alexametrics
Selasa, 29 September 2020
Selasa, 29 September 2020

Berubahnya Gaya Hidup Masyarakat Usai Wabah Korona

Pandemi Korona membuat pola kehidupan masyarakat berubah. Apalagi setelah digalakkannya social distancing dan physical distancing. Warga Kota Mataram yang memilih untuk di rumah saja, mulai melakukan adaptasi. Menjalani kehidupan mereka secara daring (online).

 WAHIDI AKBAR SIRINAWA, Mataram

********************************

Risma Karina sibuk mencari aplikasi di google play store. Untuk kepentingan belanja kebutuhan dapur secara online. Setelah sekitar 10 menit mencari referensi di mesin pencarian google, dia mendapati satu aplikasi yang dinilainya cocok.

”Akhirnya nemu ini. Ada juga seperti begini di Mataram,” kata Risma sambil mengunduh aplikasi yang bernama pesansayur di play store.

Sejak mewabahnya virus Korona, perempuan yang tinggal di salah satu perumahan elit di Kecamatan Mataram ini, kebingungan. Apalagi setelah munculnya imbauan pemerintah untuk social distancing. Mengurangi aktivitas mereka di luar rumah.

Ibu satu anak ini mengatakan, setelah imbauan pemerintah keluar, ia memilih patuh. Tidak ngeyel untuk keluyuran di tengah-tengah wabah. ”Gak mau saya dibilang covidiot,” tuturnya sambil tertawa.

Covidiot merujuk pada julukan untuk orang-orang yang bebal. Mereka yang egois di tengah pandemi virus Korona.

Mau tak mau, ada penyesuaian cara hidup selama di rumah saja. Risma kini sepenuhnya mengandalkan ponsel pintarnya. Digunakan untuk segala hal. Mulai dari trasnfer uang hingga berbelanja kebutuhan sehari-hari.

Katanya, social distancing jadi salah satu cara untuk mengurangi laju penyebaran virus Korona. Tapi, menyiapkan makanan bergizi untuk menjaga daya tahan tubuh, menjadi satu hal penting lainnya.

”Di Mataram memang belum ada. Tapi tak ada salahnya kan untuk waspada. Jaga diri,” tutur perempuan 29 tahun ini.

Sebelum ada wabah Korona, Risma menjalani kehidupan normal. Sebagaimana ibu-ibu rumah tangga lainnya. Yang berbelanja ke pasar-pasar tradisional. Atau sesekali datang ke pasar modern, jika ingin membuat masakan spesial.

”Kadang juga belanja di bibik-bibik yang lewat depan rumah ini,” kata dia.

Tapi semua itu mulai dikuranginya. Setelah virus Korona masuk Indonesia. Dia bahkan semakin membulatkan tekad, untuk lebih waspada, setelah di Lombok Timur sudah ada dua orang yang dinyatakan positif terpapar virus Korona.

Risma mengatakan, untuk itulah dia kemudian memilih mengunduh aplikasi belanja secara daring. Dengan begitu, dia tak perlu datang ke pasar. Yang memungkinkan terjadi interaksi dengan pedagang atau masyarakat lain di satu lokasi.

”Yang paling penting kan itu, soal menghindari kerumunan. Kita jaga dengan tetap di rumah saja,” ujar Risma.

Jualan sayur di era kiwari tidak lagi dimonopoli pasar-pasar tradisional. Dengan sistem pembeli mendatangi penjual di lapaknya. Dengan kecanggihan teknologi transaksi bisa dilakukan melalui aplikasi.

Apa yang dilakukan sejumlah aplikasi daring, termasuk pesansayur, secara tidak langsung mendukung imbauan pemerintah, kata Risma. Ini menjadi solusi untuk ibu-ibu yang tidak bisa ke pasar. Namun bisa tetap berbelanja ikan, sayur, hingga buah-buahan segar.

”Kita bantu pemerintah dengan tetap di rumah,” tandas Risma.

Selain belanja kebutuhan dapur lewat daring, kini banyak juga tawaran untuk konsultasi psikologis. Tentunya lewat daring juga. Seperti yang dilakukan Rahmah. Ia sedikit cemas dengan mewabahnya virus Korona.

”Takut saja rasanya. Pusing atau batuk sedikit, saya sudah mikir kalau kena Korona,” kata dia.

Informasi konsultasi ini dia peroleh dari kawannya. Yang membagikan satu tangkapan layar terkait konsultasi psikologis di grup SMA. Rahma kemudian mengontak satu dari sejumlah nomor psikolog.

”Terbantu rasanya ya. Terus sudah sedikit lega, walaupun tidak bertatap muka konsultasinya,” ujarnya. (*/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Desa Jurang Jaler, Juaranya Lingkungan Bersih dan Asri

Desa Jurang Jaler, meraih juara satu Lomba Kampung Sehat di Kecamatan Praya Tengah, Lombok Tengah. Desa ini memang kaya inovasi. Terutama bagaimana menggerakkan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan asri.

Turunkan Angka Pernikahan Anak, Lobar Apresiasi Program Yes I Do

"Sudah pas Peran NGO melalui Program Yes I Do sangat bagus menekan tingkat pernikahan anak," kata Kepala DP2KBP3A Lobar Ramdan Hariyanto.

Tetap Tumbuh, Sektor Tambang Topang Ekonomi NTB di Masa Pandemi

Sektor pertambangan memang tak lepas dari fondasi ekonomi provinsi NTB. Di triwulan II 2020, sektor pertambangan dan penggalian yang tumbuh sebesar 47,78 persen mampu menahan laju penurunan ekonomi NTB. Pada triwulan II, ekonomi NTB kontraksi 1,4 persen, namun tanpa sektor pertambangan dan penggalian, kontraksi akan lebih dalam lagi hingga mencapai 7,97 persen.  

Taspen Lindungi JKK JKM Non ASN

PT Taspen kini memberikan jaminan dan perlindungan penuh terhadap pegawai non Aparatur Sipil Negara (ASN)

Nomor 4, Era BARU, Industri 4.0, Menang!

Aqi berkomitmen membuat lompatan besar membawa Kota Mataram lebih maju, nyaman, dan beradab. Ia yakin dengan dukungan semua pihak yang menginginkan ibu kota provinsi NTB bersinar terang. “Sebagai putra Mataram, saya ingin memberikan karya terbaik saya buat tanah kelahiran saya,” katanya dengan suara bertenaga.

UT Mataram Beri Beasiswa KIP-K dan CSR se-NTB

“Penerima beasiswa KIP-K mendapatkan bebas biaya kuliah, buku dan uang saku Rp 700 ribu per bulan yang dibayar di akhir semester,” terang Raden.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks