alexametrics
Kamis, 24 September 2020
Kamis, 24 September 2020

Indonesia pun Punya Wakil untuk Memantau Pemilu Thailand 2019

Setelah kudeta militer 2014, Thailand kembali menggelar pemilu. Dalam sorotan banyak pihak, ada orang Indonesia yang berkesempatan memantau agenda untuk memilih perdana menteri tersebut.

SIDIQ PRASETYO, Bangkok

=====================

PRIA itu menoleh ke kiri dan kanan. Mencari koleganya. Yang akhirnya dia temukan di antara kerumunan orang yang memadati lantai 3 sebuah hotel di Bangkok, Thailand, kemarin (24/3).

                ’’Ini wartawan dari negara Anda, Indonesia,’’ kata Rohana Hettiarachchie, pemimpin lembaga independen internasional yang baru saja memantau pemilu Thailand, kepada Heroik Pratama.

                Heroik adalah satu di antara empat pengawas asal Indonesia yang turut memonitor pemilu Thailand. Pemilu tersebut kali pertama dihelat di Negeri Gajah Putih itu sejak kudeta militer 2014 sehingga mendapat sorotan luas.

                Heroik mengaku baru pertama menjadi pemantau pemilu di negeri orang. Meski, selama ini kegiatan yang dilaksanakannya di Indonesia selalu berhubungan dengan pesta demokrasi itu.

                ’’Saya kan bernaung di Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi atau Perludem. Dari Perludem, ada dua orang (yang ikut ke Thailand, Red),’’ ungkap Heroik.

                Dia menyebut nama rekannya, Mulki Shedar. Yang ternyata duduknya tak jauh dari lelaki asal Jakarta tersebut.

                Heroik bisa berangkat ke Negeri Gajah Putih karena ditunjuk organisasinya. Perludem, ujar dia, berafiliasi dengan Anfrel (Asian Network for Free Elections). Sebuah lembaga yang selalu memantau kegiatan pemilihan umum di Asia.

                Dia ditunjuk lembaganya pada Februari lalu. Lelaki berambut ikal itu pun mulai mengurus semua persyaratan imigrasi untuk berangkat.

                ’’Saya datang di Thailand pada 15 April lalu. Semua wakil yang diundang dari berbagai negara mendapat pengarahan,’’ ungkap Heroik.

                Dalam pengarahan itu, dia mendapat tugas di Provinsi Payao. Heroik mulai menjalankan aktivitas di provinsi yang berbatasan dengan Laos tersebut pada 17 April saat pemilihan pendahuluan untuk rakyat Thailand tidak bisa ikut ke pemilu pada 24 Maret.

                ’’Saya berangkatnya 16 April. Empat wakil Indonesia memperoleh tempat yang berbeda-beda,’’ terangya.

                Dia menerangkan, Mulki mendapat tugas di Suratthani. Jojo Rohi yang berasal dari Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) di Pattani. Sayang, untuk satu rekannya lagi, Romzi, Heroik hanya ingat nama depannya, dia lupa provinsi tempatnya bertugas. Jawa Pos tak bisa menemui Jojo dan Romzi karena sudah tidak berada di tempat acara.

                Mereka, tambah Heroik, berada di provinsi penugasan hingga 24 Maret atau selama seminggu. ’’Kami melihat bagaimana prosesnya dan antusiasme pemilih,’’ ujar Heroik.

                Di Phayao, kata dia, antusiasme warga untuk memberikan suara sangat tinggi. Dia menyatakan tak mengalami masalah. ’’Disediakan tenaga penerjemah untuk kami. Jadi, tiap kali mewawancarai pemilih dengan bahasa Inggris, diterjemahkan ke bahasa lokal,’’ ujar lelaki yang berkantor di Tebet, Jakarta, tersebut.

                Heroik dan rekan-rekannya juga menyatakan tak mendapat tekanan dari siapa pun, termasuk militer. Mulki menambahkan, apa yang dilakukannya di Thailand tak ada di Indonesia. Menurut dia, tidak ada pemantau pemilu seperti yang dilakukan Anfrel.

                ’’Standarnya sudah internasional. Teknik pembukaan TPS dan penghitungan suara,’’ kata lelaki 27 tahun alumnus Universitas Padjadjaran itu.

                Rencananya, hari ini (26/4) para pemantau dari Indonesia kembali ke tanah air. Mereka berharap apa yang dilakukan di Thailand bisa dilakukan pula di negeri tercinta dalam pelaksanaan pesta demokrasi bulan depan. (*/JPG/r8)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Disdag Kota Mataram Gelar Pasar Rakyat, Warga Antusias

”Kami berterima kasih pada pihak Disdag karena kebutuhan rumah tangga bisa diakomodir sekaligus di sini dengan harga terjangkau,”  kara Nasrullah, lurah Pagutan Barat.

Dapodik Versi Terbaru Buat Bingung, Dikbud NTB Latih Operator Sekolah

Kami rancang untuk yang pulau Lombok dulu,” kata Kepala Seksi  GTK SMK Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Dikbud NTB Mu'azam, Rabu (23/9/2020).

SMK di NTB Mulai Persiapan Ikuti LKS Tingkat Nasional

”Siswa yang ikut, sedang menjalani training center (TC),” kata Kepala SMKN 3 Mataram Ruju Rahmad, Rabu (23/9/2020).

Tekan Jumlah Pernikahan Dini, Rutgers Gandeng Pemkab Lobar

"Khusus di Lobar terdapat SK dari Dikbud Lobar untuk memperbanyak jumlah SMP dalam memberikan pembelajaran kesehatan reproduksi yang komprehensif melalui modul setara. Total SMP yang mengadaptasi modul setara meningkat dari 4 SMP menjadi 9 SMP. Ini menandakan respons baik pemkab dan memiliki tujuan sama untuk menekan pernikahan usia dini," terangnya.

Review Deliveree Indonesia: Pengalaman Sewa Truk Colt Diesel

Logistik merupakan hal yang sangat kompleks dan rumit. Bagi Anda yang sudah terbiasa dengan dunia logistik pasti sudah tahu seberapa ribetnya memastikan barang atau kargo yang ingin dikirimkan tiba dengan selamat di lokasi tujuan.

Hasil Survei Indikator, Elektabilitas HARUM Paling Tinggi

“Pak Mohan Roliskana hingga sejauh ini paling potensial menang dalam pemilihan mendatang,” ujar  Wakil Ketua DPP Golkar Ahmad Doli Kurnia dalam pemaparan yang dilakukan secara online dari DPP Golkar Jakarta, (18/9) lalu.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Sutradara Trish Pradana, Angkat Kisah Mohan ke Layar Lebar

Sutradara Trish Pradana tak henti melahirkan karya. Di tengah Pandemi Korona ini ia kembali ke balik layar menuntaskan film baru bertajuk "Mohan". Ini merupakan film yang diangkat dari kisah hidup Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana sewaktu remaja.
Enable Notifications    Ok No thanks