alexametrics
Selasa, 11 Agustus 2020
Selasa, 11 Agustus 2020

Ratusan TKI Asal Lombok Barat Segera Pulang Kampung, 17 Sudah Tiba

GIRI MENANG-Kepulangan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) / Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Lombok Barat tidak bisa dicegah. Tercatat ada 203 PMI yang sudah habis kontrak per Februari-Maret dan akan pulang ke kampung halamannya.

”Jumlahnya 203 orang. Dari jumlah tersebut 17 orang sudah sampai sini,” ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja Lobar M. Hendrayadi, kemarin (31/3/2020).

Terkait 17 warga Lobar tersebut sekarang berstatus orang dalam pemantauan (ODP). Seluruhnya kini menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing. ”Ini karena mereka habis kontrak. Bukan karena menghindari korona di negara tempatnya bekerja,” tegasnya.

203 PMI yang sudah habis masa kontraknya tersebut berasal dari 10 kecamatan di Lobar. Yakni, tiga orang asal Batulayar; 11 asal Gunungsari; 20 asal Lingsar; 25 asal Narmada; 20 asal Kediri; 22 asal Labuapi; 6 asal Kuripan; 41 asal Gerung; 23 asal Lembar; dan 32 asal Sekotong.

Sementara itu, untuk PMI yang masih memiliki masa kontrak di sejumlah negara tetap bisa menyelesaikan masa kontraknya dan bekerja. Tetapi jika ada yang ingin kembali, pemerintah tentu tidak bisa melarangnya.

”Dari kementerian sudah ada arahan. Bagi PMI yang bekerja di daerah aman dan masih memiliki masa kontrak diharap bisa melanjutkan aktivitasnya,” katanya.

Terkait adanya ribuan PMI asal Indonesia yang kembali ke tanah air, Hendra mengaku pihaknya belum menerima data apakah ada PMI asal Lobar dalam rombongan tersebut.

Jika memang ada PMI yang pulang ke Indonesia, pihaknya meyakini pemerintah pusat akan melakukan protokol kesehatan. Sehingga PMI tersebut harus menjalani beberapa rangkaian pemeriksaan kesehatan sebelum dikembalikan ke daerah masing-masing. (puj/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Kapal Tenggelam di Tarakan, Satu Polisi Asal Lombok Tengah Meninggal

Kabar duka datang dari Ditpolairud Polda NTB. Satu anggotanya yang sedang bawah kendali operasi (BKO) di Ditpolairud Polda Kalimantan Utara (Kaltara) meninggal dunia.

Penjualan Mobil Toyota di NTB Masih Stagnan, Avanza Paling Diminati

”Dibanding saat kondisi normal, penjualan mobil baru pulih di angka 40-50 persennya saja. Kondisi ini bisa dibilang masih jauh dari situasi penjualan saat normal dulu,” kata Kepala Cabang Krida Toyota NTB Samsuri Prawiro Hakki, kepada Lombok Post, Senin (10/8/2020).

Data Kemiskinan NTB Belepotan, Verifikasi dan Validasi Sangat Lambat

Verifikasi dan validasi data kemiskinan atau data terpadu kesejahteraan sosial (DTSK) di NTB rupanya masih lambat. Hingga kemarin, baru lima daerah yang melaporkan hasil verifikasi dan validasi DTSK tersebut. Dari lima daerah itu, progres tiga daerah belum sampai 50 persen.

Kurikulum Darurat, Materi Belajar Siswa Dipangkas Hingga 70 Persen

LAMA DINANTI, Kurikulum darurat secara resmi telah diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Pada kurikulum ini, banyak materi yang dipangkas bahkan lebih dari separo.

Lale Sileng, Figur Pemimpin Perempuan Kaya Pengalaman Birokrasi

Kenyang pengalaman di dunia birokrasi, Hj Lale Prayatni punya modal mumpuni untuk memimpin daerah. Urusan mengelola birokrasi, anggaran, hingga perencanaan dan pelaksanaan pembangunan, sudah lekat dengan kesehariannya. ”Sudah khatam saya soal itu,” kata Prayatni.

Harga Emas Naik, Aktivitas Pegadaian di Mataram Ikut Melonjak

Kondisi ini membuat jumlah penggadai yang mendatangi PT Pegadaian (Persero) terus bertambah. ”Dalam sehari, cabang atau unit besar yang ada di Mataram, biasa melayani lebih dari 50 orang nasabah. Kalau unit kecil sekitar 30-40 saja,” kata Suciati Triastuti, Asisten Manager Pegadaian Kota Mataram kepada Lombok Post, Senin (10/8/2020).

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Cucu Bupati Pertama Loteng Siap Mengabdi untuk Lombok Tengah

Menjadi satu-satu sosok perempuan, Hj Lale Prayatni percaya diri maju menjadi calon bupati Lombok Tengah. Birokrat perempuan ini ingin membawa perubahan bagi Lombok Tengah ke arah lebih baik. ”Saya terpanggil untuk mengabdi di kampung halaman saya,” kata Hj Lale Prayatni, Minggu (9/8).

Digerebek Polisi, Doyok dan Tutik Gagal Nyabu di Karang Bagu

Terduga pengedar sabu berinisial H alias Doyok ditangkap tim khusus (Timsus) Ditresnarkoba Polda NTB. Dia diringkus bersama seorang perempuan berinisial HT alias Tutik, Jumat sore (7/8) lalu.

Lale Sileng Pilih Yusuf Saleh Sebagai Wakil di Pilbup Loteng

Lale Prayatni memutuskan untuk menggandeng HM Yusuf Saleh. “Ya,” kata Lale singkat saat dihubungi, Minggu (9/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks