alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

Abaikan Larangan Berkumpul, Warga Bengkel Berkerumun Minta Salat Jumat Tetap Digelar

GIRI MENANG–Ratusan warga Desa Bengkel, Kecamatan Labuapi Kamis (30/4) tadi malam berkumpul di depan kantor desa. Mereka memprotes imbauan MUI Lobar bersama pemerintah kecamatan terkait peniadaan sementara salat Jumat di Masjid dan menggantinya dengan salat duhur di rumah.

“Memang tuntutan warga agar tetap salat Jumat. Imbauan MUI dan Pemerintah Kecamatan bersama Polsek Labuapi belum bisa diterima,” jelas Kepala Desa Bengkel H Idrus kepada Lombok Post, Jumat (1/5).

Alasan warga menolak imbauan diungkapkan Kades karena mereka masih belum memahami dengan baik imbauan salat Jumat sementara diganti salat duhur. Khususnya sebagian masyarakat yang masih awam, Idrus mengaku sulit memberikan mereka pemahaman. Padahal, pihak MUI dan Pemerintah Kecamata  langsung yang turun tangan.

“Tapi namamya masyarakat. Ada yang tidak percaya,” sesalnya.

Tadi malam, MUI, Polsek Labuapi dan Kecamatan mengundang masyarakat ke masjid. Menyampaikan sosialisasi kepada mereka. Sayang, selesai sosialisasi, masyarakat juga belum bisa menerima imbauan MUI maupun pemerintah kecamatan.

Itu yang membuat mereka beramai-ramai protes ke kantor desa. Meminta pemerintah desa untuk tetap mengizinkan warga melaksanakan salat Jumat hari ini.

Pemerintah daerah meminta warga Bengkel meniadakan salat Jumat sementara menyusul ditemukannya kasus positif korona di desa ini. Salah seorang warga inisial N dinyatakan positif transmisi lokal. Lantaran ia tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar daerah terjangkit.

Namun N dinyatakan sembuh dalam waktu singkat tak lebih dari dua pekan. Ini yang memunculkan spekulasi atau anggapan di masyarakat Desa Bengkel, kasus positif N membuat mereka ragu. 

“Hasil rapid tes terhadap warga yang pernah kontak denga N juga negatif semua. Jadi masyarakat sulit diberikan pemahaman kalau N secara medis memang sudah dinyatakan positif. Mungkin karena daya tahan tubuhnya bagus makanya cepat sembuh,” jelasnya.

Anggota DPRD Lobar asal Bengkel Ahmad Suparman mengklarifikasi video yang beredar. Karena muncul anggapan jika warga mengusir pihak MUI dan Penlmerintah Kecamatan. “Wargal tidak pernah mengusir. Warga datang waktu MUI dan camat pergi,” jelasnya.

Kondisi penolakan untuk meniadakan salat Jumat sementara menurut Suparman hanya masalah kurangnya pemahaman masyarakat. “Kalau untuk tokoh agama dan tokoh masyarakat sebagian besar setuju untuk jumatan diganti dengan salat duhur di rumah, hanya masyarakat yang awam saja yang protes,” jelasnya.

Ia menilai perlu strategi sosialisasi bagaimana dampak atau akibat Covid-19 ke warga agar mereka paham. “Jadi memang kita harus lebih serius lagi untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat,” harapnya. (ton/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

BioSolar Non Subsidi, Solusi Kebutuhan Masyarakat Sumbawa

”Supaya mempermudah pelanggan membedakan jenis produk BBM yang dibeli,” terang Unit Manager Communication Relation & CSR Pertamina MOR V Rustam Aji melalui rilis yang diterima Lombok Post, Rabu (30/9/2020).

Banyak Manfaat, Petani di Mataram Justru Enggan Terima Kartu Tani

”Ketika daftar, dia berada di titik lahan A dengan luas sekian. Namun, ketika kartu ini keluar, dia sudah mutasi nyewa lahan lain dengan luas berbeda,” jelasnya, Selasa (29/9/2020).

Bisnis Hidroponik, Bantu Perekonomian Warga Kota saat Pandemi

”Mereka bisa jual sendiri, atau bisa juga bermitra dengan kami. Soal pasar, kami yang carikan,” katanya kepada Lombok Post, Rabu (30/9/2020).

Dilantik Lusa, Kontribusi Pemuda Muhammadiyah Kota Mataram Dinanti

"Kita mengambil tema meneguhkan semangat kepemudaan untuk Kota Mataram maju dan religius," kata Ketua PDPM Kota Mataram Iskandar.

Dompu Zona Merah, Simulasi KBM Tatap Muka Dua Sekolah Distop

Rinciannya, SMAN 1 dan 2 Kilo, SMAN 1 dan 3 Pekat, SMAN 1 Kempo, SMKN 1 Manggalewa, SMKN 2 Dompu, dan SMAN 1 Hu’u. Namun, hanya simulasi di SMKN 2 Dompu dan SMAN 1 Hu’u yang dihentikan. ”Pertimbangannya, karena sekolah itu ada di wilayah kota dan dekat kota, sebagai pusat penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Cegah Penyakit Jantung di Masa Pandemi

dr. Yusra Pintaningrum, SpJP(K),FIHA,FAPSC,FAsCC

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks