alexametrics
Rabu, 23 September 2020
Rabu, 23 September 2020

Kembalikan Suara yang Hilang

GIRI MENANG-Polemik hilangnya perolehan suara sejumlah Calon Legislatif (Caleg) saat pleno di tingkat kecamatan menjadi persoalan serius. Mengingat Caleg yang mengaku suaranya dicuri tidak hanya satu dua orang.

Namun setelah tim Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) turun melakukan investigasi, perolehan suara tersebut justru diklaim telah dikembalikan oleh petugas PPK.

“Kami berterima kasih kepada Bawaslu yang sudah merespon laporan kami dengan melakukan investigasi di PPK Sekotong. Alhamdulillah setelah ada perbaikan, suara yang semula tidak muncul sudah kembali,” ungkap Caleg DPRD Provinsi Dapil Lobar-KLU dari Partai Gerindra Nauvar Furqony Farinduan.

Pria yang akrab disapa Farin tersebut sebelumnya mengaku telah membuat laporan ke Bawaslu menyertakan bukti dan saksi. Atas dugaan ratusan perolehan suaranya yang justru hilang saat pleno di tingkat Kecamatan Sekotong.

Sejumlah perolehan suara di beberapa TPS di Desa Sekotong Barat dan Desa Cendi Manik diungkapkan Farin tidak sesuai antara dokumen C1 yang dipegang saksinya dengan hasil rekapitulasi petugas PPK Sekotong.

Beruntung, setelah tim Bawaslu Minggu (28/4) lalu turun ke PPK Sekotong untuk melakukan investigasi, perbaikan akhirnya telah dilakukan. “Suara yang semula tidak dimunculkan saat pleno kini sudah diperbaiki. Suara itu muncul di form D-A rekapitulasi kecamatan,” ungkapnya.

Persoalan hilangnya suara Caleg ini diharapkan Farin bisa menjadi pembelajaran ke depan. Karena ini menjadi bukti, demokrasi dalam Pemilu masih mengalami kendala dan hambatan seperti yang terjadi saat ini. Kondisi ini menurutnya tidak hanya merugikan para Caleg, melainkan juga partai yang memang mendapatkan kepercayaan suara masyarakat.

“Kalau kita diam saja, otomatis kan hilang suara itu. Setelah kami membuat laporan akhirnya itu kembali. Ke depan, jangan sampai hal ini terjadi lagi. Kita di Lobar harus mengawal pemilu yang jujur dan adil,” harapnya.

Koordinator Divisi Hukum Penindakan Pelanggaran Bawaslu Lobar Lalu Arjuna kepada Lombok Pos juga mengakui adanya ketidaksesuaian perolehan suara Caleg. Ketidaksesuaian ditemukan dalam proses rekapituasi antara dokumenC1 yang dimiliki saksi dengan pihak PPK Sekotong.

“Kami sudah merekomendasikan untuk dilakukan perbaikan terhadap tidak sinkron-nya apa yang diberikan kepada Caleg. Antara apa yang disampaikan di pleno dan C1 yang diterima saksi. Itu berbeda dengan form D pleno kecamatan,” aku Arjuna, sapaannya.

Padahal, setelah di cek pada form C1 yang dipegang saksi dengan C1 plano yang ada di PPK, itu sudah sesuai. Sehingga ia meminta PPK memperbaiki form DA yang akan dikirim ke kabupaten. Karena form DA inilah yang nantinya akan menjadi acuan KPU Lobar untuk melakukan pleno tingkat kabupaten.

“Yang tidak sesuai itu yang disampaikan oleh PPK,” bebernya.

Bawaslu menegasan proses penghitung ulang tidak perlu dilakuak. Karena PPK tinggal melakan perbaikan data perolehan suara Caleg sesuai yang tertera pada form C1 Plano. “Kalau tidak diperbaiki, maka itu akan masuk tindak pidana yang dilakukan PPK,” ucapnya.

Terpisah, KPU Lobar sore kemarin (1/5) telah mulai melakukan pleno di tingkat kabupaten. Pleno yang dilaksanakan di Hotel Jayakarta itu rencananya akan berlangsung selama tiga hari.

Dalam proses pleno, para saksi ataupun partai dan peserta Pemilu bisa melakukan protes atau melaporkan dugaan ketidaksesuaian perolehan suara yang didapatkan dari hasil pleno kecamatan.

“Kalau ada yang tidak sesuai, ada Bawaslu nanti yang merekomendasikan tindakan apa yang harus kami ambil. Sebelum form D-A itu akan menjadi D-B yang merupakan rekapitulasi tingkat kabupaten. Kalau sudah form D-B ditetapkan itu bisa digugat melalui MK,” tandasnya. (ton/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dorong Pertumbuhan Ekonomi, NTB Promosikan Peluang Investasi

Ini merupakan kegiatan yang diselenggarakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dan Bank Indonesia. ”Pasti ujungnya juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Kepala Perwakilan BI NTB Heru Saptaji.

Efek Pandemi, Transaksi Valas di NTB Melorot 90 Hingga Persen

”Hingga kini pandemi telah memukul telak seluruh kegiatan usaha penukaran valuta asing (kupva) di money changer hingga 90 persen,” kata Darda Subarda, pemilik Money Changer PT Tri Putra Darma Valuta, kepada Lombok Post, Selasa (22/9/2020).

Silky Pudding Drink Lombok, Minuman Kekinian Satu-satunya di Lombok

Minuman ini hadir dengan delapan varian rasa, yakni Red Island, Choco Dream, Magical Blue, dan Beauty Sunset. Juga Baby Queen, Sweet Choco, Deep Purple dan terakhir ada Snlight Choco. “Harganya hanya Rp 13.000 per cup,” kata Ramadarima, pemilik Silky Pudding Drink Lombok.

Sumbawa Gelar Simulasi KBM Tatap Muka

”Masing-masing kecamatan, ada perwakilan atau piloting, minimal dua sekolah yang kami tunjuk,” kata Sahril.

Disdik Kota Mataram Berharap Bantuan Kuota Dimanfaatkan Maksimal

”Kami belum tahu persis, makanya kami akan tunggu petunjuk berikutnya,” ujarnya, pada Lombok Post, Selasa (22/9/2020).

Saatnya Kota Mataram Dipimpin Arsitek

“Tidak bisa kita mengharapkan perubahan, kalau masih memberikan kepemimpinan pada orang yang sama,” kata Ketua Partai Gelora NTB HL Fahrurrozi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks