pemda Kumpulkan Denda Rp 9,1 Juta

Sebanyak 170 orang tidak menggunakan masker terjaring razia di hari pertama penerapan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan di seluruh NTB, kemarin (14/9). Dari para pelanggar di semua titik operasi ini, Badan Pendapatan Daerah NTB pun mengumpulkan uang sebesar Rp 9,1 juta.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks