alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Kalah di Gugatan Lahan SDN 2 Bengkel Pemkab Lobar Ajukan PK

MATARAM-Pemkab Lombok Barat (Lobar) belum mampu mempertahankan lahan SDN 2 Bengkel. Hakim Mahkamah Agung (MA) telah menetapakn pemilik lahan adalah penggugat, Hj Zakiyah.

Meski kalah, sepertinya Pemda Lobar belum menyerah. Mereka mengajukan peninjuan kembali (PK) atas perkara lahan SDN 2 Bengkel. ”Ya, kita sudah memohonkan PK, Senin (3/8) lalu,” kata Kabag Hukum Setda Lobar Ahmad Nuralam,Selasan (4/8).

Dia menjelaskan, ada dua novum atau bukti baru yang dimasukkan dalam PK. Namun, Nuralam enggan membeberkan novum tersebut. ”Tidak bisa saya beberkan apa yang menjadi novumnya,” kelitnya.

Yang pasti, novum yang diajukan tersebut tidak pernah dihadirkan di persidangan sebelumnya. Apakah novumnya kuat atau tidak?  Nuralam enggan menjawab. ”Tidak bisa saya beberkan,” ungkapnya.

Penasihat hukum yang mewakili Pemda Lobar DA Malik mengatakan, salah satu yang menjadi novum dalam perkara tersebut adalah dugaan alas hak palsu. ”Ada surat palsu yang diajukan penggugat saat persidangan perkara perdata,” kata Malik.

Dalam pertimbangan majelis hakim, Zakiyah terbukti melakukan tindak pidana pemalsuan barang bukti. ”Nah, putusan pidana itu yang kita jadikan sebagai novum,” bebernya.

Dari data SIPP PN Mataram, Pemda Lobar tak pernah menang di persidangan tingkat pertama hingga kasasi.  Penggugat Hj Zakiyah sepertinya memiliki alas hak yang kuat.

Dalam amar putusan hakim Mahkamah Agung (MA) disebutkan memperbaiki putusan Pengadilan Tinggi Mataram Nomor 198/PDT/2017/PT.MTR tanggal 17 Januari 2018 yang menguatkan putusan Pengadilan Negeri Mataram.

Dalam amar putusannya juga disebutkan eksepsi tergugat I atau Pemda Lobar tidak dapat diterima. Majelis hakim mengabulkan gugatatan penggugat dan menyatakan hukum tanah tersebut merupakan milik almarhum H Halil Bin Datu Tuan Rade dengan penggugat selaku ahli warisnya.

Kepemilikan itu diperkuat dengan pipil nomor 106, persil nomor 27 dengan luasan 1.400 meter persegi (belum diukur BPN).

Pada putusan hakim MA juga membebankan Pemda Lobar untuk membayar ganti rugi Rp 1 miliar kepada penggugat. (arl/r2)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks