alexametrics
Senin, 28 September 2020
Senin, 28 September 2020

Saat Korona Mengancam, Sejumlah Tempat Wisata di Lombok Masih Tetap Ramai

Pandemi virus Korona masih dianggap remeh. Setidaknya bagi sebagian warga kota. Yang pergi menghabiskan waktu di sejumlah destinasi wisata, akhir pekan kemarin. Berikut laporannya.

 WAHIDI AKBAR SIRINAWA, Mataram

********************************

Meja dan kursi tertata rapi di pedestrian Pantai Boom Ampenan, Minggu sore, 22 Maret. Beberapa pedagang pun mulai merapikan dagangan mereka. Menatanya di atas meja-meja sederhana.

Di pelataran parkir, satu per satu kendaraan masuk ke areal Pantai Boom. Petugas parkir yang berjaga lalu mengarahkan kendaraaan roda dua dan roda empat ke tempat parkir masing-masing.

Minggu sore kemarin, imbauan pemerintah untuk membatasi aktivitas di luar rumah, rupanya tak berlaku di Pantai Boom. Masyarakat tetap berdatangan. Jumlahnya mencapai puluhan orang. Berakhir pekan di salah satu destinasi wisata Kota Mataram ini.

Setelah kemunculan virus Korona, ada pemandangan berbeda. Terlihat dari pengunjung yang datang. Beberapa dari mereka terlihat memakai masker. Untuk menutupi mulut dan hidung. Sayang, lebih banyak yang abai dengan protokol kesehatan terkait penyebaran virus Korona. Terutama mengenai pembatasan aktivitas di luar rumah.

Anisa Wardah, salah satu pengunjung di Pantai Boom mengatakan, dia mengetahui imbauan pemerintah. Untuk tidak keluar rumah. Apalagi ke tempat keramaian. ”Katanya karena Korona. Tapi di sini kan belum ada,” kata Nisa.

Perempuan 32 tahun ini mengaku tahu persis seperti apa itu virus Korona. Termasuk bagaimana mewabahnya virus tersebut di wilayah lain di luar Kota Mataram. Seperti di seluruh Pulau Jawa. Bahkan hingga Papua.

Meski di Mataram belum muncul kasus positif Korona, Nisa tetap berhati-hati. Jika keluar, seperti ke Pantai Boom akhir pekan kemarin, dia berusaha keras memproteksi diri. Membawa masker hingga hand sanitizer.

”Ke sini juga cuma lihat-lihat saja. Gak sampai beli makan,” ujar dia.

Keramaian tetap terlihat di Pantai Boom. Meski tidak seperti akhir pekan yang lalu-lalu. ”Dua minggu ini sepi. Karena Korona itu dah,” kata Supar, pedagang jagung bakar di Pantai Boom.

Kata Supar, sepinya pengunjung sekarang ini, mengalahkan kondisi pascagempa 2018 lalu. ”Pas gempa itu sepi, tapi lebih sepi lagi sekarang ini,” tuturnya.

Biasanya, setiap akhir pekan, Pantai Boom selalu dipadati pengunjung. Meja dan kursi yang disediakan pedagang di pedestrian, tak pernah kosong. Pengunjung ramai bercengkrama dari sore hingga malam hari. Tapi itu tak terlihat di akhir pekan kemarin.

Meski di Kota Mataram belum ada pasien yang positif, setidaknya jumlah orang dalam pemantauan (OPD) dan pasien dalam pengawasan (PDP) bisa membuat warga kota lebih mawas diri. Dari data terbaru, sudah ada 54 ODP  dan 11 PDP.

Selain itu, ada fakta yang menyebutkan bahwa sejumlah orang positif Korona, justru tidak menunjukkan gejala sakit. Seperti demam, batuk, sakit tenggorokan, hingga sesak nafas. Namun mereka bisa sewaktu-waktu sebagai carrier atau pembawa penyakit. Untuk orang-orang di luar sana. Apabila lebih mementingkan untuk keluyuran ketimbang diam di rumah.

”Kita tetap waspada. Kewaspadaan diri itu penting. Untuk kita sendiri dan orang lain,” kata Asisten I Setda Kota Mataram Lalu Martawang. (*/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Belum Terima Bantuan Kuota, Siswa Diminta Lapor ke Sekolah

Bantuan subsidi kuota internet 2020 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) resmi dikucurkan sejak Selasa (22/9). Kuota diberikan bertahap. Bila hingga batas waktu belum menerima, peserta didik dan pendidik dipersilahkan lapor.

Penataan Kawasan Wisata Senggigi Dimulai

Penataan kawasan wisata Senggigi direalisasikan Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Barat (Lobar). Sayang, dari tujuh proyek dalam perencanaan, hanya lima yang bisa dieksekusi.

LPPOM MUI NTB Target Sertifikasi Halal 125 Usaha Rampung Tahun Ini

”Rinciannya, dari Dinas Perindustrian NTB dan pusat sebanyak 75 usaha, serta Dinas Koperasi Lombok Barat sebanyak 50 usaha,” katanya, kepada Lombok Post, Rabu (23/9/2020).

Solusi BDR Daring, Sekolah Diminta Maksimalkan Peran Guru BK

Jika terkendala akses dan jaringan internet, layanan dilaksanakan dengan pola guru kunjung atau home visit. ”Di sanalah mereka akan bertemu dengan siswa, orang tua, keluarga. Apa permasalahan yang dihadapi, kemudiann dibantu memecahkan masalah,” pungkas Sugeng.

Subsidi Kuota Internet, Daerah Blank Spot di NTB Pertanyakan Manfaat

”Kalau jangkauan towernya luas, tentu ini sangat menunjang sekaligus mendukung pemanfaatan kebijakan pusat,” tandasnya.

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.

Trailer Film MOHAN Bikin Baper

Kreativitas sineas Kota Mataram terasa bergairah. Ditandai dengan garapan film bergenre drama romantic berjudul ‘Mohan’ yang disutradai Trish Pradana. Film yang direncanakan berdurasi sekitar 35 menit ini mengisahkan perjalanan asmara Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskan dengan istrinya Hj Kinastri Roliskana. Film Mohan dijadwalkan mulai tayang Bulan Oktober mendatang.
Enable Notifications    Ok No thanks