alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Caleg DPRD NTB Asal Lobar Kunci Sembilan Kursi di Udayana

GIRI MENANG-Sembilan orang Calon Legislatif (Caleg) DPRD Provinsi NTB asal Lombok Barat (Lobar) diprediksikan duduk di Udayana. Itu menyusul hasil penghitungan sementara rekapitulasi dari formulir  D-A1 pleno tingkat PPK. Salah satunya yakni H Muhammad Jamuhur, caleg dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

“Untuk sementara perolehan suara saya sekitar 33 ribu lebih. Lobar 21 ribu, KLU 12 ribu lebih. Cuma kami masih menunggu hasil pleno di KLU,” terang H Muhammad Jamuhur kepada wartawan, Kamis (2/5) lalu.

Jamuhur mengklaim perolehan suara untuk coblos nama sekitar 9.000 ke atas. Dengan rincian perolehan suara coblos nama di Lobar sekitar 7.000 dan KLU 2.000. “Di Lingsar paling besar (perolehan suara),” cetusnya. Informasi yang diketahuinya sementara, ada sembilan orang caleg asal Lobar yang berpeluang lolos menjadi anggota DPRD Provinsi NTB dari 12 kuota kursi yang tersedia di Dapil Lobar-KLU.

Mereka diantaranya yakni Nauvar Furqoni Farinduan dari Gerindra, L Muhammad Ismail dari Golkar, Muh. Ruslan dari PPP, H Umar Said dari Golkar, H Azbullah Muiz dari PAN, TGH Satriawan dari PKS, TGH Mahali Fikri dari Partai Demokrat, Multazam dari partai Nasdem termasuk namanya yang berasal dari PKB. Sementara tiga sisanya merupakan Caleg asal KLU.

Dominasi Caleg asal Lobar menurut Jamuhur sangat wajar. Mengingat jumlah pemilih Lobar jauh lebih besar dibanding KLU. “Kan hampir sama jumlah pemilih KLU dengan pemilih Narmada-Lingsar. Wajar kita dapat lebih banyak karena pemilih porsinya lebih besar. Kalau KLU kemungkinan hanya mengirimkan tiga wakilnya di DPRD Provinsi NTB,” ujarnya.

Setelah memastikan kursi usai pleno nanti, anggota DPRD Lobar aktif ini mengaku akan memperjuangkan beberapa hal saat duduk di DPRD Provinsi NTB nanti. Ia mengaku akan fokus pada pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan pariwisata. “Hampir sebagian besar wilayah Lobar termasuk destinasi wisata yang menjadi unggulan pemerintah daerah. Jadi kita harus berusaha memaksimalkan itu,” ungkapnya.

Pembangunan pariwisata yang merata di Lobar menurutnya menjadi sebuah keniscayaan. Mulai dari wilayah utara dan selatan. “Kalau untuk pariwisata Narmada dan Lingsar tinggal dikemas. Karena wilayah ini banyak situs bersejarah. Ini yang harus diangkat lagi ke permukaan apa yang selama ini dianggap tidur,” jelasnya.

Terpisah, Nauvar Furqony Farinduan juga sudah merasa aman dengan perolehan suara yang didapat dari pendataan sementara. Mantan Calon Bupati Lobar ini mengklaim perolehan suaranya mencapai 15.615 di Lobar dan sekitar 500 suara di KLU. “Total sekitar 16.000-an. Untuk Gerindra Insya Allah dua kursi,” yakinnya.

Perolehan suara Partai Gerindra untuk Lobar-KLU data awal yang dihimpun Farin berada di kisaran angka 73 ribu lebih. Tertinggi di atas Golkar yang berada di angka sekitar 67 ribu lebih suara. Wajar kemudian ia merasa optimistis partainya akan mendapatkan dua kursi di DPRD Provinsi NTB Dapil Lobar-KLU. Kursi kedua Gerindra masih belum bisa dipastikan karena menunggu hasil rekapitulasi pleno di KLU. “Antara Havid Hasan dan Sudirsah, salah satu dari mereka,” tandas Farin. (ton/r8)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks