alexametrics
Sabtu, 26 September 2020
Sabtu, 26 September 2020

Suara Prabowo dan Jokowi Tertukar

GIRI MENANG-Para pendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo-Sandi gusar. Menyusul beredarnya gambar di media sosial yang berisi salinan C1 perolehan Prabowo-Sandi yang tertukar dengan perolehan pasangan Capres-Cawapres 01 Jokowi-Ma’ruf Amin di TPS 10 Gerung Utara.

Pasangan Prabowo-Sandi yang seharusnya mendapatkan perolehan suara 200 justru di Sistem Penghitungan (Situng) mendapatkan 20 suara. Sebaliknya pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin yang mendapatkan perolehan 20 suara justru dalam scan C1 Situng KPU mendapatkan 200 suara.

“Yaokkkkk..pacuan kek (yang benar saja),” tulis akun facebook Saeful Anwar sambil membagikan gambar kekeliruan data C1 yang diinput KPU dengan C1 Plano hasil penghitungan.

Postingannya ini pun mendapatkan komentar dari sejumlah pemilik akun lainnya. Mulai dari pemilik akun yang mengecam KPU hingga yang mempertanyakan kebenaran informasi ini. Tak hanya akun Saeful Anwar, akun Omy Mansur serta beberapa akun lainnya juga membagikan foto mengenai perolehan suara capres ini.

Mengklarifikasi persoalan ini, Ketua Panitia Pemungutan Kecamatan Gerung Ahmad Alhaidir tidak menampik kebenaran informasi yang beredar. Namun ia menegaskan kekeliruan tersebut sudah diperbaiki di tingkat kecamatan.

“Sudah kami perbaiki di pleno tingkat kecamatan kemarin sesuai dengan C1 plano dan saksi menerimanya. Jadi perolehan 01 (Jokowi-Ma’ruf Amin) 20, dan 02 (Prabowo-Sandi) 200,” jelasnya.

Kekeliruan dikatakannya terjadi di tingkat TPS ketika proses penyalinan C1. Petugas PPS disinyalir mengirimkan data perolehan suara pasangan Capres-Cawapres yang tertukar. Sehingga ini yang kemudian diinput oleh KPU masuk ke dalam Situng. “KPU cuma men-scan apa yang dikirim dari TPS,” jelasnya.

Koordinator Situng KPU Lombok Barat (Lobar) Burhanudin yang dikonfirmasi Lombok Post mengenai persoalan ini membenarkan adanya kekeliruan yang dilakukan pihak TPS.

“Kami di situng memang mengikuti sesuai form C1. Yang dikirimkan dari TPS Prabowo danapt 20 dan Jokowi dapat 200 jadi kami ikuti yang itu,” terang dia kepada Lombok Post.

Namun untuk data C1 plano yang sudah terpampang menurutnya memang sudah benar. C1 plano ini yang kemudian diikuti oleh PPK Gerung untuk perbaikan. Sementara pihak KPU sebelumnya memang menginput data C1 yang keliru ke dalam Situng KPU.

“Tapi hasilnya sudah diperbaiki di tingkat PPK. Itu sudah dilakukan,” ucapnya meyakinkan.

Terkait anggapan KPU mengubah data perolehan suara yang sebenarnya, Burhan membantah hal tersebut. Pihaknya dijelaskannya hanya menginput data C1 dari PPS. “Nanti pleno yang memperbaiki. Karena nanti yang diikuti nanti C1 plano sebagai dasar memperbaiki,” ucapnya.

Pokok persoalannya saat ini, gambar yang beredar adalah perbandingan antara data perolehan suara di dokumen C1 plano dan data C1. Dalam C1 plano tertulis perolehan suara Jokowi-Ma’ruf Amin 20 sedangkan Prabowo-Sandi 200. Namun dalam C1 yang dikirim petugas PPS Gerung Utara ke KPU Lobar justru terbalik.

“Penjelasan dari PPK kemungkinan ngantuk atau salah tulis. Itu kesalahan di KPPS dan sudah diperbaiki di tingkat PPK,” pungkasnya. (ton/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Penataan Kawasan Wisata Senggigi Dimulai

Penataan kawasan wisata Senggigi direalisasikan Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Barat (Lobar). Sayang, dari tujuh proyek dalam perencanaan, hanya lima yang bisa dieksekusi.

LPPOM MUI NTB Target Sertifikasi Halal 125 Usaha Rampung Tahun Ini

”Rinciannya, dari Dinas Perindustrian NTB dan pusat sebanyak 75 usaha, serta Dinas Koperasi Lombok Barat sebanyak 50 usaha,” katanya, kepada Lombok Post, Rabu (23/9/2020).

Solusi BDR Daring, Sekolah Diminta Maksimalkan Peran Guru BK

Jika terkendala akses dan jaringan internet, layanan dilaksanakan dengan pola guru kunjung atau home visit. ”Di sanalah mereka akan bertemu dengan siswa, orang tua, keluarga. Apa permasalahan yang dihadapi, kemudiann dibantu memecahkan masalah,” pungkas Sugeng.

Subsidi Kuota Internet, Daerah Blank Spot di NTB Pertanyakan Manfaat

”Kalau jangkauan towernya luas, tentu ini sangat menunjang sekaligus mendukung pemanfaatan kebijakan pusat,” tandasnya.

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Pilwali Mataram, HARUM satu SALAM dua MUDA tiga BARU empat

Pengundian nomor Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota Mataram dan Wakil Wali Kota Mataram berjalan di bawah protokol Pandemi Covid-19 dengan ketat, pukul 19.00 wita-selesai semalam.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Dua Sopir Bupati Lotim pun Positif Tertular Covid-19

PELACAKAN kontak erat Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy yang positif terinfeksi Covid-19 masih terus dilakukan. Hingga kemarin, dari kontak erat yang telah menjalani uji usap atau swab, dua orang sopir Bupati Sukiman telah dipastikan positif Covid-19.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks