alexametrics
Rabu, 30 September 2020
Rabu, 30 September 2020

Di Balik Blusukan Presiden Jokowi di Kantor Lombok Post

Lombok Post kedatangan tamu istimewa. Presiden Joko Widodo. Orang nomor satu di Indonesia itu datang bersama Ibu Negara Hj Iriana Joko Widodo. Bercengkrama dengan awak redaksi, Kepala Negara menggali sudut pandang media terhadap penanganan gempa di Lombok-Sumbawa.

SIRTUPILLAILI, Mataram

====================

RUANG redaksi Lombok Post siang kemarin mendadak riuh. Semua jurnalis yang sedang bekerja sontak berdiri melihat sosok pria berbaju putih, dengan senyum khas, masuk ke dalam newsroom. Anda pasti mengenalnya. Dia Presiden Joko Widodo.

Kunjungan Presiden ke Lombok Post benar-benar mendadak. Tak ada dalam jadwal resmi kunjungan Kepala Negara selama di Lombok. Maka, jadilah kunjungan mantan Gubernur DKI Jakarta itu menjadi kejutan yang sungguh tiada tara.

Di tengah begitu banyak hati yang berbunga-bunga, Presiden dengan ramah menyapa dan menyalami awak redaksi Lombok Post. Satu per satu. Presiden pun mengajak berbincang-bincang. Guyub. Gayeng. Hangat dan santai.

Oh ya. Kami harus bercerita. Newsroom kami saat ini memang masih menempati ruang yang tidak begitu luas di lantai pertama Gedung Graha Pena. Ruang newsroom yang jembar di lantai tiga, masih dalam proses renovasi. Selepas gempa bermagnitudo 7.0 Agustus 2018 lalu, kami harus bekerja di newsroom sementara terlebih dahulu.

Maka, jadilah Presiden harus rela impit-impitan dengan awak redaksi di ruangan newsroom yang tak luas tersebut. Toh tak masalah. Presiden pun rela kala kami todong untuk berswafoto. Berkali-kali bahkan. “Berani” kami atur-atur pula.

“Sebelah sini Pak Presiden. Sebelah sini Presiden,” begitu permintaan awak redaksi dalam swafoto tersebut. Presiden melayani. Dengan senyumnya yang khas itu.

Di ruang newsroom, Presiden Jokowi sesekali memerhatikan seisi ruangan. Direktur Lombok Post Alfian Yusni yang menyambut Presiden menjelaskan, ruangan itu sebelumnya hanya ruangan rapat.

”Tadinya, saat gempa, ruang redaksi bahkan sempat pakai tenda di luar,” tutur Alfian.

Begitulah cara Lombok Post tetap hadir di hadapan pembaca. Meski sempat mengalami sejumlah keterbatasan saat gempa masih mendera.

Sebagai media utama di NTB, Lombok Post tidak pernah berhenti menyuguhkan informasi bermanfaat bagi publik. Khususnya perkembangan penanganan korban gempa Lombok-Sumbawa. Berita-berita penanganan gempa tetap menjadi salah satu isu utama di harian Lombok Post.

Dari newsroom, oborolan pun berlanjut di lobi Gedung graha Pena. Kali ini lebih jembar. Tak perlu lagi impit-impitan. Presiden Jokowi berbincang santai dengan Direktur Lombok Post Alfian Yusni dan General Manajer Lombok Post Haliluddin. Perbincangan sambil berdiri santai. Saat itu, Presiden Jokowi meminta masukan terkait kondisi ekonomi masyarakat dan perbaikan rumah pascagempa.

Dalam kesempatan itu Alfian Yusni menyebutkan, bantuan dari pemerintah yang diberikan Presiden Jokowi sangat membantu masyarakat Bumi Gora. Kondisi warga sangat memprihatinkan dan mereka sudah pasrah dan bertawakkal dengan musibah yang menimpa.

Terkait pembangunan ekonomi, Alfian menambahkan, dunia usaha membutuhkan dukungan pemerintah, agar terus berkembang. Kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan pemerintah berpengaruh besar terhadap keberlangsungan perusahaan.

Alfian pun meminta Presiden memberikan keringanan pajak buat perusahaam media cetak di daerah. Presiden mengamini itu. Bahkan beberapa waktu lalu sudah mengikstrusikan Menteri Keuangan untuk menghitung ulang pajak media cetak.

Terkait penanganan korban gempa, Presiden Jokowi menjelaskan, pemerintah pusat dan daerah bersama lembaga-lembaga sosial sudah hadir di tengah masyarakat. Hanya saja, bantuan perbaikan rumah sempat terkendala aturan.

Artinya pemerintah daerah tidak segera mencairkan bantuan karena persoalan regulasi. Untungnya saat ini, bantuan perumahan sudah banyak yang tersalur. Buktinya banyak rumah telah berdiri.

“Memang belum semua rumah masyarakat korban gempa sudah dibangun. Sebagian masih proses,” jelasnya.

Hasil pantauan lapangan menurut Jokowi, bantuan perumahan untuk korban gempa sudah banyak kemajuan. Hal itu akan terus dipercepat agar masyarakat korban gempa segera tertangani.

Terkait kondisi ekonomi, masyarakat terdampak gempa memang kondisinya masih memprihatinkan. Namun perlahan denyut kehidupan ekonomi mereka mulai banagkit.

”Masyarakat sudah beraktivitas seperti biasa,” katanya.

Jokowi juga mengatakan, dirinya memantau perkembangan melalui media. Sehingga ia tetap berharap masukan dari media untuk mengevaluasi kebijakan pembangunan yang dilakukan pemerintah. Termasuk dalam hal rehabiltiasi dan rekonstruksi pascagempa di Lombok dan Sumbawa. (*/r8)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

World Tourism Day, Pembangunan Harmoni Manusia dan Alam

PERUBAHAN arah pembangunan menuju pembangunan berkelanjutan saat ini menjadi tema utama dan agenda universal, termasuk dalam pembangunan disektor kepariwisataan. Pembangunan berkelanjutan yang dimaksud yakni menyeimbangkan dan mengintegrasikan antara pertumbuhan ekonomi, sosial dan lingkungan untuk kelangsungan hidup manusia dan bumi (Resolusi Majlis Umum PBB, 2015).

PLN Diskon 75 Persen Tambah Daya Hingga 3 Oktober

PLN NTB terus mendukung upaya pemulihan ekonomi di masa pandemi. Khususnya bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah dan juga Industri Kecil Menengah. Salah satunya dengan memberikan keringanan Biaya Penyambungan Tambah Daya untuk memberdayakan dan menumbuhkan kegiatan perekonomian UMKM/IKM.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Masih Banyak Masyarakat Yakin Tak Tertular Korona

KESADARAN dan pemahaman masyarakat pada bahaya Covid-19 masih rendah. Hal itu tercermin dari survei Perilaku Masyarakat di Masa Pandemi yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS).

Omnibus Law Disahkan, Buruh Ancam Mogok Nasional

Pembahasan RUU Cipta Kerja atau Omnibus Law di DPR yang sudah rampung menimbulkan tanda tanya besar di kalangan pekerja. Sebab, pekerja akan paling terdampak dengan pasal-pasalnya. Salah satunya soal pemberian pesangon.

Optimisme Najmul – Suardi di Tengah Pandemi

Bencana gempa bumi 2018 dan pandemi Covid-19 membawa ujian berat bagi pariwisata di Kabupaten Lombok Utara (KLU). Tetapi semangat tidak boleh padam, masa-masa pandemi harus dilalui dengan penuh keteguhan dan ikhtiar yang kokoh.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks