alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Warga Labuapi, Beternak Burung Puyuh di Tengah Pandemi

DALAM situasi pandemi Covid 19, warga Kecamatan Labuapi, Lombok Barat, beralih menjadi peternak burung puyuh. Mereka memanfaatkan lahan kosong yang ada di desa tersebut. Hasilnya sungguh menggiurkan.

Akhir pekan lalu, Tim Pokja Lomba Kampung Sehat Kecamatan Labuapi, Lombok barat yang dipimpin langsung Kapolsek Labuapi  Iptu Jahyadi Sibawaih dan jajaran, meninjau aktivitas para peternak burung puyuh petelur di Labuapi. Yang mendapat kunjungan adalah salah seorang peternak yakni Iskandar, yang beternak burung puyuh di Dusun Karang Bucu, Desa Bagik Polak Barat.

Iptu Jahyadi Sibawaih menjelaskan, Iskandar memiliki 1.500 ekor burung puyuh dan dipelihara secara mandiri. Mulai dari pengembangbiakan hingga penangkaran, semuanya dilakukan Iskandar di halaman rumahnya.

“Para pekerjanya berasal dari lingkungan keluarga. Jumlahnya tiga orang,” kata Iptu Jayadi.

Dari 1.500 burung  puyuh tersebut, dalam sehari, Iskandar bisa mendapatkan 360 butir telur yang kemudian dijual kepada pengepul yang sudah menjadi langganan tetapnya. Sebagian lagi dijual ke Pasar Kediri.

“Panen telur dilakukan setiap hari,” katanya.

Satu papan trey berisi 90 butir telur dijual Iskandar seharga Rp 28.000. Sehingga dalam sehari sedikitnya dari penjualan telur, Iskandar mendapat Rp 112 ribu. Selain itu, dia juga bisa menjual burung puyuh. Harganya Rp 10.000 per ekor.

Saat ini, Iskandar tengah melakukan uji coba mengolah bekas kotoran burung puyuh menjadi  pupuk kandang yang digunakan untuk penyubur tanaman secara organik. Pupuk yang dihasilkan sementara mampu membuat tanaman tumbuh bagus. “Tapi untuk buahnya  masih belum menampakkan hasil karena membutuhkan komposisi yang tepat,” kata Iskandar menerangkan.

Kapolsek sendiri dalam kesempatan tersebut mengimbau dan memberikan edukasi terkait Kampung Sehat dan penerapan protokol kesehatan Covid-19. Yakni, selalu mencuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah beraktivitas, selalu menggunakan masker, dan menerapkan jaga jarak untuk mencegah penyebaran Covid-19 di wilayah Lombok Barat yang saat ini masih menjadi satu dari dua daerah zona merah di NTB. (kus/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Simulasi KBM Tatap Muka SMA Sederajat di NTB Pekan Kedua Dimulai

Simulasi KBM tatap muka untuk SMA sederajat di NTB memasuki pekan kedua. ”Sambil kami tetap memantau perkembangan penyebaran Pandemi Virus Korona,” kata Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan, pada Lombok Post, Minggu (20/9/2020).  

Mendikbud Pastikan Wacana Penghapusan Mapel Sejarah Hoaks

”Tidak ada sama sekali kebijakan regulasi atau perencanaan penghapusan mata pelajaran sejarah di kurikulum nasional,” tegas dia.

HARUM Goda Pemilih Millenial Lewat Lomba Film Pendek dan E-Sport

Bakal Calon Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mencoba menggoda pemilih milenial. Caranya, dengan menggelar film pendek dan e-sport. "Orang yang menggeluti dunia film tidak banyak. Bagi sebagian orang ini ekslusif. Prosesnya panjang," kata Mohan Sabtu malam (19/9) lalu.

Cerita Shaina Babheer saat Memerankan Sosok Kikin dalam film MOHAN

Shaina Azizah Putri dipilih untuk memerankan sosok Kikin Roliskana dalam film pendek berjudul "Mohan". Ini menjadi tantangan baru bagi dara yang sudah membintangi beberapa sinetron dan FTV nasional ini.

“Menara Eiffel”di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ramai Pengunjung

Pengelola wisata Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya tak ingin puas dengan keberhasilannya menyedot wisatawan. Realisasi target PADes Rp 30 juta per bulan harus dapat bertambah.

Bale Mediasi Lotim Damaikan Delapan Perselisihan

SELONG-Permohonan mediasi terus berdatangan ke Bale Mediasi Lotim. “Sudah ada 36 permohonan yang masuk,” kata Koordinator Administrasi Bale Mediasi Lotim Lalu Dhodik Martha Sumarna pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.
Enable Notifications    Ok No thanks