alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Harga Meroket, Stok Langka, Warga Mataram Pilih Jahit Masker Sendiri

Masker jadi barang paling di incar saat ini. Harga selangit dan sulit ditemukan jadi kendala masyarakat di Kota Mataram. Untuk mengatasi itu semua, Shaleh memanfaatkan Work Frome Home (WFH) jadi aktivitas bermanfaat. Simak kisahnya.

NATHEA CITRA SURI, Mataram

***************************

PANDEMI  (covid-19) jadi momok mengerikan bagi masyarakat. Semua aktivitas lumpuh. Tak ada lagi hingar bingar masyarakat. Yang ada, hanyalah keresahan di mana-mana. Bahkan ada yang panic buying. Alias, berbelanja dalam jumlah tinggi di kalangan warga kota.

Masker, jadi salah satu item paling sulit didapatkan warga. Apalagi, harganya yang sungguh fantastis. Jika biasanya warga bisa mendapatkan 50 biji masker hanya dengan Rp 30 ribuan. Kini, harganya mencapai Rp 400 ribu lebih.

“Karena kelangkaan itulah, saya iseng-iseng membuat masker. Ini pertama kalinya saya buat masker,” kata Muhammad Shaleh, salah satu warga Sekarbela, Kota Mataram pada Lombok Post, kemarin (27/3).

Kelangkaan masker tidak terjadi di Kota Mataram saja. Tapi hampir sebagian rata dirasakan oleh kota-kota besar di Indonesia. Bahkan, di luar negeri.

“Awalnya saya buat untuk keluarga saja, tapi semakin ke sini, hati saya tergugah. Karena masih banyak orang di luar sana yang tidak bisa mendapatkan masker,” tutur Shaleh, sapaan akrabnya, sembari melanjutkan finishing pada masker kainnya.

Dalam sehari, pria 53 tahun tersebut bisa menjahit masker kain, dengan jenis kain drill lebih dari 100 buah.

“Awalnya emang susah, maklum ini pertama kali. Tapi, daripada gak ada kerjaan, saya luangkan waktu kosong saya dengan menjahit,” tuturnya.

Sejak kantornya menerapkan sistem WFH atau lias kerja di rumah, Shaleh mengisi waktu kosongnya dengan menjahit. Yang juga, menjadi salah satu hobinya sejak lama.

“Yang niatnya hanya iseng, dan manfaatkan WFH. Ternyata, banyak peminat,” ujarnya.

Ia resmi membuat masker kain sejak sepekan kebelakang. Tak butuh karyawan, semua dikerjakannya seorang diri.

“Asyik kok, apalagi untuk isi waktu kosong,” jelasnya sembari tertawa.

Masker kain miliknya berbentuk senada dengan masker-masker pada umumnya. Yang membuatnya beda, hanya pada jenis kain, yang terlihat cukup tebal. Sehingga, mampu terhindar dari debu-debu atau cipratan air liur.

“Kalau ingin lebih optimal, sebelum dipakai, sisipkan tisu di dalam masker,” katanya.

Kurang dari sepekan. Hobi iseng milik Shaleh mendapat respons masyarakat yang cukup tinggi. Dalam sehari saja, lebih dari 50 orang datang untuk memborong maskernya. Baik per orangan hingga kelompok.

“Saya jual per bijinya Rp 6 ribu, tapi kalau orang itu tidak punya uang saya akan kasih gratis,” jelasnya.

Masker kain berbahan drill itu diharapkannya bisa membantu masyarakat untuk terhindar dari Covid-19. “Semoga masalah ini cepat berlalu,” tutupnya. (r5/*)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Simulasi KBM Tatap Muka SMA Sederajat di NTB Pekan Kedua Dimulai

Simulasi KBM tatap muka untuk SMA sederajat di NTB memasuki pekan kedua. ”Sambil kami tetap memantau perkembangan penyebaran Pandemi Virus Korona,” kata Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan, pada Lombok Post, Minggu (20/9/2020).  

Mendikbud Pastikan Wacana Penghapusan Mapel Sejarah Hoaks

”Tidak ada sama sekali kebijakan regulasi atau perencanaan penghapusan mata pelajaran sejarah di kurikulum nasional,” tegas dia.

HARUM Goda Pemilih Millenial Lewat Lomba Film Pendek dan E-Sport

Bakal Calon Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mencoba menggoda pemilih milenial. Caranya, dengan menggelar film pendek dan e-sport. "Orang yang menggeluti dunia film tidak banyak. Bagi sebagian orang ini ekslusif. Prosesnya panjang," kata Mohan Sabtu malam (19/9) lalu.

Cerita Shaina Babheer saat Memerankan Sosok Kikin dalam film MOHAN

Shaina Azizah Putri dipilih untuk memerankan sosok Kikin Roliskana dalam film pendek berjudul "Mohan". Ini menjadi tantangan baru bagi dara yang sudah membintangi beberapa sinetron dan FTV nasional ini.

“Menara Eiffel”di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ramai Pengunjung

Pengelola wisata Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya tak ingin puas dengan keberhasilannya menyedot wisatawan. Realisasi target PADes Rp 30 juta per bulan harus dapat bertambah.

Bale Mediasi Lotim Damaikan Delapan Perselisihan

SELONG-Permohonan mediasi terus berdatangan ke Bale Mediasi Lotim. “Sudah ada 36 permohonan yang masuk,” kata Koordinator Administrasi Bale Mediasi Lotim Lalu Dhodik Martha Sumarna pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.
Enable Notifications    Ok No thanks