alexametrics
Kamis, 24 September 2020
Kamis, 24 September 2020

Pembangunan 4.747 Rumah Korban Gempa di Lombok Barat Belum Tuntas

GIRI MENANG-Penuntasan rumah tahan gempa (RTG) di Lombok Barat (Lobar) ditarget November. ”Kalau November bisa selesai semua. Termasuk yang tambahan 2.548 unit itu,” kata Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Lobar Joko Marhaendriyanto, (Senin (3/8) kemarin.

Pembangunan RTG seharusnya rampung di masa transisi. Yang berakhir pada 31 Juli. Namun, Lobar baru menyelesaikan 66.180 unit rumah. Untuk rumah rusak berat, rusak sedang, dan rusak ringan. Dari total rumah rusak sebanyak 72.843 unit.

”Itu yang benar-benar sudah 100 persen,” ujarnya.

Artinya masih ada 6.663 unit rumah yang belum tuntas. Meski begitu, tidak semuanya belum dikerjakan. Sebanyak 4.747 unit rumah sudah mulai digarap. Progresnya ada yang mencapai 50 persen hingga 75 persen pembangunan.

Sisa RTG yang belum terbangun disebut Joko sebagai data on progress. Yang pengerjaannya ada yang sudah dilakukan dan ada yang belum sama sekali. Untuk poin kedua, penyebabnya beragam. Mulai dari tidak adanya dana hingga aplikator nakal.

BPBD Lobar, kata Joko, akan mengurai satu per satu persoalan. Yang menjadi sebab lambannya penuntasan RTG. ”Kita selesaikan satu-satu. Tapi yakin, ini tetap bisa tuntas di November nanti,” tegas Joko.

Sementara itu, berdasarkan rilis yang dikeluarkan Pemprov NTB per 1 Agustus, RTG di Lobar yang sudah tuntas sebanyak 64.544 unit. Kemudian yang masih on progres sejumlah 8.299 unit atau 11,39 persen dari total RTG.

Penyelesaian RTG di November, ditargetkan juga untuk data tambahan. Yang sebanyak 2.548 unit rumah rusak. Terkait ini, Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Lobar telah melakukan rekrutmen fasilitator.

”Itu masuk tahap dua. Sudah kita rekrut sekitar 200 orang,” kata Kabid Perumahan Dinas Perkim Lobar Lalu Ratnawi.

Fasilitator akan terlibat untuk penuntasan RTG di tahap pertama. Terutama yang masih belum selesai dikerjakan. Sekaligus nanti mengerjakan RTG tambahan di tahap kedua. (dit/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Hasil Survei Indikator, Elektabilitas HARUM Paling Tinggi

“Pak Mohan Roliskana hingga sejauh ini paling potensial menang dalam pemilihan mendatang,” ujar  Wakil Ketua DPP Golkar Ahmad Doli Kurnia dalam pemaparan yang dilakukan secara online dari DPP Golkar Jakarta, (18/9) lalu.

Polisi Pantau Kampanye Hitam di Pilwali Mataram

Pelaksanaan Pilkada di Kota Mataram mendapat atensi penuh pihak TNI-Polri. Polresta Mataram dan Kodim 1606 Lobar telah melakukan pemetaan potensi konflik dan mencegah secara dini beberapa konflik yang biasa terjadi pada masa Pilkada.

Trailer Film MOHAN Bikin Baper

Kreativitas sineas Kota Mataram terasa bergairah. Ditandai dengan garapan film bergenre drama romantic berjudul ‘Mohan’ yang disutradai Trish Pradana. Film yang direncanakan berdurasi sekitar 35 menit ini mengisahkan perjalanan asmara Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskan dengan istrinya Hj Kinastri Roliskana. Film Mohan dijadwalkan mulai tayang Bulan Oktober mendatang.

Pasangan Calon Harus Memberi Perhatian pada DPT

PESERTA pemilihan yaitu Pasangan Calon harus menunjukkan perhatian lebih pada seluruh tahapan yang ada, bukan hanya pada saat pendaftaran calon atau pada pemungutan suara saja. Salah satu tahapan yang sangat menentukan ialah tahapan Penyusunan dan Pemutakhiran Daftar Pemilih atau cukup disebut dengan penyusunan DPT.

Pendataan Bantuan Kuota Internet untuk Siswa Guru dan Mahasiswa Kacau

Hari pertama penyaluran bantuan subsidi kuota internet untuk siswa, guru, mahasiswa, dan dosen langsung berpolemik. Proses pendataan dan verifikasi nomor ponsel dinilai kacau.

Calon Kepala Daerah Wajib Jadi Influencer Protokol Kesehatan

DPR, pemerintah dan KPU telah memutuskan akan tetap melaksanakan pilkada serentak pada 9 Desember. Para calon kepala daerah (Cakada)  diminta menjadi influencer protokol kesehatan  agar pilkada tidak memunculkan klaster baru Covid-19.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).
Enable Notifications    Ok No thanks