alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

Aparat Diminta Usut Perjalanan Dinas Dewan Lobar

GIRI MENANG-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Barat (Lobar) menjadi instansi yang paling banyak belum melakukan pengembalian kerugian Negara. Hingga saat ini, total kerugian Negara yang belum disetor ke kas negara mencapai Rp 531 juta dari Rp 551 juta.

“Itu harus segera dituntaskan. Kalau tidak kami akan turun melakukan aksi,” ungkap Al Hadi, anggota LSM Kajian Advokasi Serta Anggaran (KASTA) NTB untuk wilayah Lobar.

Ia menyesalkan dewan yang harusnya menjadi kontrol eksekutif justru memberikan contoh yang tidak baik. Uang rakyat yang menjadi temuan LHP BPK tidak boleh diabaikan. Apalagi, dalam waktu dekat jabatan DPRD Lobar periode 2014-2019 akan berakhir bulan ini. “Jangan sampai berganti posisi jabatan kemudian nanti saling menyalahkan,” ucapnya.

Jika dewan masih belum merespons pengembalian kerugian Negara bersama OPD lainnya, Al Hadi mengaku pihaknya akan turun melakukan aksi. Menuntut agar aparat penegak hukum mengusut persoalan ini. “Kalau belum ada info pengembalian, kami akan turun ke jalan menuntut pihak hukum untuk mengusutnya,” tegas dia.

Pihak KASTA NTB menyesalkan kondisi Lobar saat ini. Banyak persoalan yang kemudian terjadi namun belum ada solusinya. Mulai dari kasus LCC di Narmada, persoalan aset yang amburadul hingga pengembalian kerugian Negara.

Terpisah, anggota DPRD Lobar Indra Jaya Usman mengakui jika diakumulasikan kerugian Negara memang paling banyak di dewan. Namun ia menjelaskan ada beberapa anggota dewan yang lanjut ke periode berikutnya. Bahkan ada yang naik ke Provinsi. “Kawan-kawan semua sudah mengembalikan, itu biasa tiap tahun,” jelasnya.

Alasannya, kemungkinan akibat kelebihan atau kekurangan pembayaran hotel. Karena dalam perjalanan dinas tidak bisa dipaksakan harga hotel seharga yang telah ditentukan. Bisa jadi karena hotelnya sedang penuh kemudian ada yang lebih murah. Sehingga Iju, sapaannya meminta agar persoalan ini tidak didramatisir. “Itu terjadi di semua, bukan hanya dewan tapi dinas juga seperti itu. Saya tahun kemarin cuma Rp 1 juta karena kelebihan bayar,” tandasnya.

Diketahui Kerugian negara berdasarkan LHP BPK RI Perwakilan NTB mencapai Rp 864,8 juta atas LKPD tahun 2018. Hingga waktu pengembalian 60 hari berlalu, kerugian tersebut belum juga dikembalikan.

Jumlah kerugian terbanyak dipaparkan Plt Ispektor Lobar H Ilham ada di DPRD Lobar. Total kerugian negara di DPRD Lobar mencapai Rp 551 juta atas temuan pembayaran perjalanan dinas anggota dewan. Yang baru dikembalikan hanya Rp 20 juta. Sisanya sekitar Rp 531 juta masih belum dikembalikan ke kas daerah.

Kemudian kerugian lainnya ada di Dinas PUPR sebesar Rp 160,7 juta. Namun kerugian ini secara keseluruhan telah dikembalikan Dinas PUPR. Berikutnya, kerugian Negara di Dinas Pariwisata sebesar Rp 61,5 juta. Yang sudah dikembalikan baru Rp 25 juta. Sisanya Rp 36 juta masih belum dikembalikan.

Sementara di Disperindag Lobar sebesar Rp 56,2 juta. Yang sudah dikembalikan sebesar Rp 49 juta. Otomatis tersisa tinggal Rp 7 juta. Sedangkan di Dinas Dikbud kerugian Negara mencapai Rp 17 juta yang baru dikembalikan hanya Rp 4 juta. Terakhir di DLH Lobar kerugian Negara Rp 9 juta masih belum dikembalikan. (ton/r8)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Jasa Raharja NTB turut Berpartisipasi Meriahkan Hut Lantas Ke-65

Sebagai bentuk koordinasi dan memperkokoh sinergi Kepala Cabang Jasa Raharja (JR) NTB bersama jajaran, Selasa (22/9) turut serta memeriahkan puncak HUT Lalu Lintas Bhayangkara Ke-65.

Sejak Pandemi, Omzet Pedagang Pasar Tradisional Turun 40 persen

”Penurunan omzet juga diikuti penurunan kapasitas pedagang di pasar sebesar 40 persen,” katanya saat ditemui di ruang kerja, Senin (21/9/2020).

Manfaatkan Simulasi KBM Tatap Muka untuk Pembiasaan Pola Hidup Sehat

”Kita lihat mana yang belum pakai masker sekaligus kita kampanye 3M itu, bersama guru-guru yang lain,” jelas Winarna.

Menag Positif Korona, UIN Mataram Langsung Instruksikan Pegawai WFH

”Pegawai UIN Mataram semaksimal mungkin, agar bekerja dari rumah menyelesaikan tugas masing-masing,” tegas dia.

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

VIDEO : Buron ke Kalimantan, Pulang, Saen Diringkus di Lingsar

Pelarian anggota komplotan pencurian dengan pemberatan berinisial SR alias Saen, berakhir. Pria 31 tahun, asal Dusun Bagek Nunggal, Desa Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat, itu dibekuk setelah setahun buron. ”Pelaku pulang karena rindu keluarga,” kata Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Sabtu (19/9).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.
Enable Notifications    Ok No thanks