alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

Tawar-menawar di Pasar Jontlak, “Surga” Durian di Lombok Barat

Berduri tapi disukai. Buah durian menjadi berkah tersendiri bagi para pedagang yang ada di Pasar Jontlak, Dusun Karang Temu, Desa Batu Mekar.

 

HAMDANI WATHONI, Giri Menang

 

Udara sejuk berhembus di Desa Batu Mekar, siang kemarin (19/2). Gemericik air sungai terdengar menenangkan. Warga mulai ramai keluar mengangkut durian menggunakan sepeda motornya. Menggunakan keranjang, durian ini langsung ditawarkan kepada sejumlah pembeli yang datang.

“Duriannya mas,” tawar Anti, salah seorang pedagang.

Suasana pagi kemarin sedikit lengang. Pengunjung yang datang bisa leluasa memilih dan menawar durian yang sesuai selera. Menjelang sore, jangan harap pasar ini sepi. Pasti ramai.

“Kalau sore yang datang beli ke sini tidak hanya dari Lobar saja. Ada yang dari Mataram, Lombok Tengah, bahkan Lombok Timur,” timpal Supniatin pedagang lainnya.

Pasar Jontlak memang terkenal sebagai pusat durian. Di sini, durian kualitas nomor satu dijual dengan harga murah meriah. Per keranjang yang berisi lima sampai enam durian ukuran sedang, hanya dibanderol Rp 150 ribu saja. Makan bersama keluarga atau teman sepuasnya, bayarnya jauh lebih murah dibandingkan tempat lain.

“Kalau makan di tempat, misal duriannya nggak enak atau nggak manis, bisa dikembalikan. Kami ganti,” ungkap Supniatin kepada Lombok Post.

Inilah yang membuat para pengunjung sangat senang makan durian di pasar ini. Selain pilihannya banyak, rasanya juga enak. Ada durian mentega, durian kuning, dan pilihan rasa durian lainnya.

Supniatin menuturkan, durian saat ini cukup banyak. Petani kemungkinan masih akan terus panen hingga Maret mendatang. Lebih lama dibandingkan dengan musim durian tahun lalu. “Kami mulai jualannya sejak Desember lalu,” terang ibu tiga anak ini.

Ketika memasuki puncak musim durian awal tahun lalu, sehari jutaan rupiah dikantongi para pedagang. Sebulan, omzetnya bisa mencapai ratusan juta. “Karena sehari kalau lagi ramai bisa tembus Rp 5 juta,” kata dia.

Paling sepi ketika memasuki akhir bulan. Para pedagang bisa berjualan Rp 1 juta. Mereka menduga masyarakat yang biasa datang belum gajian. “Kalau sudah awal bulan, hari Sabtu-Minggu itu pasti ramai,” bebernya.

Para pedagang semakin bersyukur karena Pasar Jontlak dari tahun ke tahun semakin dikenal. Meski tempatnya sederhana, banyak wisatawan dari luar Lombok juga sengaja datang ke tempat ini. Hanya sekadar menikmati durian yang berasal dari Desa Batu Mekar maupun Desa Karang Bayan yang bertetangga.

“Makanya kami lebih senang jualan di sini. Per musimnya biaya sewa tempatnya hanya Rp 700 ribu. Alhamdulillah lumayan dapat untungnya. Jadi bisa nabung,” tandas Supniatin. (*/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Sah! Gaji dan Tunjangan PPPK Sama dengan PNS

Penantian panjang honorer K2 yang lulus seleksi tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2019 lalu akhirnya usai sudah. Payung hukum terkait gaji dan tunjangan PPPK telah diterbitkan.

Antisipasi Penyebaran Covid Klaster Kampus!

KONDISI masyarakat pada era tatanan kehidupan baru (new normal) saat ini seolah-olah menggambarkan situasi masyarakat telah beradaptasi dengan tenangnya, kembalinya kehidupan normal saat ini kesadaran kita sebagai masyarakat dalam menghadapi pandemi covid-19 sedikit demi sedikit sudah mulai abai dalam menerapkan pola hidup sehat dalam upaya pencegahan dan memutus rantai penularan virus corona.

Penurunan Kasus Korona di NTB Ternyata Semu

Perubahan warna zona Covid-19 di NTB tidak menentu. Kabupaten Dompu yang sebelumnya digadang-gadang sebagai daerah percontohan kini malah masuk zona merah kasus penularan Covid-19.

Pemerintah Harus Turunkan Harga Tes Swab

TARIF uji usap atau tes swab dinilai masih terlalu mahal. Ketua DPR RI Puan Maharani pun meminta pemerintah mengendalikan tarif tes sebagai salah satu langkah pengendalian dan penanganan penyebaran Covid-19. Jumlah masyarakat yang melakukan tes mandiri akan meningkat ketika harganya lebih terjangkau.

Desa Sekotong Tengah Punya Taman Obat Keluarga

ADA budidaya tanaman obat di Desa Sekotong Tengah, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat. Tanaman obat ini dibudidayakan oleh masyarakat setempat melalui Kelompok Taman Obat Keluarga Suren.

Desa Pesanggrahan Lotim, Tangguh Berkat Kawasan Rumah Pangan Lestari

Desa Pesanggrahan terpilih menjadi Kampung Sehat terbaik di Kecamatan Montong Gading. Desa ini punya Tim Gerak Cepat Pemantau Covid-19 yang sigap. Ekonomi masyarakat juga tetap terjaga meski pandemi melanda.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks