alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Pemkab Lombok Barat Batal Bangun Pabrik Air Minum

GIRI MENANG-Tahun 2018 lalu, Pemkab Lombok Barat (Lobar) merencanakan akan membangun pabrik air minum kemasan di tahun ini. Rencana tersebut ternyata gagal total. Itu setelah Pemda Lobar tidak memberikan sepeser pun suntikan modal untuk PT Tripat yang semula direncanakan untuk mengelola pabrik air minum ini.

“Kami di PT Tripat tidak pernah dapat modal berupa uang, tahun ini juga tidak ada. Hanya modal berupa pengelolaan aset,” terang Direktur Utama PT Tripat H Poniman, kemarin (4/3).

Sehingga, terkait rencana pembangunan pabrik air minum kemasan itu belum bisa dilakukan. Padahal, sejak tahun lalu pihak PT Tripat telah melakukan studi ke Pabrik Air Kemasan Asel di Lombok Timur. Dimana, Lombok Timur telah lebih dulu membangun pabrik air kemasan yang dikelola oleh BUMD.

“Kami paham kondisi keuangan daerah saat ini masih sangat minim. Karena saat ini mungkin Pemda fokus untuk perbaikan sarana prasarana pascagempa,” ujarnya.

Jika menilik potensi Lobar, pembangunan pabrik air kemasan diyakini sangat ideal. Dilihat dari potensi bahan baku air mineral yang melimpah di Narmada sebagai kota air. Mantan asisten di Sekretariat Daerah tersebut membeberkan Lobar memiliki mata air dengan kualitas terjamin. Lahan untuk pembangunan pabrik air kemasan juga telah tersedia. Sehingga, modal utama terbilang sudah tersedia.

“Ya mungkin pelan-pelan sambil kami benahi manajemen PT Tripat. Kalau APBD sudah baik bisa saja nanti dianggarkan oleh Pemda,” harapnya.

Jika kondisi manajemen PT Tripat sudah baik, Poniman juga mengaku pihaknya akan mencoba meminta persetuajuan pemilik perusahaan dalam hal ini bupati untuk mencari modal dari pihak luar. Agar potensi pembangunan pabrik kemasan bisa benar-benar terealisasi. Tidak hanya mengandalkan anggaran dari Pemda Lobar.

Rencana pembangunan pabrik air kemasan ini sebenarnya sempat di dukung dewan. Lantaran melihat prospek pabrik air kemasan cukup besar. Buktinya, salah satu perusahaan swasta kini sudah memiliki pabrik besar di wilayah Narmada dan Lingsar. Sehingga, Pemkab Lobar seharusnya diminta belajar dari hal ini. (ton/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hari Pertama Razia Masker di NTB, Pemda Kumpulkan Denda Rp 9,1 Juta

Sebanyak 170 orang tidak menggunakan masker terjaring razia di hari pertama penerapan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan di seluruh NTB, kemarin (14/9). Dari para pelanggar di semua titik operasi ini, Badan Pendapatan Daerah NTB pun mengumpulkan uang sebesar Rp 9,1 juta.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks