alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Pelajar di Lobar Diduga Sebar Foto Bugil Mantan Pacar, Kini Terancam Bui

MATARAM– Kasus yang menimpa  pelajar SMP berinisial LD, perempuan 16 tahun asal Narmada Lobar boleh jadi cerminan lemahnya pengawasan orang tua terhadap penggunaan ponsel pintar. Dia mengirimkan fotonya tanpa busana ke mantan pacarnya, berinisial RA, 17 tahun. ”Kasus ini terjadi karena lemahnya pengawasan orang tua,” kata Kasatreskrim Polresta Mataram AKP Kadek Adi Budi Astawa, Selasa (30/6).

Kasus itu bermula RA dan LD menjalin hubungan asmara. Mereka sudah berpacaran sejak tiga bulan lalu. ”Mereka berkomunikasi melalui handphone secara intens selama berpacaran,” jelasnya.

RA merasa sakit hati, karena merasa diselingkuhi LD. Sejak itu, hubungan mereka renggang. “Hubungan mereka pun berakhir,” bebernya.

RA kerap menghubungi LD. Namun, LD tetap merespons. ”Hingga RA pun meminta bukti cinta LD,” jelasnya.

RA memberikan syarat jika LD masih memiliki cinta, harus mengirimkan fotonya. Dengan syarat tanpa busana. ”LD pun mengiyakan. Dia mengirimkan foto seperti itu,” kata Kadek Adi.

Ada sebanyak tujuh foto bugil yang dikirim LD ke RA. Seiring berjalannya waktu, kisah cinta monyet mereka pun berakhir. ”Karena sakit hati, RA pun menyebarluaskan foto LD ke temannya,” ungkapnya.

Sejak saat itu, RA harus berurusan dengan hukum. Pihak keluarga LD tak menerima tindakan RA. ”Kita menerima laporan dari pihak keluarga korban,” bebernya.

Akibat mentransmisi foto bugil mantan pacarnya, RA dijerat pasal 27 ayat (1) Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

”Untuk deliknya kita pakai UU ITE. Penangannya kita berpedoman pada UU Perlindungan Anak. Dia akan didiversi,” bebernya.

Penydik unit PPA Polresta Mataram tidak menahan RA.”Hanya diwajibkan untuk melapor,” terangnya.

Kadek Adi menekankan, kasus tersebut harus menjadi edukasi bagi masyarakat. Agar para orang tua juga tetap mengawasi anak remaja memegang ponsel pintar. “Jangan sampai ada kasus serupa terjadi,” tandasnya.

Terpisah Dani Hamdani selaku  penasihat hukum di Lembaga Perlindungan Anak  (LPA) NTB mengatakan, dirinya tetap akan mendampingi RA menjalani proses hukumnya. “Saya hanya memberikan pendampingan hukum ke tersangka,” kata Dani.

Bukan hanya saat proses hukumnya, melainkan juga hingga dia selesai menjalani proses hukum. ”Kita berikan pendampingan kepada RA agar dititip di lembaga perlindungan anak, supaya mereka mendapatkan pelatihan dan pembelajaran,” ungkapnya.

Dia sangat menyayangkan kasus seperti ini terjadi. Menurutnya, munculnya kasus tersebut karena lemahnya pengawasan dari orang tua. ”Apalagi, RA sudah putus sekolah, dan tidak tinggal dengan orang tuanya,” ujarnya.

Sudah saatnya, para orang tua mengawasi anak-anaknya bermain handphone. Jangan sampai mengirim foto yang tidak senonoh ke orang lain.  ”Mari kita jaga anak-anak remaja kita agar terhindar dari persoalan seperti ini,” imbaunya. (arl/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Gak Pakai Masker, PNS Bakal Didenda Rp 200 Ribu

Aturan wajib menggunakan masker diberlakukan di Kota Bima. Pemerintah Kota (Pemkot) Bima menegaskan sanksi bagi pelanggar akan mengikuti aturan yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemrov) NTB.

Tiga Dokter dan Delapan Perawat RSUD Dompu Diisolasi

Sebanyak 11 orang Tenaga Kesehatan (Nakes) RSUD Dompu yang sempat kontak dengan HM, pasien positif Covid-19 meninggal dunia menjalani isolasi. Masing-masing tiga dokter dan delapan perawat.

Lamaran Ditolak, Dosen di Bima Tikam Pacar Hingga Tewas

Naas menimpa  Intan Mulyati, 25 tahun warga Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Dia merenggang nyawa ditangan pacarnya sendiri Arif Satriadi, 31 tahun, yang merupakan seorang dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Bima, Rabu (5/8).

Kasus Pengadaan ABBM Poltekes Mataram Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pengadaan alat bantu belajar mengajar (ABBM) Poltekkes Mataram tahun 2016 segera rampung. “Progres cukup bagus. Sebentar lagi naik penyidikan,” kata Kasubdit III Ditreskrimsus Polda NTB Kompol Haris Dinzah, Rabu (5/8).

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Masuk Destinasi Wisata Terpopuler Asia 2020, Lombok Siap Mendunia

”Kalau masuk di ranking dunia artinya kita adalah destinasi yang memang layak untuk dikunjungi,” kata Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) NTB Awanadi Aswinabawa, Rabu (5/8/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Viral Pengunjung “Disko” Pendakian Savana Propok Rinjani Ditutup

Pengelola bukit Savana Propok, Pokdarwis Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba menindaklanjuti video joget para pendaki yang viral di media sosial. “Untuk mengevaluasi hal tersebut, kami akan menutup bukit mulai 8 Agustus,”  kata Ketua Pokdarwis Bebidas Chandra Susanto pada Lombok Post, kemarin (4/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks