alexametrics
Jumat, 10 Juli 2020
Jumat, 10 Juli 2020

Data Bermasalah, Pemdes Pusuk Lestari Tolak JPS Mantap

GIRI MENANG-Pembagian JPS Mantap harus benar-benar dievaluasi. Banyak persoalan yang muncul di tahap pertama Mei lalu. Data yang amburadul, hingga ketidaksesuaian jumlah bantuan antara desa yang satu dengan yang lainnya.

“Data penerima kami yang dikirim lewat BUMDes sekitar 64 Kepala Keluarga. Akhirnya ketua BUMDes lapor dan belanja dengan jumlah total 64 paket, Ternyata H-1 kartu penerima yang keluar hanya 4 KK,” beber Kepala Desa Pusuk Lestari H Junaidi kepada Lombok Post, kemarin (3/6).

Akibatnya, Kepala Desa Pusuk Lestari akhirnya menolak bantuan tersebut. Ia kecewa data awal penerima yang diberikan Pemkab Lobar berbeda dengan jumlah data penerima yang keluar. “Kalau yang keluar cuma empat KK, bagaimana kami bagi. Makanya sampai sekarang pembagian JPS Mantap tagap I belum tersalur,” akunya.

Namun informasi yang didapatkan dari Dinas Sosial Lobar, perbaikan data penerima akan dilakukan tahap II bulan ini. Jumlah penerima akan ditambah dan dibagikan bersamaan antara bantuan JPS tahap I dan II.

Terkait sembako yang sudah disiapkan oleh BUMDes sekitar 64 KK, itu disalurkan ke desa lain agar tidak rusak. “Saya secara pribadi berharap JPS Mantap nggak carut marut lagi,” pintanya.

Kepala Dusun Kedondong Bawaq Zulfan meminta Pemda tidak memberikan perlakuan yang sangat berbeda kepada desa. Karena ia melihat ada ketimpangan yang terjadi di Kecamatan Batulayar. Misalnya di desa lain yang mendapatkan ratusan paket JPS Mantap.

“Kami sudah hearing ke Dinas Sosial, mereka berjanji akan memperbaiki data. Namun faktanya tidak ada kejelasan,” sesalnya.

Terpisah, Kepala Dinas Sosial Lobar Lalu Martajaya kepada Lombok Post menjelaskan alasan bantuan JPS Mantap ke Desa Pusuk Lestari hanya empat KK. “Saat verval (verifikasi dan validasi) Pemdes terlambat mengajukan setelah dikeluarkan SK penerima bantuan tahap I,” kilahnya.

Memang diakuinya ada 64 KK data awal penerima bantuan. Namun dalam proses verifikasi dan validasi, terjadi perubahan data penerima. “Makanya kami tambah ditahap kedua menjadi 106 KK. Nanti tahap I dan II bisa diterima bersamaan,” ungkapnya.

Tak hanya Desa Pusuk Lestari, Martajaya juga mengungkap ada beberapa desa lain yang mengalami hal sama. Mereka menerima bantuan dengan jumlah KK sedikit rata-rata 10 KK. “Bantuan tahap I ini nanti akan diberikan bersamaan dengan tahap II. Karena sebelumnya warga penerima belum masuk SK,” tandasnya.

Untuk bantuan tahap II JPS Mantap masih akan bekerja sama dengan BUMDes dalam proses penyalurannya. Total bantuan yang akan disalurkan tahap II sekitar 15.000 paket sembako senilai Rp 250 ribu. (ton/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Mataram Bisa Tiru Depok, Tak Pakai Masker Denda Rp 200 Ribu

Pemkot Mataram merespons kritikan Wakil Gubernur NTB. Kemarin, tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP, TNI, dan Polri melakukan penertiban di pagi buta. Sasarannya, para pedagang di Pasar Kebon Roek, Ampenan.

Kuliah ke Luar Daerah, Warga Mataram Harus Bebas Korona

Warga Kota Mataram yang kuliah di luar daerah cukup banyak. Kemarin kata dia, sekitar 50 mahasiswa mengajukan permintaan melakukan rapid test. Dari jumlah tersebut tidak ada yang hasilnya reaktif.

12 Karyawan Bank di Cilinaya Mataram Positif Korona

Di Kelurahan Cilinaya misalnya. Di sini tercatat ada 12 karyawan salah satu bank terpapar virus Korona. “Sebenarnya hanya satu. Namun setelah kita tracing, menjadi 12 orang yang positif,” kata Lurah Cilinaya I Gusti Agung Nugrahini, Kamis (9/7)

Di Kediri Lobar, Ibu Rumah Tangga Diduga Jual Narkoba

WM, 28 tahun, warga asal Kediri Selatan ditangkap Satres Narkoba Polres Lobar. Ia bersama kedua rekannya MA dan MU diduga menjadi penjual dan penyalahguna narkotika jenis sabu. Bahkan, WM alias Dewi ini diketahui sebagai penjual obat penenang tanpa izin pihak instansi kesehatan.

Pariwisata Lesu, Pengusaha Travel Lombok Bertahan lewat Promo

Agen travel perjalanan wisata terus berupaya bertahan dalam ketidakpastian Pandemi Korona. Sektor ini menjadi salah satu yang paling terdampak akibat turunnya kunjungan wisatawan. ”Kami upayakan tetap bangkit seiring dengan penerapan new normal yang sedang digaungkan,” kata Kukuh Laro, pemilik Duta Lombok Transport.

Berdayakan UMKM Lokal, Bappeda NTB Tunggu Pergub

Pergub Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) hingga kini belum rampung. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB masih menunggu kelanjutan masukan dan revisi dari gubernur. ”Sampai hari ini (kemarin,Red) kita belum terima. Jika sudah ada, akan langsung kita jadikan landasan dalam memberdayakan UKM/IKM,” kata Kepala Bappeda NTB Amry Rakhman, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (9/7/2020).

Paling Sering Dibaca

Jika Masih Tak Patuh, Seluruh Pasar di Mataram Bakal Ditutup Paksa

akil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengancam akan menutup pasar yang mengabaikan protokol kesehatan. Ancaman tersebut disampaikan Wagub saat menggelar inspeksi mendadak di Pasar Mandalika, kemarin (8/7). Dia mendapati langsung banyak pedagang dan pembeli tidak mengenakan masker.

Zona Merah Korona, Wagub NTB : Mana Pol PP Mataram, Kenapa Sembunyi?

Pemkot Mataram dinilai lemah dalam merespon dan menangani Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun begitu geregetan. Meski zona merah dengan kasus positif dan kematian tiap hari, penerapan protokol kesehatan di ibu kota justru sangat longgar. Tak lagi ada pengawasan macam sedang tidak terjadi apa-apa.

Istri Model Suami Youtuber, Bantah Cari Sensasi “Mahar Sandal Jepit”

Pernikahan dengan mahar sandal jepit Iwan Firman Wahyudi dan Helmi Susanti bukan bermaksud mencari  sensasi di media sosial. Menurut mereka ikatan mereka tulus beralas kasih sayang.

Pilbup Loteng, Lale Prayatni Mulai Goyang Posisi Pathul Bahri

Lobi politik tersaji di DPP Partai Gerindra. Dari informasi yang dihimpun Lombok Post, diam-diam SK Gerindra dibidik Prayatni melalui ‘lorong’ Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo.

Turun dari Rinjani, Warga Lombok Tengah Tewas Jatuh ke Jurang

Pendakian di Gunung Rinjani kembali memakan korban jiwa. Sahli, 36 tahun, warga Desa Tampak Siring, Lombok Tengah meninggal setelah terjatuh ke jurang di kawasan Gunung Rinjani, Senin (6/7).
Enable Notifications.    Ok No thanks