alexametrics
Kamis, 24 September 2020
Kamis, 24 September 2020

Praka Anumerta Sirwandi, Pahlawan Negara dari NTB yang Gugur di Papua

Terakhir kali menghubungi orang tuanya, mendiang Praka Sirwandi M Zahidillah mengabarkan beberapa hal penting. Salah satunya tentang kerinduan mendalam pada keluarga dan kampung halaman. Rencana cuti telah disusun rinci. Namun, takdir memilih jalannya sendiri.

FATIH KUDUS JAELANI, Lombok Timur

===============================

SENIN siang kemarin (19/8), tepatnya pukul 11.48 Wita, jenazah Prajurit Kepala Anumerta Sirwandi M Zahidillah tiba di kampung halamannya, Dusun Selawing, Desa Sakra Selatan, Kecamatan Sakra, Lotim. Jasad prajurit TNI Batalyon Infanteri (Yonif) RK 751/VJS itu dibawa ambulans milik Dinas Kesehatan Lotim.

Jasadnya terbujur dalam peti yang diselimuti bendera merah putih. Delapan prajurit TNI mengusung peti tersebut dengan teratur. Puluhan karangan bunga menyertai kedatangan personel TNI yang gugur akibat ditembus timah panas milik Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua tersebut. Tokoh agama dan masyarakat berkumpul di rumah duka.

Ratusan warga meriung di lokasi. Mereka datang menyaksikan pahlawan negara yang berasal dari dusun tersebut. Ayahanda almarhum, Baharuddin, dan ibunya, Ramlah, duduk berdampingan. Mata mereka sembab. Jangan tanya air mata yang telah tumpah. Sudah semenjak kabar duka itu tiba, Sabtu malam, tepat di hari ulang tahun kemerdekaan RI ke-74.

Bagi Baharuddin, musibah yang menimpanya terjadi sangat cepat. Belum lama ia mendengar suara anak sulungnya itu dari telepon.

“Dia mengabarkan kalau akan mengambil cuti setelah tugasnya selesai,” kata Baharuddin kepada Lombok Post, beberapa jam sebelum jenazah puteranya tiba.

Suara terakhir dari putera pertamanya itu terdengar di hari Rabu, 14 Agustus lalu. Saat itu, ia mengabarkan kalau kondisinya dalam keadaan baik. Kata Bahar, almarhum juga sempat menyampaikan kerinduannya pada masakan sang ibu.

“Memang dia pintar mengambil hati ibunya. Katanya, kangen masakan ibu yang enak. Sambil dia ngasi tahu lauk pauk yang dipakainya sarapan,” kenang Bahar.

Di mata orang tuanya, Sirwandi merupakan sosok yang pendiam. Tidak banyak yang ia ceritakan mengenai keseharian di medan tugas. Namun, bukan berarti ia tak rajin berkabar. Kata Bahar, dalam sehari, ia bisa menelepon dua sampai tiga kali.

“Kecuali kalau sedang di atas bukit yang tidak ada sinyalnya. Kalau selama ada sinyal, dia pasti nelepon,” terang Bahar.

Hari Kamis, 15 Agustus 2019, almarhum tidak menghubungi ayahnya karena sedang berada di daerah tugas yang tak terjangkau sinyal. Jumat, 16 Agustus juga demikian. Jika takdir berkata lain, bisa jadi Sabtu pagi, 17 Agustus lalu, Almarhum dipastikan akan menghubungi Bahar.

Namun, pada Jumat Sore, 16 Agustus lalu, Bahar mendapat pesan jika dua prajurit TNI terkena peluru setelah baku tembak dengan KKB. Satu di antara dua prajurit itu adalah putera sulungnya sendiri. Kabar selanjutnya yang ia terima  adalah, puteranya sedang dalam perawatan medis.

Kata Bahar, mendengar kabar tersebut, ia langsung bergegas ke pasar untuk membeli lauk pauk. Pagi Sabtu, ia mengundang warga untuk zikiran. Meminta keselamatan puteranya pada yang Maha Kuasa. Namun takdir berkata lain. Sabtu malam, ia mendapat kabar jika puteranya telah tiada.

Hatinya runtuh. Ia tak berani mengabarkan istrinya Ramlah. Takut kalau-kalau terjadi hal yang tidak diinginkan padanya. Saat mendapat kabar tersebut pada pagi Ahad, Ramlah langsung tak sadarkan diri. Ia mengamuk. Menangis sejadi-jadinya. Lemas. Tak kuasa menahan duka mendalam yang tiba-tiba menusuk lubuk hatinya.

Di tengah menceritakan peristiwa tersebut, mata Bahar tak berhenti meneteskan air mata. Tisu di tangannya sudah basah.

“Dia sangat patuh pada orang tua. Dia selama ini membantu adik-adiknya untuk sekolah,” tuturnya.

“Kemarin terakhir dia kirim uang untuk membelikan ketiga adiknya peralatan sekolah,” kenangnya sembari mengusap air mata.

Menurut Bahar, puteranya ingin mengambil cuti untuk melangsungkan pernikahan atau tidak tunangan. “Dia tidak bilang begitu. Tapi saya tahu, dia sepertinya mau tunangan. Dia memang agak pendiam,” jelasnya.

Bahar kemudian menunjuk kekasih almarhum puteranya yang juga lemas lunglai dengan wajah memerah dihantam aliran deras air mata.

Sang ibu, mengatakan, sempat bermimpi menanam dua biji tembakau. Namun yang satu tumbuh, yang satunya lagi mati. Tak ada angin, tak ada badai, tak ada banjir, tak ada apapun. Tetap saja, tembakau yang satu itu tak mau berdiri.

“Saya mimpi satu hari sebelum dia meninggal,” katanya. Suaminya bilang itu bunga tidur saja. Tidak ada firasat buruk sedikitpun. Ramlah lemas. Tak mau banyak berbicara lagi.

Keluarga Baharuddin merupakan keluarga sederhana. Sirwandi mengikuti pendidikan TNI pada 2015 lalu. Terakhir mengikuti pendidikan pasukan khusus raider tahun 2017.

“Sejak saat itu dia hanya pulang sekali. Itu hanya tiga hari dua malam. Tahun 2018 lalu,” kenang Bahar.

Ia menceritakan sosok Sirwandi yang pandai. Sejak duduk di bangkus sekolah dasar, banyak juara lomba yang diraih. Seperti pidato, cerdas cermat, dan lomba-lomba siswa lainnya. Namun keinginan menjadi TNI sendiri sebenarnya tak pernah ia sangka-sangka.

“Awalnya dia ikut pamannya liat-liat di internet. Tiba-tiba dia mengatakan ingin masuk dan alhamdulillah lulus,” jelas Bahar.

Kematian Praka Anumerta Sirwandi M Zahidillah meninggalkan kepedihan yang mendalam di hati keluarga. Wabilkhusus kedua orang tuanya. Rasa itu tak bisa lagi diungkapkan dengan kata-kata.

Kini, hanyalah sisa-sisa kenangan berharga yang akan selalu diceritakan oleh keluarga, ketiga adik-adiknya. Semoga Allah memberikan tempat paling lapang di alam kubur untuk Sirwandi. Amin.  (*/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Hasil Survei Indikator, Elektabilitas HARUM Paling Tinggi

“Pak Mohan Roliskana hingga sejauh ini paling potensial menang dalam pemilihan mendatang,” ujar  Wakil Ketua DPP Golkar Ahmad Doli Kurnia dalam pemaparan yang dilakukan secara online dari DPP Golkar Jakarta, (18/9) lalu.

Polisi Pantau Kampanye Hitam di Pilwali Mataram

Pelaksanaan Pilkada di Kota Mataram mendapat atensi penuh pihak TNI-Polri. Polresta Mataram dan Kodim 1606 Lobar telah melakukan pemetaan potensi konflik dan mencegah secara dini beberapa konflik yang biasa terjadi pada masa Pilkada.

Trailer Film MOHAN Bikin Baper

Kreativitas sineas Kota Mataram terasa bergairah. Ditandai dengan garapan film bergenre drama romantic berjudul ‘Mohan’ yang disutradai Trish Pradana. Film yang direncanakan berdurasi sekitar 35 menit ini mengisahkan perjalanan asmara Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskan dengan istrinya Hj Kinastri Roliskana. Film Mohan dijadwalkan mulai tayang Bulan Oktober mendatang.

Pasangan Calon Harus Memberi Perhatian pada DPT

PESERTA pemilihan yaitu Pasangan Calon harus menunjukkan perhatian lebih pada seluruh tahapan yang ada, bukan hanya pada saat pendaftaran calon atau pada pemungutan suara saja. Salah satu tahapan yang sangat menentukan ialah tahapan Penyusunan dan Pemutakhiran Daftar Pemilih atau cukup disebut dengan penyusunan DPT.

Pendataan Bantuan Kuota Internet untuk Siswa Guru dan Mahasiswa Kacau

Hari pertama penyaluran bantuan subsidi kuota internet untuk siswa, guru, mahasiswa, dan dosen langsung berpolemik. Proses pendataan dan verifikasi nomor ponsel dinilai kacau.

Calon Kepala Daerah Wajib Jadi Influencer Protokol Kesehatan

DPR, pemerintah dan KPU telah memutuskan akan tetap melaksanakan pilkada serentak pada 9 Desember. Para calon kepala daerah (Cakada)  diminta menjadi influencer protokol kesehatan  agar pilkada tidak memunculkan klaster baru Covid-19.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Cerita Shaina Babheer saat Memerankan Sosok Kikin dalam film MOHAN

Shaina Azizah Putri dipilih untuk memerankan sosok Kikin Roliskana dalam film pendek berjudul "Mohan". Ini menjadi tantangan baru bagi dara yang sudah membintangi beberapa sinetron dan FTV nasional ini.
Enable Notifications    Ok No thanks