alexametrics
Minggu, 27 September 2020
Minggu, 27 September 2020

Status Facebook Tolak Imbauan MUI, Warga Lobar Diperiksa Polisi

GIRI MENANG-Masyarakat Lombok Barat (Lobar) harus bijak menggunakan media sosial. Jika tidak ingin berurusan dengan pihak kepolisian. seperti yang dialami Heri Cahyadi, warga Kelurahan Dasan Geres, Kecamatan Gerung.

Unggahan status-nya di media sosial dinilai provokatif menolak imbauan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Pemda Lobar, kaitannya dengan pelaksanaan ibadah salat Jumat dan Tarawih di rumah.

“Yang bersangkutan diduga memposting status yang bernada provokatif pada akun facebook Hery Cahyadi. Ia mengaku secara sadar membuat status tersebut,” jelas Kasatreskrim Polres Lobar AKP Dhaffid Siddiq kepada Lombok Post, Sabtu (2/5) lalu.

Unit II Tipidter Satreskrim sekitar pukul 10.30 Wita melakukan interogasi terkait motif dan alasan pria 31 tahun warga Lingkungan Dasan Geres Timur tersebut menulis statusnya. Kepada petugas, ia menerangkan jika dirinya membuat status bernada provokatif karena tidak setuju dengan imbauan dari pemerintah. Terkait ditiadakannya salat Jumat, salat Tarawih secara berjamah di Masjid.

Ia mengaku juga melihat status akun Facebook atas nama KUNYIT KUNING dan mengambil postingan akun tersebut. Kemudian ia membagikannya ke grup LOMBOK BARAT KU BERBICARA.

Hery Cahyadi menambahkan caption: ‘wahai saudara-saudara mari kita laksanakan untuk bersama berjihad melaksanakan sholat jumat di masjid tempat masing-masing. Umat islam se-pulau Lombok bangkitlah pulau seribu masjid. Bengkel sudah bergerak dan kami siap mati membela islam‘.

Status ini ia tulis bertepatan dengan momen aksi protes ratusan warga Desa Bengkel ke kantor desa Kamis malam pekan lalu. Kaitannya juga dengan penolakan imbauan MUI Lobar untuk pelaksanaan ibadah salat Jumat dan Tarawih di rumah. Status Hery tentu berpotensi membuat suasana kamtibmas semakin gaduh.

Menurut keterangan Hery, ada orang yang memberikan komentar untuk memintanya segera menghapus postingan tersebut. Ia pun mengaku langsung menghapus postingan tersebut beberapa saat kemudian.

“Saudara Hery Cahyadi mengakui perbuatannya dan menyesal telah membuat postingan tersebut di akun Facebook miliknya,” ujar Dhaffid.

Ia juga mengaku secara sadar dan tidak ada paksaan. Sehingga, ia kini membuat surat pernyataan yang ditulisnya sendiri dan tidak akan mengulangi perbuatan yang melanggar hukum.

Kasatreskrim mengingatkan masyarakat untuk tidak dengan sengaja menyebarkan informasi yang di tujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku ras dan antar golongan sebagaimana dimaksud dalam pasal 28 ayat (2) pasal 45A ayat (2) UU No 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU No. 11 tahun 2008 tentang ITE.

“Kami memerintahkan yang bersangkutan untuk wajib lapor setiap hari Senin dan Kamis,” tandasnya. (ton/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Penataan Kawasan Wisata Senggigi Dimulai

Penataan kawasan wisata Senggigi direalisasikan Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Barat (Lobar). Sayang, dari tujuh proyek dalam perencanaan, hanya lima yang bisa dieksekusi.

LPPOM MUI NTB Target Sertifikasi Halal 125 Usaha Rampung Tahun Ini

”Rinciannya, dari Dinas Perindustrian NTB dan pusat sebanyak 75 usaha, serta Dinas Koperasi Lombok Barat sebanyak 50 usaha,” katanya, kepada Lombok Post, Rabu (23/9/2020).

Solusi BDR Daring, Sekolah Diminta Maksimalkan Peran Guru BK

Jika terkendala akses dan jaringan internet, layanan dilaksanakan dengan pola guru kunjung atau home visit. ”Di sanalah mereka akan bertemu dengan siswa, orang tua, keluarga. Apa permasalahan yang dihadapi, kemudiann dibantu memecahkan masalah,” pungkas Sugeng.

Subsidi Kuota Internet, Daerah Blank Spot di NTB Pertanyakan Manfaat

”Kalau jangkauan towernya luas, tentu ini sangat menunjang sekaligus mendukung pemanfaatan kebijakan pusat,” tandasnya.

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Pilwali Mataram, HARUM satu SALAM dua MUDA tiga BARU empat

Pengundian nomor Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota Mataram dan Wakil Wali Kota Mataram berjalan di bawah protokol Pandemi Covid-19 dengan ketat, pukul 19.00 wita-selesai semalam.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.

Trailer Film MOHAN Bikin Baper

Kreativitas sineas Kota Mataram terasa bergairah. Ditandai dengan garapan film bergenre drama romantic berjudul ‘Mohan’ yang disutradai Trish Pradana. Film yang direncanakan berdurasi sekitar 35 menit ini mengisahkan perjalanan asmara Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskan dengan istrinya Hj Kinastri Roliskana. Film Mohan dijadwalkan mulai tayang Bulan Oktober mendatang.
Enable Notifications    Ok No thanks