alexametrics
Minggu, 9 Agustus 2020
Minggu, 9 Agustus 2020

Pengembang Perumahan di Lahan Eks SMPN 2 Gunungsari Akui Belum Berizin

GIRI MENANG-Pemkab Lombok Barat (Lobar) kembali kecolongan. Perumahan yang tengah dibangun di eks lahan SMPN 2 Gunungsari belum mengantongi izin. Namun proses pembangunan perumahan tersebut justru dibiarkan berjalan beberapa bulan.

Pantauan Lombok Post kemarin, sejumlah pekerja terlihat berada di sekitar lokasi eks sekolah tersebut. Beberapa unit bangunan rumah terlihat sudah berdiri. Meskipun belum rampung.

Aditya, pihak penanggung jawab material dari PT Bumi Alam Lombok selaku developer mengatakan, saat ini pihaknya sedang mengurus izin. “Betul (belum memiliki izin). Terkait perizinannya kami sedang proses,” ungkapnya.

Aditya menjelaskan, pihak developer nekat membangun sebelum mengantongi izin dikarenakan sejak awal sudah ada komunikasi dengan Kepala Dinas Perkim Lobar Lalu Winengan. “Awal sebelum kami membangun, bos kami pak Jumsarudin sudah berkomunikasi dengan Miq Winengan (Kepala Dinas Perkim Lobar). Secara lisan pihak kami juga sudah berkomunikasi dengan kepala dusun dan kepala desa,” bebernya.

Pihaknya pun mengetahui kalau lahan eks SMPN 2 Gunungsari ini memang baru selesai bersengketa. Namun pihak developer meyakini jika sengketa sudah dimenangkan pemilik lahan I Gusti Bagus Hari Sudana Putra berdasarkan putusan kasasi Mahkamah Agung. Ditambah lahan ini juga sudah dieksekusi Pengadilan Negeri Mataram.

“Jadi kami hanya tinggal menunggu rekomendasi kepala dinas terkait (untuk perizinan). Operasional pembangunan kami hentikan sementara sambil menunggu izin,” akunya.

Perumahan di eks SMPN Gunungsari ini rencananya akan dijadikan perumahan komersil dan subsidi. Dengan rincian 11 unit rumah komersil dan 70 unit rumah subsidi.

Terpisah Kepala Bidang Perumahan Dinas Perkim Lobar Lalu Ratnawi memastikan jika perumahan tersebut belum mengantongi izin apapun. “Belum ada yang mengajukan izin perumahan di eks lahan SMPN 2 Gunungsari,” beber  kepada Lombok Post, kemarin (3/7).

Secara teknis, katanya, sebelum dilakukan pembangunan perumahan, developer harusnya meminta rekomendasi ke Dinas Perkim Lobar. Setelah itu, baru kemudian tim dari Perkim Lobar turun melakukan pengecekan teknis sebelum mengeluarkan rekomendasi.

“Kami sangat berhati-hati mengeluarkan rekomendasi. Apalagi kami tahu itu lahan bersengketa. Kami tidak mau terjadi masalah di kemudian hari,” jelas Ratnawi.

Sampai saat ini, ia mengaku pihaknya belum melakukan komunikasi sama sekali dengan pihak Developer perumahan eks lahan SMPN 2 Gunungsari. “Makanya harus distop. Kami akan berkoordinasi dengan Satpol PP,” ujar Ratnawi. Ia mengaku pihaknya tak ingin ini menjadi contoh bagi developer yang lain.

“Dulu juga kami pernah stop ada yang seperti ini. Makanya sebelum mulai membangun, harus mengurus izinnya dulu,” tegasnya.

Sementara Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) H Ahmad Subandi juga mengatakan, belum ada izin yang dikeluarkan pihaknya untuk perumahan eks lahan SMPN 2 Gunungsari.

“Pertama, peruntukan lahannya itu belum jelas. Harusnya ada rekomendasi tata ruang dari Dinas PU yang ditandatangani TKPRD oleh Sekda, baru ditembuskan ke Perkim dan LH,” jelasnya.

Setelah ada rekomendasi dari Dinas PU, LH, dan Perkim Lobar baru pihak DPMPTSP Lobar mengeluarkan Izin Penempatan dan Pemanfaatan Tanah (IPPT). Setelah IPPT keluar baru bisa diterbitkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

“Setelah semua itu selesai baru kami terbitkan izin. Tapi ini kan melanggar aturan, karena kami pastikan perumahan itu tidak punya izin,” jelas Subandi. (ton/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dewan Lombok Barat Minta Pekerja Hiburan Malam Jalni Rapid Test

Antisipasi penyebaran covid di tempat hiburan malam bisa lebih ketat. DPRD Lombok Barat (Lobar) mengusulkan para pekerja hiburan malam untuk dirapid test. ”Ini juga masuk bagian protokol kesehatan,” kata Ketua DPRD Lobar Hj Nur Hidayah, Jumat (7/8)

Fitch Ratings Indonesia Naikkan Peringkat Bank Bukopin Jadi AA-

Peringkat Nasional Jangka Panjang Bank Bukopin dinaikkan menjadi ‘AA-(idn)’ dari ‘BBB+(idn)’

Mata Air Lombok Utara Hanya Tersisa 77 Titik

Pemerintah KLU mencatat jumlah mata air potensial hanya tersisa 77 titik. Angka potensial itu terdeteksi sangat minim, dibandingkan total 238 mata air yang sebelumnya ada.

NTB Tuan Rumah Festival Ekonomi Syariah 2020

Provinsi NTB terpilih menjadi tuan rumah penyelenggaraan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) atau Festival Ekonomi Syariah Indonesia ke-7 tahun 2020. ”Provinsi NTB sekaligus menjadi koordinator penyelenggaraan festival tahun ini,” kata Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam pembukaan ISEF 2020 secara virtual, Jumat (7/8).

Layangan Nyangkut Ganggu Jaringan Listrik Lombok

MATARAM-Akhir-akhir ini layang-layang kerap mengganggu aktivitas warga. Layangan putus banyak nyangkut di jaringan listrik PLN. Akibatnya listrik harus dipadamkan. ”PLN mencatat beberapa kali gangguan listrik yang disebabkan oleh layang layang,” kata Manager PLN UP3 Mataram Dony Noor Gustiarsyah, Jumat (7/8).

Tahun ini NTB Butuh Rp 8,3 Miliar Tangani Kekeringan

Seperti tahun-tahun sebelumnya, dana penanganan kekeringan tidak pernah sedikit. Tahun ini, BPBD NTB kembali mengusulkan dana hingga Rp 8,3 miliar lebih untuk atasi bencana kekeringan. ”Ini sedang kami usulkan mudahan dananya tersedia,” kata Plt Kepala Pelaksana BPBD NTB H Ahmadi, Jumat  (7/8).

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Idola Baru Wisatawan, Bukit Pal Jepang Terapkan Sistem Booking Online

Begitu dibuka, Bukit Pal Jepang Desa Sapit, Kecamatan Suela, jadi incaran wisatawan. Dalam sebulan, bukit dengan ketinggian 2.300 meter di atas permukaan laut itu sudah didaki 3.550 wisatawan. Ibarat tengah berpuasa, inilah waktunya berbuka, setelah selama pandemi Covid-19 menahan dahaga akan sepinya wisatawan.

TGB Dukung Mohan, Bang Zul Jagokan Selly di Mataram

Jika Bang Zul (panggilan akrab H Zulkieflimansyah) mendukung pasangan Hj Putu Selly Andayani-TGH Abdul Manan (paket Salaman). Maka tidak dengan TGB. Pria yang berkuasa selama 10 tahun di NTB itu memilih mendukung pasangan H Mohan Roliskana-TGH Mujibburahman (pasangan Harum).
Enable Notifications.    Ok No thanks