alexametrics
Selasa, 14 Juli 2020
Selasa, 14 Juli 2020

Jenazah Positif Korona, Warga di Kediri Lobar Tolak Pemakaman Standar Covid-19

GIRI MENANG-Sejumlah warga di Kediri, Lombok Barat  menolak mengikuti arahan pemerintah. Kaitannya dengan standar protokoler Covid-19 untuk pemakaman warga yang dinyatakan positif Korona.

Seorang warga inisial ME, 42 tahun asal Dusun Pelowok Timur dimakamkan secara normal di TPU Kediri. Meskipun warga tersebut dinyatakan positif Korona oleh pihak rumah sakit.

“Kami sudah berusaha maksimal untuk meminta warga mengikuti standar protokoler Covid-19 untuk warga yang dinyatakan positif. Tapi warga menolak tidak mau patuh,” jelas Sekretaris Daerah (Sekda) Lobar H Baehaqi kepada Lombok Post, kemarin (3/5).

Pihak keluarga bersikeras untuk memakamkan jenazah ME secara normal. Mereka memandikan dan menyalatkan layaknya jenazah warga lainnya. Permintaan pihak tim reaksi cepat untuk melakukan pemakaman sesuai standar Covid-19 ditolak oleh keluarga dan warga setempat.

Meskipun, sebelum pemakaman sejumlah tokoh agama, Satgas Korona dari kalangan TNI-Polri dan Pemkab Lobar sudah berupaya membujuk pihak keluarga. “Bahkan TGH Muchlis Ibrahim dan tokoh lain juga turun membujuk keluarga agar mereka mau melakukan pemakaman sesuai standar Covid-19. Tapi mereka tetap menolak,” jelas Baehaqi.

Diketahui, ME merupakan salah satu guru yang mengajar di Ponpes Islahuddiny Kediri. Sehingga TGH Muchlis Ibrahim pun ikut membujuk warga mengikuti imbauan pemerintah.

Sayang, semua upaya persuasif Pemda Lobar maupun tim reaksi cepat tak berhasil. Sehingga pemakaman dilangsungkan secara normal bakda duhur. “Tim reaksi cepat maupun tenaga medis yang khusus menangani pemakaman sudah berupaya maksimal mengimbau pihak keluarga, tetapi mereka tetap menolak,” sesal Baehaqi.

Camat Kediri Hermansyah membenarkan pihak keluarga menolak melakukan pemakaman sesuai standar Covid-19. Alasannya, pihak keluarga tidak yakin almarhum  positif Korona. “Sempat dirawat jalan di Puskesmas dan dirapid tes dua kali hasilnya non reaktif,” bebernya.

Sebelumnya, almarhum sempat dirawat di salah satu klinik keluhan penyakit tertentu. Almarhum sempat memuntahkan darah sehingga dirawat jalan di Puskesmas Kediri. Namun ia kemudian dirujuk di RSUD Tripat Gerung. Namun nyawa korban tak bisa diselamatkan.

“Saat dibawa pulang sekitar pukul 10.00 Wita, keluar hasil swabnya yang dilakukan di RSUD Tripat Gerung yang menyatakan positif. Namun keluarga tetap memilih mengacu hasil rapid tes di Puskesmas,” jelas Hermansyah.

Setelah berbagai upaya negosiasi gagal, opsi terakhir Pemda memberikan saran keluarga menggunakan APD dalam prosesi pemakaman. Namun opsi tersebut juga ditolak. “Ini yang membuat kami khawatir terjadi penularan. Sehingga kami akan melakukan tracking dengan menyiapkan daftar nama yang memandikan jenazah,” imbuhnya.

Pihak keluarga pasien dan masyarakat setempat yang kontak dengan pasien Positif Covid tersebut rencananya akan diminta melakukan rapid test  untuk mengantisipasi terjadinya penurunan virus Corona kepada masyarakat yang lain. (ton/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Banyak Warga Mataram Menyepelekan Korona

Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram membubarkan kegiatan Car Free Day (CFD) di Jalan Udayana, kemarin. Sebab, kegiatan ini dinilai ilegal. Belum mendapat izin dari pemerintah dan aparat keamanan.

Bantu Nelayan Lobster, Pemprov NTB Diminta Lobi Pemerintah Pusat

Sebagian nelayan lobster di Dusun Awang Balak Desa Mertak, Pujut, Lombok Tengah beralih menjadi pekerja migran Indonesia (PMI). “Mereka berangkat sejak larangan ekspor benih lobster,” tutur salah seorang nelayan lobster Sayid Kadir Al Idrus pada Lombok Post, Minggu (12/7/2020).

Pemprov Kerahkan OPD dan Pol PP Awasi 19 Pasar di Mataram

Pemprov NTB mengerahkan pegawai dan anggota polisi pamong praja mengawasi pasar tradisional di Kota Mataram. Hal itu dilakukan untuk mencegah penularan virus korona.

Mulai Ramai Pengunjung, Perekonomian di Sembalun Menggeliat Lagi

Kawasan wisata Sembalun, Lombok Timur mulai ramai dikunjungi wisatawan lokal. Peningkatan pengunjung memang terasa sepekan terakhir.

Lembaga Pendidikan Nonformal di Mataram Dilarang Belajar Tatap Muka

Bukan hanya sekolah, Pemkot Mataram belum mengizinkan lembaga pendidikan nonformal (PNF) menggelar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka. ”Masih dilarang,” kata Kepala Disdik Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali, kepada Lombok Post Minggu (12/7/2020).

Penuhi Persyaratan, Sekolah di NTB Bisa Buka Mulai September

Tahun ajaran baru 2020/2021 tepat dimulai hari ini. Namun, karena pandemi, sekolah belum diperbolehkan menggelar KBM (kegiatan belajar mengajar) tatap muka. ”Tidak diperkenankan,” kata Gubernur NTB H Zulkieflimansyah, seperti yang tertulis dalam surat edarannya.

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Diserang Penjahat, Perwira Polisi di Sumbawa Meninggal Dunia

IPDA Uji Siswanto, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Utan, Sumbawa gugur dalam bertugas. Ayah tiga anak ini diserang oleh seorang terlapor berinisial RH alias Bim kasus pengancaman. Korban diserang, setelah mendamaikan warga dengan terduga pelaku.

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.

Tertangkap, Buron Pembunuh Polisi di Sumbawa Ditembak

Pelarian RH alias Bim terhenti pada Minggu pagi kemarin. Tersangka kasus penganiayaan yang menewaskan Uji Siswanto, Kanit Reskrim Polsek Utan tertangkap.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).
Enable Notifications.    Ok No thanks