alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

Kursi Kosong Warnai Penyampaian Visi-Misi Bupati

GIRI MENANG-Bupati dan Wakil Bupati Lombok Barat (Lobar) H Fauzan Khalid-Hj Sumiatun untuk kali pertama menggelar pertemuan dengan anggota DPRD Lobar kemarin (2/5). Dalam pertemuan tersebut, bupati dan wakil bupati menyampaikan visi misinya untuk membangun Lobar lima tahun ke depan.

Sayangnya, tak sampai setengah dari jumlah anggota DPRD Lobar yang hadir mendengarkan visi misi bupati dan wakilnya. “Salah satunya (alasan ketidakhadiran) sibuk berdoa mengamankan suara,” ujar Ketua DPRD Imam Kafali kepada wartawan.

Imam membantah ketidakhadiran anggota dewan akibat sebagian dari mereka tidak terpilih kembali. Karena ia mengklaim banyak anggota dewan yang tidak terpilih juga hadir dalam pertemuan untuk mendengarkan visi misi bupati tersebut. “Banyaknya yang tidak lolos juga hadir, tapi memang pertemuan ini tidak membutuhkan kuorum,” kelitnya.

Ia juga membantah para anggota dewan cuek dengan kehadiran bupati dan wakil bupati yang baru dilantik 23 April lalu. “Bukan cuek, tapi lelah berangen (menunggu hasil pleno penghitungan suara) sampai kurang tidur makanya mungkin nggak kelolosan tidak hadir. Tapi sudah kami undang semuanya bahkan menelepon mereka untuk memastikan kehadirannya,” imbuhnya.

Dari pantauan Lombok Post, dari total 45 anggota DPRD Lobar, tak sampai setengahnya yang hadir. Ini membuat pemandangan kursi kosong di parlemen mendominasi penyampaian visi-misi bupati.

Sementara itu, Bupati Lobar H Fauzan Khalid dalam penyampaian visi misinya memaparkan sejumlah program dan rencana besarnya membangun Lobar lima tahun ke depan. Mulai dari pembangunan di bidang infrastruktur, ekonomi, kesehatan hingga pendidikan.

“Kami ingin mewujudkan Lombok Barat yang mantap. Itu merupakan akronim dari kierja yang amanah guna mewujudkan Lobar yang sejahtera dan berprestasi dilandasi nilai Patut Patuh Patju,” papar Fauzan.

Ia menjabarkan visi misinya yang pertama yakni ingin mewujudkan birokrasi profesional yang melayani dengan berbasis transparansi, hingga akuntabilitas. Fauzan juga ingin membangun sosial ekonomi dan infrastruktur secara berkeadilan.

“Kemudian berprestasi kita ingin Lobar bisa berinovasi dan berkompetisi baik tingkat regional maupun nasional,” paparnya. (ton/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dompu Zona Merah, Simulasi KBM Tatap Muka Dua Sekolah Distop

Rinciannya, SMAN 1 dan 2 Kilo, SMAN 1 dan 3 Pekat, SMAN 1 Kempo, SMKN 1 Manggalewa, SMKN 2 Dompu, dan SMAN 1 Hu’u. Namun, hanya simulasi di SMKN 2 Dompu dan SMAN 1 Hu’u yang dihentikan. ”Pertimbangannya, karena sekolah itu ada di wilayah kota dan dekat kota, sebagai pusat penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Cegah Penyakit Jantung di Masa Pandemi

dr. Yusra Pintaningrum, SpJP(K),FIHA,FAPSC,FAsCC

Sah! Gaji dan Tunjangan PPPK Sama dengan PNS

Penantian panjang honorer K2 yang lulus seleksi tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2019 lalu akhirnya usai sudah. Payung hukum terkait gaji dan tunjangan PPPK telah diterbitkan.

Antisipasi Penyebaran Covid Klaster Kampus!

KONDISI masyarakat pada era tatanan kehidupan baru (new normal) saat ini seolah-olah menggambarkan situasi masyarakat telah beradaptasi dengan tenangnya, kembalinya kehidupan normal saat ini kesadaran kita sebagai masyarakat dalam menghadapi pandemi covid-19 sedikit demi sedikit sudah mulai abai dalam menerapkan pola hidup sehat dalam upaya pencegahan dan memutus rantai penularan virus corona.

Penurunan Kasus Korona di NTB Ternyata Semu

Perubahan warna zona Covid-19 di NTB tidak menentu. Kabupaten Dompu yang sebelumnya digadang-gadang sebagai daerah percontohan kini malah masuk zona merah kasus penularan Covid-19.

Pemerintah Harus Turunkan Harga Tes Swab

TARIF uji usap atau tes swab dinilai masih terlalu mahal. Ketua DPR RI Puan Maharani pun meminta pemerintah mengendalikan tarif tes sebagai salah satu langkah pengendalian dan penanganan penyebaran Covid-19. Jumlah masyarakat yang melakukan tes mandiri akan meningkat ketika harganya lebih terjangkau.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks