alexametrics
Jumat, 27 November 2020
Jumat, 27 November 2020

Sambut Penilai Tingkat Provinsi Desa Kuripan Siapkan 14 Inovasi

Desa Kuripan telah dinilai tim penilai Lomba Kampung Sehat tingkat Provinsi awal pekan ini. Rupanya sebelum tim turun, tim penilai tingkat provinsi telah melakukan penilaian secara tertutup terlebih dahulu. Nah, sebagai juara pertama Lomba Kampung Sehat di Lombok Barat, Desa Kuripan telah siap sepenuhnya dengan penilaian tersebut. Desa ini menyiapkan sedikitnya 14 inovasi. Apa saja?

————————-

 

TIM Penilai Kampung Sehat Tingkat Provinsi disambut dengan meriah begitu tiba di Desa Kuripan. Ada tarian gendang beleq dan peresean di depan Gerbang Kantor Desa Kuripan.  Ada pula tari pendet.

Sejumlah Pejabat Pemkab Lombok Barat hadir dalam penilaian tersebut. Antara lain Asisten I Agus Gunawan, Kepala Dinas PMD Lalu Edy Sadikin, Kepala Dinas Sosial Lalu Marta Jaya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan H Nasrun. Hadir pula Camat Kuripan, Tokoh Agama, dan Tokoh Masyarakat Desa Kuripan.

Di hadapan tim penilai, Kepala Desa Kuripan Hasbi mengatakan, sejak merebaknya Covid-19, Pemerintah Desa Kuripan bersama tiga pilarnya yaitu TNI dan Polri tiada henti menghimbau masyarakat khususnya di tempat-tempat umum untuk selalu menjaga keamanan. Juga menjaga kesehatan dan kebersihan, sehingga penularan Covid-19 bisa ditekan sejak dini.

Hasbi kemudian menjelaskan bagaimana pihaknya telah mengembangkan inovasi untuk menanggulangi dampak pandemi covid-19 ini. Inovasi pertama adalah, pihaknya menerbitkan Peraturan Desa tentang Area Bebas Rokok untuk melindungi kesehatan masyarakat dari asap rokok.

Pihaknya jua kata Hasbi menyiapkan balai isolasi mandiri bagi warga yang baru datang dari luar daerah. Keluarga yang menjalani isolasi mandiri tersebut kemudian mendapat bantuan sembako selama 14 hari.

Berikutnya, pihak desa kata Hasbi, menginisiasi tempat cuci tangan pakai sabun yang merupakan karya UMKM Desa Kuripan. Alat mencuci tangan tersebut dioperasikan tanpa harus menyentuhnya dengan tangan. Selanjutnya, Desa membuat peraturan tentang penggunaan produk  lokal unggulan desa. Dengan aturan tersebut, seluruh instansi yang ada di Desa Kuripan jika mengadakan acara, wajib menggunakan produk lokal hasil UMKM Desa Kuripan.

“Kami juga membentuk Kelompok Wanita Tani untuk memanfaatkan tanah pekarangan sekitar rumah untuk ditanami berupa tanaman sayur mayor,” kata Hasbi. Tanaman tersebut dalam bentuk polybag maupun hidroponik.

Inovasi berikutnya, pembentukan rumah Sampah Kuripan Lestari dalam mengelola sampah. Juga membuat Kampung Moto GP dalam rangkan menyambut event Moto GP 2021 di Mandalika, Lombok Tengah. “Kami juga menyelenggarakan lomba RT Sehat dan gerakan jumat bersih. Juga menerbitkan Perdes tentang Dendeq Merariq Kodeq,” kata Hasbi.

Dan terakhir, pihaknya menyiapkan call centre 24 jam Keamanan untuk menjaga keamanan dan ketertiban di Desa Kuripan.

Asisten I Pemkab Lobar Agus Gunawan dalam sambutannya menyampaikan bahwa ada lima desa yang mewakili Lombok Barat untuk berkompetisi dalam Lomba Kampung Sehat tingkat Provinsi NTB. Sebanyak tiga desa berada dalam wilayah hukum Polres Lombok Barat. Sementara dua desa lainnya masuk dalam wilayah hukum Polresta Mataram.

“Mudah-mudahan dari lima wakil Lombok Barat, Insya Allah ke-5 nya bisa nominasi 5 besar di Lomba Kampung Sehat Tingkat Provinsi NTB,” katanya.

Karena sesuai dengan perintah Bupati, Pemkab Lobar memang harus all out karena tujuannya bukan hanya mengejar juara. Tetapi yang paling penting adalah bisa memutus rantai penyebaran Covid-19 dengan meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pencegahan penularan Covid-19.

“Dengan Lomba Kampung Sehat ini tingkat partisipasi masyarakat dalam pencegahan Covid-19 ini terbukti meningkat,” katanya.

Agus juga mengungkapkan bahwa pola Lomba Kampung Sehat ini akan terus dikembangkan oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Barat karena setiap tahun mengadakan Lomba Desa.

“Tahun depan dengan mengadopsi  indikator Lomba Kampung Sehat Pemerintah Lombok Barat akan mengadakan Lomba Desa yang disebut dengan Lomba Desa Mantap,” ungkapnya.

Sementara itu Ketua Tim Penilai Lomba Kampung Sehat Tingkat Provinsi Joko Jumadi mengatakan, Desa Kuripan ini adalah Desa yang ke-19 yang telah dinilai. Penilaian yang dilakukan hari tersebut kata Joko sifatnya lebih kepada verifikasi dan validasi terhadap yang sudah dipaparkan dan verifikasi terhadap temuan-temuan di lapangan karena sebelumnya tim penilai sudah berkeliling di Desa Kuripan tanpa pemberitahuan kepada pemerintah desa.

Joko menekankan, Lomba Kampung Sehat bukan sekedar lomba. Sebab, kalau sekadar lomba, maka begitu ada pemenang, maka selesai. Namun, Lomba Kampung Sehat tidak menginginkan hal tersebut. Lomba ini dihajatkan agar pencapaian yang sudah dicapai semua desa dapat berkelanjutan. Seperti menjalankan protokol kesehatan seperti menjaga jarak, memakai masker, menghindari kerumunan, dan mencuci tangan.

“Itu agar terus menjadi budaya yang melekat di masyarakat karena hanya itu saja yang bisa dilakukan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19,’’ terangnya.

Dijelaskannya, setelah 5 Desember 2020, masih akan ada penilaian lanjutan Lomba Kampung Sehat yang akan mernjadi penilaian secara tertutup. Yakni mengecek mana desa-desa yang masih konsisten menerapkan protokol Covid-19 sebagaimana indikator-indikator ada dalam penilaian Kampung Sehat. (kus/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Mandiri Syariah Launching Fitur E-mas di Mandiri Syariah Mobile

Berdasarkan tren dan kebutuhan customer tersebut, kami melakukan inovasi produk layanan digital berbasis emas melalui fitur e-mas di MSM,” jelas Syafii.

Rumah Ditandai, Ratusan Penerima PKH Mendadak Mengaku Mampu

Langkah yang dilakukan Dinas Sosial Kota Mataram cukup ampuh untuk memverifikasi data penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Setelah melakukan labelisasi di rumah warga penerima PKH, ratusan warga mendadak menyatakan diri sebagai keluarga mampu alias memutuskan keluar dari program PKH.

Makmur : Warga Mataram Pemilih Cerdas

Kritik terhadap jalannya debat Pilkada Kota Mataram yang telah terlaksana dua kali datang dari sejumlah pihak. Banyak yang menilai debat monoton, datar bahkan ada yang mensinyalir debat sebagai sebuah konspirasi.

Ini Dia Morikai, Masker Wajah dari Daun Kelor Bikin Wajah Kinclong

Nurul Rahmadani begitu kreatif. Perempuan jebolan Agri Bisnis Universtas Mataram ini memanfaatkan daun kelor sebagai bahan kosmetik. Terutama masker wajah.

Peluang Raih Hati Pemilih Mataram di Debat Terakhir

Sejauh ini, beberapa lembaga survei mengunggulkan H Mohan Roliskana-TGH Mujiburrahman (Harum). Elektabilitas pasangan ini disebut jauh meninggalkan tiga pasangan lain.

HARUM Buka Ruang Kreatif untuk Pemuda MATARAM

Gelombang revolusi industri 4.0 telah membawa perubahan fundamental pada berbagai tatanan kehidupan global. Hal ini ditandai dengan semakin berkembangnya kreativitas dan inovasi berbasis pemanfaatan teknologi informasi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Kisah Sukses Juragan Lobster NTB : Sekali Panen Rp 1 Miliar

Budi daya lobster sungguh menjanjikan. Inilah hikayat mereka-mereka yang hidupnya berbalik 180 derajat karena lobster. Sekali panen, ratusan juta hingga Rp 1 miliar bisa...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Rumah Ditandai, Ratusan Penerima PKH Mendadak Mengaku Mampu

Langkah yang dilakukan Dinas Sosial Kota Mataram cukup ampuh untuk memverifikasi data penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Setelah melakukan labelisasi di rumah warga penerima PKH, ratusan warga mendadak menyatakan diri sebagai keluarga mampu alias memutuskan keluar dari program PKH.

Akta Kelahiran Anak Kini Bisa Dibuat tanpa Buku Nikah

Akta kelahiran anak kini bisa dibuat tanpa melampirkan buku nikah atau akta nikah orang tua. “Sekarang ada namanya SPTJM (Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak) pernikahan sebagai syarat buat akta kelahiran,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Mataram Chairul Anwar.
Enable Notifications    OK No thanks