alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Mengenal Afa, Madu Hutan Lombok Berkelas dari Sekotong

Menjual madu bukan seperti menjual sembako. Laku. Selesai masalah. Namun untuk urusan madu bagi  Anal Fikri Aristo menjaga kepercayaan. Tidak ingin mengecewakan konsumen.

ALI ROJAI, Mataram

******************

PENGGALAN lirik lagu madu ditangan kananmu, racun ditangan kirimu bisa dibilang realita. Racun akan membunuh, sedangkan madu akan menyehatkan. Secara tak langsung cairan yang dihasilkan lebah ini memang baik bagi tubuh. Penuh nutrisi, bahkan obat penyembuh dari berbagai penyakit. Bukan hanya khasiatnya saja yang beragam, namun jenis madu juga beragam.

Jenis-jenis madu ditentukan berdasarkan sumber bunga atau tanaman habitat tempat tinggal si lebah. Seperti madu campuran, madu monoflora, madu multiflora, madu hutan, dan madu ternak.

Begitu juga dengan orang yang berwirausaha madu tidak sembarang. Namun paling tidak memiliki pengetahuan terkait produk yang akan dijajakan. Seperti Anal Fikri Aristo. Sebagai mahasiswa, Fikri begitu ia disapa cukup jeli melihat peluang usaha.

Sejak dua tahun lalu, ia mencoba menjajakan madu hutan Sekotong. Madu yang dikemas dengan brand Afa Madu kini banyak dikenal orang. Rasanya beda dengan madu lainnya. “Rasa madu beda dengan madu di toko atau yang lainnya. Bisa dibuktikan,” kata Fikri.

Menjual madu sudah dilakoni Fikri sejak dua tahun lalu. Sebagai mahasiswa di salah satu perguruan tinggi negeri (PTN) di Kota Mataram Fikri banyak memiliki kerabat. Ia banyak mencoba madu, baik yang dijajakan di toko maupun yang dibawa temennya dari luar daerah. Namun tidak pernah menemukan madu hutan yang dijualnya hingga kini. “Pokoknya rasanya beda. Bisa dibuktikan apakah dicampur atau tidak,” sebut mahasiswa semester delapan ini.

Dalam usaha ia juga mengedepankan kreativitas. Madu hutan Sekotong yang dibeli menggunakan jeriken dikemas dalam botol. Yakni, isi 460 milimeter dijual Rp 150 ribu. Sedangkan isi 150 milimeter dibanderol Rp 60 ribu. “Tutup segel aluminium kita gunakan agar tidak tumpah,” terang Fikri.

Awalnya, Fikri berjualan madu hanya untuk menambah uang jajan. Namun lama kelamaan ia menekuni bisnis ini. Bahkan hingga kini ia memiliki karyawan untuk menjajakan madu kemasannya. Dalam satu bulan kata dia, tercatat 20 botol madu dengan  isi 460 milimeter laku terjual. “Tapi tidak tentu. Kadang sepuluh botol,” ujar pria yang kini lagi menyusun skripsi ini.

Lantaran harus membagi waktu. Kapan harus mengemas dan kapan ia kuliah maka saat-saat ini ia kurang fokus. Ia tidak seperti pengusaha lainnya yang bisa menitipkan madu di sejumlah pusat oleh-oleh di Kota Mataram.  Karena terbentur kuliah. Namun begitu dengan berjulalan secara online di media sosial ia banyak memiliki pelanggan. Bahkan sampai keluar daerah. “Banyak juga dipesan pejabat,”aku pria dua bersaudara ini.

Menjual madu Lombok karena banyak yang mencari. Bahkan ia melihat orang menjual madu dengan harga murah. Namun tidak asli alias dicampur. “Dari sana saya ingin menjual madu murni,” ujar pira asal Sapit, Kecamatan Suela, Lotim ini.

Jika ingin melihat madu asli atau tidak maka bisa ditumpah di dalam gelas bersama air. Jika asli maka madu tidak akan bercampur dengan air kecuali diaduk. “Madu asli juga tidak bisa beku ditaruh di dalam kulkas,” ujar pra yang kini tinggal di Dasan Agung, Kota Mataram ini.(r5/*)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Simulasi KBM Tatap Muka SMA Sederajat di NTB Pekan Kedua Dimulai

Simulasi KBM tatap muka untuk SMA sederajat di NTB memasuki pekan kedua. ”Sambil kami tetap memantau perkembangan penyebaran Pandemi Virus Korona,” kata Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan, pada Lombok Post, Minggu (20/9/2020).  

Mendikbud Pastikan Wacana Penghapusan Mapel Sejarah Hoaks

”Tidak ada sama sekali kebijakan regulasi atau perencanaan penghapusan mata pelajaran sejarah di kurikulum nasional,” tegas dia.

HARUM Goda Pemilih Millenial Lewat Lomba Film Pendek dan E-Sport

Bakal Calon Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mencoba menggoda pemilih milenial. Caranya, dengan menggelar film pendek dan e-sport. "Orang yang menggeluti dunia film tidak banyak. Bagi sebagian orang ini ekslusif. Prosesnya panjang," kata Mohan Sabtu malam (19/9) lalu.

Cerita Shaina Babheer saat Memerankan Sosok Kikin dalam film MOHAN

Shaina Azizah Putri dipilih untuk memerankan sosok Kikin Roliskana dalam film pendek berjudul "Mohan". Ini menjadi tantangan baru bagi dara yang sudah membintangi beberapa sinetron dan FTV nasional ini.

“Menara Eiffel”di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ramai Pengunjung

Pengelola wisata Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya tak ingin puas dengan keberhasilannya menyedot wisatawan. Realisasi target PADes Rp 30 juta per bulan harus dapat bertambah.

Bale Mediasi Lotim Damaikan Delapan Perselisihan

SELONG-Permohonan mediasi terus berdatangan ke Bale Mediasi Lotim. “Sudah ada 36 permohonan yang masuk,” kata Koordinator Administrasi Bale Mediasi Lotim Lalu Dhodik Martha Sumarna pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.
Enable Notifications    Ok No thanks