alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

Caleg Petahana Merana!

GIRI MENANG-Sejumlah Calon Legislatif (Caleg) DPRD Kabupaten Lombok Barat (Lobar) bakal merana. Menyusul, posisi mereka di kursi dewan lima tahun ke depan terancam digantikan dengan wajah baru.

Perolehan suara para petahana merosot tajam. “Kalau di Dapil Narmada-Lingsar, dari 11 kursi yang tersedia, petahana yang dapat kursi lagi hanya lima, sisanya baru,” ujar Caleg PKPI H Ahmad Zaenuri.

Lima Caleg petahana diprediksi kembali menduduki kursi dewan di Dapil ini diantaranya, Tunik Haryani dari Partai Gerindra, Jumarti dari PPP, Indra Jaya Usman dari Demokrat, Agus Mursalim dari Nasdem, termasuk dirinya selaku petahana dari PKPI.

Enam sisanya dari data perolehan suara sementara timnya di PKPI merupakan wajah baru.

Untuk data beberapa Caleg petahana yang gagal mengamankan kursinya, menurut Zaenuri diantaranya yakni H Rauhul Amin dari Partai Golkar, Fuaduzzakiyah, H Mahrup, Idris Putrawan hingga Widane.

“Ini dari hasi serapan saya, 65 persen masyarakat merasa tidak puas terhadap kinerja para anggota dewan yang sebelumnya telah jadi,” akunya.

Para anggota dewan dinilai kurang membina masyarakat di Dapilnya masing-masing. Ini membuat mereka kecewa sehingga akhirnya menjatuhkan pilihan pada Caleg wajah baru. Ditambah, mereka juga tidak pernah turun ke masyarakat untuk mengawal program yang dulunya pernah dijanjikan saat kampanye.

“Wajar kemudian di tinggal oleh pemilihnya,” sindirnya terhadap rekannya yang tidak terpilih kembali.

Ini diharapkannya bisa menjadi pembelajaran bagi Caleg baru yang nantinya duduk di kursi dewan. Ia meminta mereka yang terpilih tidak langsung melupakan masyarakat yang telah mendukungnya maupun yang tidak mendukungnya. Semua masyarakat dikatakannya harus dibina. “Ini menjadi rahasia saya bertahan tiga periode,” bebernya.

Dari data C1 yang berhasil dikumpulkannya dari para saksi PKPI, Zaenuri mengklaim suara coblos nama mencapai 4.802. Ditambah suara partai, maka perolehan suara yang ia kantongi sekitar 7.029 suara. Cukup untuk kembali mengantarkannya menduduki kursi dewan mewakili masyarakat.

Terpisah, H Rauhul Amin yang coba dikonfirmasi Lombok Post via ponselnya kemarin (1/5) tak bisa dihubungi. Baik melalui panggilan telepon maupun melalui WhatsApp.

Sementara Caleg Dapil Narmada lainnya Tunik Haryani yang dikonfirmasi Lombok Post membenarkan perolehan suaranya memuluskan jalannya kembali menduduki kursi DPRD Lobar. Tunik mengklaim dirinya bersama Partai Gerindra menduduki posisi tertinggi perolehan suara Caleg DPRD Lobar.

“Suara coblos nama sekitar 3.000. Namun akumulasi suara keseluruhan 10.975 untuk nama dan coblos partai. Tertinggi memang Gerindra,” terangnya kepada Lombok Post. (ton/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Sah! Gaji dan Tunjangan PPPK Sama dengan PNS

Penantian panjang honorer K2 yang lulus seleksi tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2019 lalu akhirnya usai sudah. Payung hukum terkait gaji dan tunjangan PPPK telah diterbitkan.

Antisipasi Penyebaran Covid Klaster Kampus!

KONDISI masyarakat pada era tatanan kehidupan baru (new normal) saat ini seolah-olah menggambarkan situasi masyarakat telah beradaptasi dengan tenangnya, kembalinya kehidupan normal saat ini kesadaran kita sebagai masyarakat dalam menghadapi pandemi covid-19 sedikit demi sedikit sudah mulai abai dalam menerapkan pola hidup sehat dalam upaya pencegahan dan memutus rantai penularan virus corona.

Penurunan Kasus Korona di NTB Ternyata Semu

Perubahan warna zona Covid-19 di NTB tidak menentu. Kabupaten Dompu yang sebelumnya digadang-gadang sebagai daerah percontohan kini malah masuk zona merah kasus penularan Covid-19.

Pemerintah Harus Turunkan Harga Tes Swab

TARIF uji usap atau tes swab dinilai masih terlalu mahal. Ketua DPR RI Puan Maharani pun meminta pemerintah mengendalikan tarif tes sebagai salah satu langkah pengendalian dan penanganan penyebaran Covid-19. Jumlah masyarakat yang melakukan tes mandiri akan meningkat ketika harganya lebih terjangkau.

Desa Sekotong Tengah Punya Taman Obat Keluarga

ADA budidaya tanaman obat di Desa Sekotong Tengah, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat. Tanaman obat ini dibudidayakan oleh masyarakat setempat melalui Kelompok Taman Obat Keluarga Suren.

Desa Pesanggrahan Lotim, Tangguh Berkat Kawasan Rumah Pangan Lestari

Desa Pesanggrahan terpilih menjadi Kampung Sehat terbaik di Kecamatan Montong Gading. Desa ini punya Tim Gerak Cepat Pemantau Covid-19 yang sigap. Ekonomi masyarakat juga tetap terjaga meski pandemi melanda.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks