alexametrics
Minggu, 20 September 2020
Minggu, 20 September 2020

Cara Unik Imam, Warga Desa Sesaot Mendulang Rupiah

Kegelisahan hati Imam Ibnu Umar sudah tak tertahankan lagi melihat anaknya tak bisa lepas dari gadget smartphone. Ia memutar otak mencari cara mencegah anaknya kecanduan. Uniknya, caranya menjauhkan anaknya dari smartphone jutsru mendatangkan rezeki.

HAMDANI WATHONI, Giri Menang.

==============================

Kolam pemandian Desa Sesaot Sabtu (29/6) lalu terlihat ramai. Anak-anak asik berenang di kolam yang bersumber dari mata air hutan sesot tersebut. Kolam ini disebut kolam Micky Mouse oleh warga setempat. Karena bentuk kolamnya memang menyerupai tokoh animasi kartun Micky Mouse. Lokasinya tak jauh dari Kantor Desa Sesaot.

Di samping kolam, ada sungai mengalir yang memiliki air jenih. Di atasnya ada jembatan pelangi berwarna-warni. Pepohonan rindang menghembuskan udara yang menyegarkan pikiran.

Wajar kemudian destinasi wisata ini menjadi salah satu favorit warga Lombok Barat (Lobar) dan sekitarnya untuk berlibur. Namun bukan keberadaan kolam ini yang menarik perhatian wartawan Lombok Post. Melainkan sejumlah anak-anak yang bederet asik menggambar.

Cat warna-warni di dekat mereka dioleskan di atas wadah sterofoam persegi yang dibuat sebagai wadah lukisan. Sterofoam ini dilukis dengan berbagai macam gambar animasi kartun, hewan hingga pemandangan. Kemudian anak-anak yang datang duduk di atas kursi plastic kecil. Mewarnai gambar dengan cat dan kuas yang telah disediakan.

“Anak-anak bisa warnai sediri gambar yang dipilih. Nanti hasil mewarnai itu bisa dibawa pulang jadi karya mereka. Bayarnya Rp 10 ribu saja,” ungkap Imam Ibnu Umar pemilik usaha wahana mewarnai di Desa Sesaot kepada Lombok Post.

Satu per satu, anak-anak yang datang ke kolam Micky Mouse terlihat penasaran. Mereka tak bisa menyembunyikan ketertarikannya untuk menggambar kartun yang ada di wadah sterofoam. Anak-anak ini menarik orang tuanya agar mau memfasilitasinya untuk mewarnai gambar tersebut.

“Ada yang dari Lombok Timur, Mataram, bahkan sampai Lombok Tengah. Kebetulan kan lagi musim libur sekolah, jadi banyak anak-anak yang datang kemari,” tutur Imam.

Dalam sehari, ia mengaku bisa mendapatkan pelanggan mencapai ratusan orang. Bahkan di hari pertamanya, tak kurang dari 500 anak yang datang berlibur ke kolam Micky Mouse itu.

“Alhamdulillah siang ini saja sudah dapat Rp 200 ribu lebih,” syukurnya akhir pekan lalu.

Usaha mewarnai yang dilakukan Imam berawal ketika ia mengajarkan anaknya yang masih duduk di Taman Kanak-kanak menggambar. Waktu itu ia memilih menggunakan wadah sterofoam yang kebetulan tidak digunakan di rumahnya.

“Saya ngajari anak mewarnai terus terang karena risih melihat dia kecanduan main HP terus. Dia nggak bisa lepas dari HP. Saya khawatir berdampak pada kesehatan matanya,” ungkapnya.

Sehingga ia mencoba mengalihkan aktivitas putranya dengan mewarnai. “Dari sana saya pikir mungkin ini bisa jadi uang kalau saya kembangkan di sektor pariwisata Sesaot. Kebetulan saya juga usaha penyewaan ban pelampung di kolam ini (kolam Micky Mouse, Red),” aku pria dua anak ini.

Ia meminta anaknya untuk mewarnai sejumlah gambar kartun di lokasi pemandian kolam renang. Hal ini ternyata memancing minat anak lainnya untuk ikut menggambar. Maka ia pun menarik biaya Rp 10 ribu bagi anak yang ingin mewarnai. Hasil mewarnai gambar di atas sterofoam itu bisa dibawa pulang.

“Gambarnya saya minta tolong teman agar disablon di atas sterofoam. Biayanya Rp 1.000 per gambar. Karena saya yang menyediakan alatnya mulai dari sterofoam, cat, kuas hingga yang lainnya. Modalnya sekitar Rp 1 juta,” bebernya.

Tak disangka, banyak anak-anak yang berminat mewarnai di wahana yang ia sediakan. Tiga hari menjalankan usahanya, modal Imam sudah kembali. Tinggal kini ia mencari keuntungan dari bahan yang masih tersisa banyak. Namun yang terpenting bagi Imam, bukan hanya masalah keuntungan. Ia hanya berharap kecanduan anak-anak terhadap gadget sejak kecil bisa berkurang.

Kini, selain berenang, anak-anak yang datang ke Sesaot bisa juga belajar mewarnai. Sehingga, kolam pemandian Micky Mouse di Desa Sesaot berubah menjadi wahana rekreasi sekaligus edukasi.

“Jadi sekarang selain berenang anak bisa mewarnai gambar. Alhamdulillah para orang tua juga senang melihat anaknya datang. Karena mereka bisa menggambar di lokasi alam langsung,” pungkasnya. (*/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.

14 Ribu UMKM Lombok Utara Diusulkan Terima Banpres

Jumlah UMKM KLU yang diusulkan menerima bantuan presiden (Banpres) Rp 2,4 juta bertambah. Dari sebelumnya hanya 4. 890, kini tercatat ada 14 ribu UMKM. ”Itu berdasarkan laporan kabid saya, sudah 14 ribu UMKM yang tercatat dan diusulkan ke pusat,” ujar Plh Kepala Diskoperindag KLU HM Najib, kemarin (18/9).

Cegah Penyimpangan, Bupati Lobar Amankan 640 Dokumen Aset Daerah

Dinas Arsip dan Perpustakaan Lombok Barat (Lobar) terus mencari dokumen-dokumen aset milik pemkab. ”Kalau arsip (dokumen) hilang, aset daerah juga melayang,” kata Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Lobar H Muhammad Yamil.

Penuh Sampah, Warga Dasan Geres Turun Bersihkan Sungai

Pola hidup bersih digalakkan warga di Lingkungan Dasan Geres Tengah. Salah satunya melalui program sungai bersih. ”Kita ciptakan lingkungan bersih dan asri,” kata Lurah Dasan Geres Hulaifi, kemarin.

Perintah Menteri, RT Wajib Bentuk Satgas Penaganan Covid-19

Upaya menekan penyebaran virus COVID-19 masih harus gencar. Salah satu kebijakan baru yang digagas adalah mewajibkan membentuk satgas penanganan COVID-19 hingga level kelurahan, dusun atau RT/RW. Satgas tersebut nantinya bertugas mengawal pelaksanaan kebijakan satgas pusat di lapangan.

Senggigi Telah Kembali (Bagian-2)

SELAMA berminggu-minggu “kegiatan tidak berarti ini” dilaksanakan tanpa ada maksud apa-apa kecuali biar sampah tidak menumpuk. Namun keberartian “kegiatan tidak berarti ini” justru menjadi simpul efektif dari kebersamaan dan rasa senasib sepenangungan seluruh komponen yang ikut bergotong royong.

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.
Enable Notifications    Ok No thanks