alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Wisatawan Asing Keluhkan Kotoran Kuda

GIRI MENANG-Pariwisata Senggigi masih lesu. Hal itu dirasakan sejumlah hotel yang ada di kawasan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Lombok Barat tersebut. Sejauh ini, kondisi Senggigi dikatakan masih merasakan dampak diguncang gempa Agustus 2018 lalu.

“Bisa dilihat sendiri. Sejauh ini kondisi Senggigi masih sepi banget,” aku Marketing Communication Hotel Sheraton Senggigi, Mayang Christin Sabtu (2/3) lalu.

Itu jika dibandingkan dengan kondisi sebelum gempa. Okupansi hotel yang ada di Senggigi saat ini jauh merosot. Meskipun diakui Mayang sejumlah wisatawan sudah mulai kembali datang ke Senggigi. Tapi jumlahnya tidak seberapa. “Ada yang memang sudah mulai masuk. Sebagian besar wisatawan Australia,” bebernya.

Beruntung, Hotel Sheraton terbantu dengan adanya wisatawan yang memang diarahkan dari dari grup Marriot International. Biasanya, mereka yang akan berkunjung ke Lombok memilih menginap di hotel bintang lima ini. “Cuma jumlah kunjungannya masih jauh banget. Banyak faktor. Selain akibat gempa, harga tiket pesawat juga, serta kondisi sampah dan kotoran kuda yang dikeluhkan sebagian besar wisatawan mencanegara,” bebernya.

Dalam sebuah forum aduan kepuasan pengunjung, beberapa wisatawan mengeluhkan persoalan sampah dan kotoran kuda. Ini dinilai sangat mengganggu kenyamanan wisatawan yang berlibur. Bahkan Mayang membeberkan ada salah satu wisatawan yang bilang kalau penanganan sampah dan kotoran kudanya masih kondisinya seperti saat ini mereka tidak mau kembali ke Senggigi atau Pulau Lombok.

“Itu disampaikan ke kami. Makanya ini selalu menjadi perhatian kami di pihak hotel,” ucapnya.

Asosiasi manajemen hotel di Senggigi setiap Jumat rutin menggelar aksi bersih pantai. Ini sebagai bagian upaya untuk mewujudkan program zero waste yang memang sangat berkaitan dengan dunia pariwisata. “Cuma heran juga kok pantai Senggigi sekarang banyak sampahnya. Info yang kami dapatkan sampah itu datang dari sungai Meninting kemudian dibawa ombak ke sini,” bebernya.

Dengan melihat berbagai persoalan saat ini, dia hanya bisa berharap pariwisata Senggigi bisa pulih secepatnya. Dari perhitungan mereka, kondisi Senggigi baru bisa pulih kembali Bulan Juni mendatang. “Karena recovery pascabencana itu memang butuh waktu cukup lama. Sekitar setahun. Makanya kami prediksi Senggigi muali ramai lagi Juni nanti,” paparnya.

Senada dengan kondisi Hotel Sheraton,  kondisi Hotel Montana Premier Senggigi tak jauh berbeda. General Manager Hotel Montana Binang Odi Alam mengaku sejak terjadinya gempa Agustus 2018 lalu, okupansi merosot drastis di bawah 20 persen. “Kami punya kamar 90 runagan. Yang terisi kadang sekitar 15 sampai 25,” akunya.

Kondisi ini siap tidak siap harus dihadapi pengusaha hotel. Karena, ini menurutnya bagian dari risiko sektor pariwisata. Namun Odi bersyukur sejauh ini tidak ada pegawai yang dirumahkan atau di PHK. “Alhamdulillah tidak ada,” cetusnya.

Ia hanya berharap, kondisi Senggigi bisa lebih cepat dengan semakin banyaknya event promosi pariwisata yang digelar di Senggigi. “Senggigi ini butuh event promosi yang bisa meyakinkan wisatawan kalau kondisi kita di sini sudah baik-baik saja seperti sebelum gempa,” tandasnya. (ton/r10)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks