alexametrics
Senin, 28 September 2020
Senin, 28 September 2020

Dinas Pariwisata Jangan Tidur!

GIRI MENANG-Sektor pariwisata menjadi salah satu andalan Lombok Barat (Lobar) untuk mendulang Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sayangnya perhatian Pemkab Lobar terhadap sektor pariwisata dianggap masih belum maksimal. Ketimpangan pembangunan sektor pariwisata masih terjadi di Lobar.

“Dari dulu saya berbicara, kita punya situs sejarah (di Narmada-Lingsar) kalau tidak dirawat dengan baik dan tidak dikelola penataannya lama-lama akan dilupakan masyarakat,” sesal anggota DPRD Lobar Dapil Narmada Tunik Haryani.

Politisi Gerindra ini mengaku sangat miris melihat kondisi pariwisata wilayah Narmada saat ini. Karena perlahan keberadaan destinasi wisata ini mulai ditinggalkan. Ia mengatakan, anak muda yang ada di wilayah Narmada lebih senang berkunjung ke destinasi wisata lain ketimbang mengembangkan pariwisata daerahnya sendiri. Ini dikarenakan kurangnya sentuhan dan keterlibatan Pemda dalam membina mereka.

Lobar diakuinya menjadi salah satu daerah yang terdampak gempa. Namun ini tidak boleh menjadi alasan untuk kemudian berlarut-larut melalaikan inovasi dan promosi pariwisata. Karena pariwisata Lobar dinilai Tuniq sudah tertinggal jauh dari daerah lain yang ada di NTB.

“Saya nggak habis pikir apa mereka tidur atau nggak peduli. Pura-pura nggak tahu tentang Narmada dan Lingsar. Kemana Kadis Pariwisata? Genjotan apa yang sudah dilakukan?” tanyanya.

Taman Narmada dan Lingsar dikatakan Tuniq saat ini sudah mati suri. Sehingga ia berharap pemerintah daerah bisa bekerja sama dengan pelaku pariwisata untuk gencar melakukan promosi dengan mengadakan sejumlah event di wilayah Narmada-Lingsar. Tidak hanya melakukan rutinitas yang sudah ada. “Kalau masyarakat atau pelaku wisata dilibatkan saya rasa tidak akan seperti ini,” ungkapnya.

Tunik juga meminta Dinas Pariwisata Lobar membuka mata melihat sejumlah potensi destinasi wisata yang ada di Narmada-Lingsar. Misalnya saja Masjid Ridwan yang memiliki arsitektur Cina di Desa Pakuan. Ini menurutnya potensi yang sangat bagus untuk dikembangkan. Begitu juga dengan air terjun yang ada di desa ini.

“Pemerintah dan Dinas Pariwisata harus gencar promosi. Kalau hanya mengandalkan pelaku wisata setempat tanpa ada dukungan pemerintah samimawaon orang Jawa bilang ‘sama saja’ dengan yang lain,” sindirinya.

Tunik membeberkan banyak destinasi wisata yang bisa dikembangkan di wilayah Narmada selain yang sudah banyak dikenal saat ini. Misalnya Gua Lawah yang ada di Lembah Sempage. Sayangnya banyak yang masih belum tahu.

Kepala Dinas pariwisata Lobar Ispan Junaidi yang dikonfirmasi Lombok Post kemarin belum memberikan respons. Dihubungi melalui panggilan telepon, Ispan me-reject panggilan telepon Lombok Post. Sementara dikonfirmasi melalaui pesan WhatsApp, ia belum juga memberikan balasan. Begitu juga dengan Sekretarisnya Lalu Ahmad Satriadi yang dikonfrimasi melalai WhatsApp. Ia belum memberikan respons. (ton)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Belum Terima Bantuan Kuota, Siswa Diminta Lapor ke Sekolah

Bantuan subsidi kuota internet 2020 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) resmi dikucurkan sejak Selasa (22/9). Kuota diberikan bertahap. Bila hingga batas waktu belum menerima, peserta didik dan pendidik dipersilahkan lapor.

Penataan Kawasan Wisata Senggigi Dimulai

Penataan kawasan wisata Senggigi direalisasikan Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Barat (Lobar). Sayang, dari tujuh proyek dalam perencanaan, hanya lima yang bisa dieksekusi.

LPPOM MUI NTB Target Sertifikasi Halal 125 Usaha Rampung Tahun Ini

”Rinciannya, dari Dinas Perindustrian NTB dan pusat sebanyak 75 usaha, serta Dinas Koperasi Lombok Barat sebanyak 50 usaha,” katanya, kepada Lombok Post, Rabu (23/9/2020).

Solusi BDR Daring, Sekolah Diminta Maksimalkan Peran Guru BK

Jika terkendala akses dan jaringan internet, layanan dilaksanakan dengan pola guru kunjung atau home visit. ”Di sanalah mereka akan bertemu dengan siswa, orang tua, keluarga. Apa permasalahan yang dihadapi, kemudiann dibantu memecahkan masalah,” pungkas Sugeng.

Subsidi Kuota Internet, Daerah Blank Spot di NTB Pertanyakan Manfaat

”Kalau jangkauan towernya luas, tentu ini sangat menunjang sekaligus mendukung pemanfaatan kebijakan pusat,” tandasnya.

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.

Trailer Film MOHAN Bikin Baper

Kreativitas sineas Kota Mataram terasa bergairah. Ditandai dengan garapan film bergenre drama romantic berjudul ‘Mohan’ yang disutradai Trish Pradana. Film yang direncanakan berdurasi sekitar 35 menit ini mengisahkan perjalanan asmara Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskan dengan istrinya Hj Kinastri Roliskana. Film Mohan dijadwalkan mulai tayang Bulan Oktober mendatang.
Enable Notifications    Ok No thanks