alexametrics
Minggu, 9 Agustus 2020
Minggu, 9 Agustus 2020

Miris, Tempat Karantina Korona di Lobar Tak Ada Sabun dan Hand Sanitizer

GIRI MENANG-Pemkab Lombok Barat (Lobar) mengarahkan semua warga yang datang dari luar daerah untuk dikarantina. Sayangnya, lokasi karantina yang ada di SKB Gunungsari dianggap tidak siap.

“Saya pagi-pagi ditelepon masyarakat yang mengeluhkan lokasi karantina. Di sana tidak ada sabun dan hand sanitizer, bagaimana mau mengkarantina orang?” sesal Ketua DPRD Lobar Hj Nurhidayah, kemarin (2/4/2020).

Politisi asal Gunungsari ini menyesalkan persiapan Pemda Lobar khususnya satgas korona yang terkesan tidak siap. Khususnya menerima dan mengkarantina warga yang datang dari luar daerah atau daerah terjangkit.

Ia khawatir, justru mereka yang dikarantina bukan lebih baik. Mengingat tidak ada fasilitas pendukung di lokasi karantina. Hal ini tentu juga membuat warga di sekitar SKB Gunungsari menjadi semakin khawatir. “Harus diperhatikan dengan benar siapa yang bertanggung jawab untuk karantina ini dan apa saja yang dibutuhkan,” pintanya.

Terpisah, Kabid Yankes Dinas Kesehatan Lobar Zulkifi membenarkan fasilitas yang sangat terbatas di SKB Gunungsari sebagai lokasi karantina. “Betul, tidak ada sabun dan perlengkapan mandi lainnya,” akunya.

Kondisi ini pun dikeluhkan setidaknya delapan santri yang ada di lokasi karantina. Mereka rencananya akan diobservasi selama tiga hari sebelum dipulangkan untuk melakukan isolasi mandiri di rumahnya.

“Ini harusnya ranahnya Dinas Sosial (menyiapkan sabun dan handsanitizer. Tapi tadi saya sudah belikan untuk yang butuh segera, dan masih ada stok di sekretariat kesehatan sekitar sembilan biji sabun,” bebernya.

Selain delapan orang yang sudah dikarantina di SKB Gunugsari, 75 santri yang pulang dari Jatim juga akan diarahkan ke sana. Segala prosedur isolasi dan pencegahan lainnya diklaim sudah diterapkan. Mereka yang dikarantina di SKB Gunungsari ini nantinya akan ditetapkan sebagai ODP. (ton/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dewan Lombok Barat Minta Pekerja Hiburan Malam Jalni Rapid Test

Antisipasi penyebaran covid di tempat hiburan malam bisa lebih ketat. DPRD Lombok Barat (Lobar) mengusulkan para pekerja hiburan malam untuk dirapid test. ”Ini juga masuk bagian protokol kesehatan,” kata Ketua DPRD Lobar Hj Nur Hidayah, Jumat (7/8)

Fitch Ratings Indonesia Naikkan Peringkat Bank Bukopin Jadi AA-

Peringkat Nasional Jangka Panjang Bank Bukopin dinaikkan menjadi ‘AA-(idn)’ dari ‘BBB+(idn)’

Mata Air Lombok Utara Hanya Tersisa 77 Titik

Pemerintah KLU mencatat jumlah mata air potensial hanya tersisa 77 titik. Angka potensial itu terdeteksi sangat minim, dibandingkan total 238 mata air yang sebelumnya ada.

NTB Tuan Rumah Festival Ekonomi Syariah 2020

Provinsi NTB terpilih menjadi tuan rumah penyelenggaraan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) atau Festival Ekonomi Syariah Indonesia ke-7 tahun 2020. ”Provinsi NTB sekaligus menjadi koordinator penyelenggaraan festival tahun ini,” kata Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam pembukaan ISEF 2020 secara virtual, Jumat (7/8).

Layangan Nyangkut Ganggu Jaringan Listrik Lombok

MATARAM-Akhir-akhir ini layang-layang kerap mengganggu aktivitas warga. Layangan putus banyak nyangkut di jaringan listrik PLN. Akibatnya listrik harus dipadamkan. ”PLN mencatat beberapa kali gangguan listrik yang disebabkan oleh layang layang,” kata Manager PLN UP3 Mataram Dony Noor Gustiarsyah, Jumat (7/8).

Tahun ini NTB Butuh Rp 8,3 Miliar Tangani Kekeringan

Seperti tahun-tahun sebelumnya, dana penanganan kekeringan tidak pernah sedikit. Tahun ini, BPBD NTB kembali mengusulkan dana hingga Rp 8,3 miliar lebih untuk atasi bencana kekeringan. ”Ini sedang kami usulkan mudahan dananya tersedia,” kata Plt Kepala Pelaksana BPBD NTB H Ahmadi, Jumat  (7/8).

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

TGB Dukung Mohan, Bang Zul Jagokan Selly di Mataram

Jika Bang Zul (panggilan akrab H Zulkieflimansyah) mendukung pasangan Hj Putu Selly Andayani-TGH Abdul Manan (paket Salaman). Maka tidak dengan TGB. Pria yang berkuasa selama 10 tahun di NTB itu memilih mendukung pasangan H Mohan Roliskana-TGH Mujibburahman (pasangan Harum).

Idola Baru Wisatawan, Bukit Pal Jepang Terapkan Sistem Booking Online

Begitu dibuka, Bukit Pal Jepang Desa Sapit, Kecamatan Suela, jadi incaran wisatawan. Dalam sebulan, bukit dengan ketinggian 2.300 meter di atas permukaan laut itu sudah didaki 3.550 wisatawan. Ibarat tengah berpuasa, inilah waktunya berbuka, setelah selama pandemi Covid-19 menahan dahaga akan sepinya wisatawan.
Enable Notifications.    Ok No thanks