alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

Sebelum Terlambat, Yuk, Dampingi Anak Saat Menonton Youtube!

MATARAM-Siapa yang tidak mengenal youtube? Laman berbagi video yang dimiliki Google ini ditonton hampir lima miliar orang setiap harinya. Salah satunya adalah para ibu.

”Kalau (saya) sedang masak, biasanya anak dikasih lihat youtube dulu. Biar ada temannya,” kata ibu rumah tangga Anindita Rizki Putri.

Dita pernah menempuh cara lain. Seperti memberi anak buku gambar dan pensil warna. Tapi anaknya seringkali tak betah. Merengek dan meminta untuk ditemani. Padahal di waktu bersamaan, dia harus mempersiapkan makanan dan membereskan rumah.

Dia kemudian memilih menyodorkan youtube. Ragam video di situs tersebut membuat anaknya bisa enjoy bermain sendirian.

Kata Dita, tidak semua konten video di youtube baik untuk anak. Banyak juga video yang berisi konten kekerasan hingga seksual. Karena itu, dia selalu menggunakan filter atau mode terbatas untuk tontonan anaknya.

”Kan bisa kita seting. Kalau sudah begitu, video yang keluar biasanya untuk anak-anak saja,” tuturnya.

Bagi Dita, video anak di youtube bukan sekadar untuk menenangkan anaknya. Tapi sekaligus sebagai media anaknya untuk belajar. ”Banyak itu video seperti itu. Misalnya soal nama hewan dalam bahasa Inggris, jadi sekalian belajar juga kan,” kata Dita.

Meski dinilai bisa menenangkan anak, pengawasan orang tua diperlukan ketika anak menonton youtube. Ketua LPA Mataram Joko Jumadi menyebut, tidak semua video anak di youtube baik untuk anak-anak.

Beberapa video, katanya, ada yang justru mengajarkan perilaku menyimpang. ”Walaupun isinya kartun, tetap orang tua itu harus mendampingi. Dengan mendampingi, orang tua juga bisa sekaligus memberi penjelasan, mana yang patut ditiru dan tidak patut,” kata Joko.

Sementara itu Koordinator Simpul Mataram PHI Home Schooler Indonesia Nuniks Indra Gayatri memberi atensi terhadap penggunaan gawai yang berlebihan pada anak. Orang tua, kata Nuniks, harus bisa menjadi raja dan ratu tega. Demi kebaikan anak-anak mereka.

”Sebelum umur empat tahun, kalau bisa jangan dikenalkan yang namanya ponsel itu. Sama sekali jangan,” tegas Nuniks.

Menurut dia, ketika anak telah berusia 5 tahun, gawai sudah boleh digunakan. Hanya saja dengan aturan ketat. Misalnya dengan memberi batasan waktu. ”Di umur lima tahun, anak sudah ngerti peraturan. Dikasih saja. Misal 20 menit maksimal sehari,” tuturnya.

Batasan waktu itu, disebut Nuniks sebagai screen timer. Semakin bertambah umur anak, screen timer bisa lebih lama. Tetapi tetap dengan batasan dan ketegasan orang tua.

Orang tua juga harus memberlakukan screenless day. Satu hari tidak menggunakan dan bersentuhan dengan gawai. ”Tapi misalnya pas hari libur, mereka bisa dapat pakai gawainya lebih lama,” terangnya.

Bagi Nuniks, orang tua memang harus tega untuk kebaikan anak. Apalagi jika melihat dampak penggunaan gawai yang berlebihan.

Ketika anak nangis hingga tantrum, orang tua jangan langsung luluh. Memilih mengalah dan memberikan gawai kepada anak. ”Nanti anak belajar kok. Belajar kalau ada aturan mengenai penggunaan gadget,” kata Nuniks yang memilih jalur homeschooling untuk anak-anaknya. (dit/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Sah! Gaji dan Tunjangan PPPK Sama dengan PNS

Penantian panjang honorer K2 yang lulus seleksi tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2019 lalu akhirnya usai sudah. Payung hukum terkait gaji dan tunjangan PPPK telah diterbitkan.

Antisipasi Penyebaran Covid Klaster Kampus!

KONDISI masyarakat pada era tatanan kehidupan baru (new normal) saat ini seolah-olah menggambarkan situasi masyarakat telah beradaptasi dengan tenangnya, kembalinya kehidupan normal saat ini kesadaran kita sebagai masyarakat dalam menghadapi pandemi covid-19 sedikit demi sedikit sudah mulai abai dalam menerapkan pola hidup sehat dalam upaya pencegahan dan memutus rantai penularan virus corona.

Penurunan Kasus Korona di NTB Ternyata Semu

Perubahan warna zona Covid-19 di NTB tidak menentu. Kabupaten Dompu yang sebelumnya digadang-gadang sebagai daerah percontohan kini malah masuk zona merah kasus penularan Covid-19.

Pemerintah Harus Turunkan Harga Tes Swab

TARIF uji usap atau tes swab dinilai masih terlalu mahal. Ketua DPR RI Puan Maharani pun meminta pemerintah mengendalikan tarif tes sebagai salah satu langkah pengendalian dan penanganan penyebaran Covid-19. Jumlah masyarakat yang melakukan tes mandiri akan meningkat ketika harganya lebih terjangkau.

Desa Sekotong Tengah Punya Taman Obat Keluarga

ADA budidaya tanaman obat di Desa Sekotong Tengah, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat. Tanaman obat ini dibudidayakan oleh masyarakat setempat melalui Kelompok Taman Obat Keluarga Suren.

Desa Pesanggrahan Lotim, Tangguh Berkat Kawasan Rumah Pangan Lestari

Desa Pesanggrahan terpilih menjadi Kampung Sehat terbaik di Kecamatan Montong Gading. Desa ini punya Tim Gerak Cepat Pemantau Covid-19 yang sigap. Ekonomi masyarakat juga tetap terjaga meski pandemi melanda.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks