alexametrics
Minggu, 20 September 2020
Minggu, 20 September 2020

Cara Bank Sampah Pedas Implementasikan Zero Waste

Belakangan ini, program zero waste atau bebas sampah gencar digaungkan pemerintah daerah. Namun jauh sebelum itu, komunitas Pemuda Dusun Peresak Barat, Desa Karang Bayan, Kecamatan Lingsar telah lebih dulu mengimplementasikan zero waste ini.

HAMDANI WATHONI, Giri Menang.

============================

“Sampah..sampah. Bawa sampahnya ke pinggir jalan! Kami sudah datang,” teriak seorang pemuda Dusun Peresak Barat Desa Karang Bayan. Di belakangnya, gerombolan pemuda lain sudah mengikuti. Ada yang mengendarai kendaraan roda tiga. Para pemuda ini terlihat bersemangat.

Satu per satu warga keluar membawa karung berisi penuh. Ya, isinya sampah. Karung tersebut kemudian dinaikann ke atas bak kendaraan roda tiga tersebut. “Ini mau dikumpulkan di TPS dulu,” terang H Fathullah, koordinator para pemuda pencari sampah tersebut.

Setelah menyisir semua gang di dusun, mereka kemudian berkumpul di jalan samping tempat pembuangan sementara. Tepatnya sebelah Sungai Jangkuk yang melintas di dusun ini. Sampah tersebut dipilah. Mulai dari sampah plastik hingga sampah organik.

“Untuk sampah yang plastik nanti akan kami bawa ke kantor, sementara organik sebagian diolah jadi pupuk, sebagian lagi dibuang,” jelas Fathul, sapaannya.

Kantor yang dimaksud Fahtullah adalah Sekretariat Bank Sampah Pedas yang setahun lalu didirikannya. Pedas sendiri merupakan singkatan dari pemuda peduli sampah. Bank sampah ini sudah menjadi solusi untuk penanganan sampah masyarakat Karang Bayan.

Selama ini merekalah yang membuang sampah masyarakat ke TPA Kebon Kongok. Mereka mengolah limbah sampah plastik menjadi sejumlah barang berharga. Mulai dari tas selempang, mainan, hingga kerajinan lainnya.

“Belajar secara otodidak di sini (mengolah sampah),” aku Fathullah yang merupakan pegawai Basarnas Mataram tersebut.

Semua berawal ketika Fathullah pindah tugas dari Bogor. Pria yang merupakan warga kelahiran Lombok Timur tersebut tinggal di tempat asal istrinya di Desa Karang Bayan. Saat itu mengaku prihatin dengan kondisi desa ini. “Saat saya baru tiba di sini, saya melihat ada gunung sampah di mana-mana,” kenangnya.

Sehingga ia beriniatif mengajak para pemuda untuk tergerak menangani sampah tersebut. Ia sedikit demi sedikit membuang gunungan sampah menggunakan kendaraan truk yang dipinjamnya.

“Ketika piket malam, saya gunakan truk yang saya pinjam untuk mengangkut sampah. Saya ajak para pemuda ternyata respons masyarakat cukup baik,” akunya.

Dari sanalah kemudian tercetus ide membentuk Bank Sampah swadaya melibatkan pemuda. Ini disambut antusias dan senang hati oleh para pemuda dusun ini. Ahmad Ridwan salah seorang pemuda desa lulusan UIN Mataram mengaku tergerak karena tidak ingin melihat desanya sebagai desa yang jorok seperti dulu.

“Sampah di sini SubhanAllah. Di mana-mana ada sampah, di sungai maupun di pemukiman warga,” bebernya.

Sehingga bersama pemuda lain, ia bergerak menangani sampah ini. Semula, sampah diangkut seminggu sekali. Namun kini mereka setiap hari mengangkut sampah dengan menyewa kendaraan roda tiga hingga truk.

“Alhamdulillah warga ada yang memberi sumbangan sukarela. Itu yang kami gunakan untuk biaya sewa kendaraan pengangkut sampah hingga membeli karung,” tuturnya.

Setiap sore para pemuda yang pulang sekolah maupun pulang kuliah berkumpul di Kantor Bank Sampah Pedas. Mereka selalu menelurkan idenya untuk mengolah sampah. Mulai dari menjual pupuk organik sampah ke pusat pembibitan tanaman buah hingga memasarkan tas hasil daur ulang sampah ke masyarakat.

“Sekarang ini kami ikhlas jadi relawan, tapi kami yakin ke depan melalui bank sampah ini akan menjadi lowongan pekerjaan,” pungkasnya. (*/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.

14 Ribu UMKM Lombok Utara Diusulkan Terima Banpres

Jumlah UMKM KLU yang diusulkan menerima bantuan presiden (Banpres) Rp 2,4 juta bertambah. Dari sebelumnya hanya 4. 890, kini tercatat ada 14 ribu UMKM. ”Itu berdasarkan laporan kabid saya, sudah 14 ribu UMKM yang tercatat dan diusulkan ke pusat,” ujar Plh Kepala Diskoperindag KLU HM Najib, kemarin (18/9).

Cegah Penyimpangan, Bupati Lobar Amankan 640 Dokumen Aset Daerah

Dinas Arsip dan Perpustakaan Lombok Barat (Lobar) terus mencari dokumen-dokumen aset milik pemkab. ”Kalau arsip (dokumen) hilang, aset daerah juga melayang,” kata Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Lobar H Muhammad Yamil.

Penuh Sampah, Warga Dasan Geres Turun Bersihkan Sungai

Pola hidup bersih digalakkan warga di Lingkungan Dasan Geres Tengah. Salah satunya melalui program sungai bersih. ”Kita ciptakan lingkungan bersih dan asri,” kata Lurah Dasan Geres Hulaifi, kemarin.

Perintah Menteri, RT Wajib Bentuk Satgas Penaganan Covid-19

Upaya menekan penyebaran virus COVID-19 masih harus gencar. Salah satu kebijakan baru yang digagas adalah mewajibkan membentuk satgas penanganan COVID-19 hingga level kelurahan, dusun atau RT/RW. Satgas tersebut nantinya bertugas mengawal pelaksanaan kebijakan satgas pusat di lapangan.

Senggigi Telah Kembali (Bagian-2)

SELAMA berminggu-minggu “kegiatan tidak berarti ini” dilaksanakan tanpa ada maksud apa-apa kecuali biar sampah tidak menumpuk. Namun keberartian “kegiatan tidak berarti ini” justru menjadi simpul efektif dari kebersamaan dan rasa senasib sepenangungan seluruh komponen yang ikut bergotong royong.

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.
Enable Notifications    Ok No thanks