alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

Pemkab Lobar Klaim Pegang ‘Kartu As’ Terkait Sengketa Lahan SMPN 2 Gunungsari

GIRI MENANG-Kasus sengketa lahan SMPN 2 Gunungsari memasuki babak baru. Itu setelah Bupati Lombok Barat (Lobar) H Fauzan Khalid mengklaim memegang ‘Kartu As’ atas sengketa lahan ini.

“Sejak awal kami (Pemkab Lobar, Red) yakin sulit menang karena mereka memegang sertifikatnya (lahan SMPN 2 Gunungsari). Cuma saya memiliki keyakinan tidak mungkin pemerintah itu membangun kalau mereka belum mengantongi kepemilikan lahan,” beber Fauzan saat ditemui di Pendopo bupati Selasa kemarin (5/3).

Pemkab Lobar tidak mengantongi bukti kepemilikan lahan tersebut. Sehingga ia mengaku tidak heran jika Pemkab Lobar kalah dalam gugatan di Pengadilan Negeri Mataram hingga Kasasi Mahkamah Agung.

Namun dalam perjalanannya kemudian, Fauzan mengaku pihaknya menemukan ‘Kartu As’. “Kami punya bukti peminjaman sertifikat. Jadi sebelumnya sertifikat lahan ini sudah ada di Pemda. Belum balik nama. Kemudian dipinjam tahun 2011. Dan itu sudah ada di atas materai,” beber Fauzan.

Sehingga muncul pertanyaan dalam benak Fauzan, apa alasan Pemda Lobar saat itu meminjamkan sertifikat lahan itu. Kemudian bagaimana mungkin pihak yang meminjam sertifikat tidak mengembalikan dan justru mengklaimnya.

Atas dasar itulah kemudian pihak Pemda dikatakan Bupati saat ini mengambil langkah Peninjauan Kembali (PK). “Makanya saya imbau warga jangan mengklaim atau mengakui lahan yang bukan miliknya. Kedua saya akan lebih ketat ke dalam belajar dari kejadian ini (peminjaman sertifikat),” terangnya.

Terkait PK yang tidak menghentikan proses eksekusi pengadilan, Fauzan menegaskan Pemkab Lobar sudah menyiapkan langkah antisipatif. Misalnya dengan merelokasi siswa ke sekolah terdekat atau bangunan milik Pemkab Lobar.

Sebelumnya, pemilik lahan berdasarkan putusan kasasi MA atas nama I Gusti Bagus Hari Sudana Putra tetap berencana melakukan eksekusi dalam waktu dekat. Eksekusi lahan sebenarnya akan dilakukan Februari lalu.

“Karena siswa sedang ulangan, makanya eksekusi kami tunda. Ini hanya karena alasan kemanusiaan. Begitu ulangan selesai, tetap kami lakukan eksekusi bersama Pengadilan Negeri Mataram,” jelas Gus Ari, sapaan I Gusti Bagus Hari Sudana Putra kepada Lombok Post. (ton/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Sejak Pandemi, Omzet Pedagang Pasar Tradisional Turun 40 persen

”Penurunan omzet juga diikuti penurunan kapasitas pedagang di pasar sebesar 40 persen,” katanya saat ditemui di ruang kerja, Senin (21/9/2020).

Manfaatkan Simulasi KBM Tatap Muka untuk Pembiasaan Pola Hidup Sehat

”Kita lihat mana yang belum pakai masker sekaligus kita kampanye 3M itu, bersama guru-guru yang lain,” jelas Winarna.

Menag Positif Korona, UIN Mataram Langsung Instruksikan Pegawai WFH

”Pegawai UIN Mataram semaksimal mungkin, agar bekerja dari rumah menyelesaikan tugas masing-masing,” tegas dia.

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

VIDEO : Buron ke Kalimantan, Pulang, Saen Diringkus di Lingsar

Pelarian anggota komplotan pencurian dengan pemberatan berinisial SR alias Saen, berakhir. Pria 31 tahun, asal Dusun Bagek Nunggal, Desa Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat, itu dibekuk setelah setahun buron. ”Pelaku pulang karena rindu keluarga,” kata Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Sabtu (19/9).

WCD, Warga Lobar Bebaskan Pantai Cemara dari Sampah

Ribuan orang di Lombok Barat (Lobar) memperingati World Cleanup Day (WCD), akhir pekan kemarin. Kegiatan ini dipusatkan di Pantai Cemara. ”Semuanya terlibat. OPD, kecamatan, desa, bahkan masyarakat juga ramai ikut,” kata Bupati Lobar H Fauzan Khalid, Sabtu (19/9).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.
Enable Notifications    Ok No thanks