alexametrics
Minggu, 27 September 2020
Minggu, 27 September 2020

Bambu Bekas Disulap Jadi Perabotan Bernilai Tinggi

Di Tangan Karyadi, bambu bekas bisa bernilai tinggi. Tangan kreatifnya bisa menyulap bambu menjadi berbagai perabotan rumah tangga yang menghasilkan rupiah.

HAMDANI WATHONI, Giri Menang

===========================

Rombongan Gubernur NTB dan pejabat Pemprov NTB berkeliling meninjau produk IKM lokal yang dipamerkan di halaman Kantor Bupati Lobar, Jumat (1/3). Tiba-tiba langkah Sekda Lobar H Rosiady Sayuti dan Kepala Dispora NTB Hj Husnanidiaty Nurdin yang tergabung dalam rombongan terhenti. Tepat di depan salah satu stand yang memamerkan produk kerajinan bambu. Mereka berdua merapat. “Ini dibuat dari bambu?” tanya Husnanidiaty.

Tiga orang yang berada di stand tersebut pun mengangguk membenarkan. Rosiady dan Husnanidiaty kemudian mengecek detail kerajinan perabotan dari rumah tangga yang terbuat dari bambu tersebut. “Ada kartu nama yang bisa dihubungi,” ujar Rosiady menunjukkan ketertarikan.

Sayangnya, tiga orang yang berada di stand tersebut tidak memiliki apa yang ditanyakan Rosiady. Mereka akhirnya hanya bisa memberikan nomor handphone yang bisa dihubungi. “Soalnya mendadak ikut pameran ini. Kebetulan ini kali pertama kami mengenalkan produk langsung ke masyarakat. Biasanya lewat online,” jelas Karyadi salah seorang dari mereka.

Kepada Lombok Post, karyadi menjelaskan awal mula bagaimana ia membuat kerajinan bambu ini. Ia menuturkan, pascagempa memporak-porandakan Lombok Agustus 2018 lalu, dirinya dan warga korban gempa lainnya tak bisa melakukan apa-apa. Mereka berdiam diri di dalam tenda darurat menunggu situasi aman.

Saat itulah warga Dusun Karang Kuripan Desa Kediri ini iseng membuat kerajinan ini. Ia mengaku memanfaatkan bambu limbah atau bekas penyangga untuk pengecoran bangunan rumah. Hanya bermodalkan pisau dan keterampilan, ia kemudian membentuk bambu tersebut sedemikian rupa. Ia membuatnya menjadi bentuk gelas, mangkuk hingga ceret.

Tak disangka, karyanya tersebut banyak diminati warga lainnya. Hasil kerajinan bambu buatannya akhirnya ia komersialkan ke warga sekitar tempat tinggalnya. Bahkan, ketika dipasarkan secara online, pemesan produknya datang dari Bali hingga berbagai wilayah luar Lobar. “Harganya Rp 10-15 ribu untuk gelas yang punya gagang,” akunya.

Sementara untuk satu paket empat gelas, ceret serta nampan dibanderol ratusan ribu. Ada juga bentuk kerajinan piring, mangkok, serta beberapa produk lainnya. “Tinggal dipesan saja kerajinan apa yang diinginkan. Nanti kami menyesuaikan,” ucapnya.

Untuk kerajinan yang dijadikan sebagai wadah makanan, kerajinan ini dijamin steril. Karena sebelum dipasarkan, produk ini direndam terlebih dulu dalam air mendidih. Itu berdasarkan arahan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lobar yang akhirnya tertarik membina Karyadi dan Ahmad. Dua warga Kediri yang saat ini aktif membuat kerajinan bambu dan kayu tersebut.

“Kami terjun membina mereka karena kami melihat hasil kerajinan ini sangat mendukung program zero waste,” ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lobar Agus Gunawan.

Itu karena produk ini bisa mengurangi penggunaan perabotan yang berbahan dasar plastik maupun berbahan kaca. Sehingga ketika sudah tidak digunakan, maka sampah sisa produk ini akan mudah terurai. Mengingat bahannya yang terbuat dari bambu. Namun lebih dari itu, perabotan rumah tangga yang terbuat dari bambu ini dijamin lebih tahan lama. Karena tidak mudah pecah dan tidak mudah rusak seperti perabotan pada umumnya. (*/r10)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Penataan Kawasan Wisata Senggigi Dimulai

Penataan kawasan wisata Senggigi direalisasikan Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Barat (Lobar). Sayang, dari tujuh proyek dalam perencanaan, hanya lima yang bisa dieksekusi.

LPPOM MUI NTB Target Sertifikasi Halal 125 Usaha Rampung Tahun Ini

”Rinciannya, dari Dinas Perindustrian NTB dan pusat sebanyak 75 usaha, serta Dinas Koperasi Lombok Barat sebanyak 50 usaha,” katanya, kepada Lombok Post, Rabu (23/9/2020).

Solusi BDR Daring, Sekolah Diminta Maksimalkan Peran Guru BK

Jika terkendala akses dan jaringan internet, layanan dilaksanakan dengan pola guru kunjung atau home visit. ”Di sanalah mereka akan bertemu dengan siswa, orang tua, keluarga. Apa permasalahan yang dihadapi, kemudiann dibantu memecahkan masalah,” pungkas Sugeng.

Subsidi Kuota Internet, Daerah Blank Spot di NTB Pertanyakan Manfaat

”Kalau jangkauan towernya luas, tentu ini sangat menunjang sekaligus mendukung pemanfaatan kebijakan pusat,” tandasnya.

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Pilwali Mataram, HARUM satu SALAM dua MUDA tiga BARU empat

Pengundian nomor Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota Mataram dan Wakil Wali Kota Mataram berjalan di bawah protokol Pandemi Covid-19 dengan ketat, pukul 19.00 wita-selesai semalam.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks