alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Cerita Selamet Riadi Gazali, Warga Selong yang Sembuh dari Korona (2-Habis) : Merasa Terpapar saat Perjalanan Pulang dari Gowa

Selamet merupakan pasien positif klaster Gowa. Sebagai salah satu jamaah tablig yang diseniorkan di Lotim, ia seringkali diminta memberi pemahaman kepada jamaah tablig lainnya. Permintaan itu kerap ia dapatkan selama menjalani masa perawatan di rumah sakit.

 

Fatih Kudus Jaelani, Lombok Timur

 

Di rumahnya, Selamet Riadi disambut hangat oleh keluarga. Beberapa tetangga yang melewati rumahnya di gang kecil itu juga memberi senyuman. Tidak ada yang mengucilkan atau pun takut. Justru warga bersyukur atas informasi kesembuhannya.

 

Hal itulah yang ingin ia kabarkan pada semua. Bahwa virus korona masih bisa ia lawan dengan tubuh yang sudah berusia 55 tahun itu. Karena sejak pertama kali masuk, hanya batuk yang ia rasakan. “Saya berangkat ke Gowa dari Bima,” kata Selamet memulai cerita perjalanannya ke Gowa.

 

Di sana ada sekitar 70 ribu jamaah yang berkumpul. Ia meyakini tak terkena di tempat itu karena informasinya, tak ada satu pun jamaah di Gowa yang terkena. “Saya merasa terkena justru di tengah perjalanan pulang. Memang sempat drop,” ujarnya.

 

Ia tak mau terlalu panjang lebar membahas perjalanan yang mungkin ia sesali itu juga. Tapi di satu sisi, ia percaya bahwa virus korona tidak boleh diremehkan. Ia meminta warga agar selalu mematuhi imbauan pemerintah.

 

Salah satu yang menarik dari Selemat Riadi adalah istri dan putri kembarnya tidak terpapar virus sepertinya. Hal itu menunjukkan betapa ia menjaga jarak selama menjalani masa isolasi mandiri sepulang dari Gowa. Padahal, rumahnya tidak terlalu besar. Hanya dua kamar tidur. Kemungkinan berpapasan dan bersentuhan sangat besar. “Tapi benar-benar saya jaga diri. Alhamdulillah dia negatif dan sehat,” ucapnya penuh syukur.

 

Kepada beberapa teman jamaah lain, ia selalu mengimbau agar mentaati imbauan pemerintah. Ia merasakan betapa besar dampak virus korona. Tidak hanya ke fisiknya. Tapi juga dampak sosialnya. (r5/*)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Efek Pandemi, Omzet Penjual Perlengkapan Sekolah di Mataram Merosot

”Tak hanya buku paket dan buku tulis saja. Hampir seluruh jenis peralatan sekolah alami penurunan penjualan. Bahkan menjalar ke barang-barang peralatan kantor,” katanya.  

Totalitas dalam Melindungi Hak Pilih

SALAH satu asas penting dalam pelaksanaan pemilu/pemilihan adalah asas jujur. Kata jujur ini tidak hanya muncul sebagai asas penyelenggaraan pemilu/pemilihan, namun juga hadir sebagai prinsip dalam penyelenggaraannya. Setiap kata yang disebut berulang-ulang apalagi untuk dua fondasi yang penting (asas-prinsip) maka kata itu menunjukkan derajatnya yang tinggi.

Sanksi Tak Pakai Masker, Bayar Denda atau Bersihkan Toilet Pasar

Peraturan daerah (Perda) tentang Penanggulangan Penyakit Menular berlaku efektif bulan ini. Denda bagi aparatur sipil negara (ASN) yang melanggar lebih berat dibandingkan warga biasa.

Pertama Sejak 1998, Ekonomi RI Kembali Minus, Resesi Sudah Dekat

Usai dua dekade berlalu, kini sejarah kelam pertumbuhan ekonomi minus kembali terulang. Badan Pusat Statistik (BPS) kemarin (5/8) melaporkan pertumbuhan ekonomi RI kuartal II 2020 tercatat -5,32 persen.

Kisah Para Korban PHK yang Menolak Menyerah di Desa Sokong

Pandemi Covid-19 membuat banyak warga yang tiba-tiba kehilangan pekerjaan di Desa Sokong. Tapi, mereka menolak menyerah. Hasilnya kini, mereka bukannya mencari pekerjaan. Malah mereka justru mencipta pekerjaan.

Begini Cara Booking Service Online Via Motorku X

”Caranya sangat mudah, semua hanya dalam genggaman saja,” ucap Marketing Sub Dept Head Kresna Murti Dewanto.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Ungkap Dugaan Pembunuhan LNS, Polres Mataram Periksa 13 Saksi

Penemuan jasad LNS, 23 tahun dalam posisi tergantung di dalam sebuah rumah di di perumahan BTN Royal, Jempong Baru, Sekarbela, Mataram menyisakan tanda tanya. Penyidik Polresta Mataram  memeriksa sejumlah saksi secara maraton.
Enable Notifications.    Ok No thanks