alexametrics
Jumat, 18 September 2020
Jumat, 18 September 2020

Digusur Bendungan Meninting, Lahan Warga Tak Kunjung Dibayar

GIRI MENANG-Pembangunan Bendungan Meninting terus jalan. Sayangnya, hingga saat ini masih belum ada kejelasan pembayaran lahan milik warga yang terdampak pembangunan bendungan.

“Sempat warga diminta buat rekening. Tim pembebasan lahan datang ke masyarakat meminta warga melengkapi persyaratan,” ungkap salah satu warga pemilik lahan di Desa Dasan Geria, Kecamatan Lingsar Jumarti.

Warga mendapat kabar segar jika lahan mereka kemungkinan besar akan dibayar Bulan Februari lalu. Namun informasi yang didapatkan ternyata harapan palsu. Bulan Februari berlalu. Hingga Maret atau bulan ini warga justru belum menerima kepastian kapan lahan mereka dibayar.

“Belum ada titik terang informasi kepada kami kapan lahan akan dibayarkan,” katanya.

Masyarakat menurutnya juga merasa malu terus menerus menanyakan pembayaran lahan. Tapi kondisi yang mereka hadapi memang sangat sulit. “Masyarakat kami sudah relokasi dan tanah tempat mereka membangun rumah itu belum dibayar. Pemilik lahan juga menjadi beban pikiran,” ungkapnya.

Sayangnya, Jumarti yang juga menjabat anggota DPRD Lobar ini menyesalkan pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten seolah tak punya beban dengan kondisi yang dihadapi masyarakat.

Masalah yang dihadapi warga seolah diabaikan. Padahal dampak pembangunan bendungan Meninting sudah mulai dirasakan oleh warga. Suara pelaksanaan proyek yang bising, hingga kekhawatiran longsor di area pembangunan bendungan membuat warga resah.

“Tolong dipikirkan juga bagaimana SDN 3 Bukit Tinggi yang ada di kawasan itu. Kemana direlokasi dan kapan. Sampai sekarang kan belum jelas,” pintanya. Padahal di sekolah tersebut anak-anak dari dua desa sekolah di sana.

Terpisah, PPK Pengadaan Lahan Bendungan Meninting Lalu Afifudin Zohri mengaku pihaknya masih menunggu kesanggupan BPN dan LMAN. Terkait kapan bisa dilaksanakan pembayarannya. “Kalau rekening tidak dibuat (oleh warga), masyarakat akan menerima buku tabungan yang sudah ada isinya sesuai bukti pembayaran,” jelasnya.

Ditanya apakah sudah ada kepastian kapan lahan warga dibayar LMAN, Lalu Afifudin mengaku belum bisa memastikan. “Belum,” tandasnya.

Pihaknya di BWS Nusa Tenggara I tidak bisa memastikan kapan pembayaran lahan warga karena semua tergantung dari LMAN. Mengingat pembebasan lahan ini menjadi kewenangan pemerintah pusat. (ton/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Pilwali Mataram, Polres Petakan 12 Potensi Kerawanan

Polresta Mataram memetakan 12 titik potensi kerawanan di Kota Mataram. “Sebenarnya ini kejadian (yang kami himpun) dulu dan pernah terjadi,” kata Wakasat Intelkam Polres Mataram, Ipda Gunarto, kemarin (17/8).

Pilkada Serentak NTB, Potensi Saling Jegal Masih Terbuka

Bawaslu NTB mengantisipasi potensi sengketa usai penetapan Pasangan Calon (Paslon) 23 September mendatang. Baik sengketa antara penyelenggara pemilu dengan peserta dan peserta dengan peserta.

Bukan Baihaqi, Isvie Akan Menangkan HARUM di Pilwali Mataram

Golkar dipastikan solid memenangkan setiap pasangan yang diusung. “Sebagai kader Golkar kita harus loyal (pada perintah pertai),” kata Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi NTB Hj Baiq Isvie Rupaeda.

Gubernur Ingatkan Jaga Kerukunan di Musim Pilkada!

”Partai boleh beda, calon boleh beda, tapi senyum kita harus senantiasa semanis mungkin dengan tetangga-tetangga kita," kata Gubernur NTB H Zulkieflimansyah saat menyapa umat Hindu di Pura Dalem Swasta Pranawa, Abian Tubuh, Kamis (17/9/2020).

Koreksi DTKS, Pemprov NTB Coret 215.627 Rumah Tangga

”Data ini dari hasil verifikasi dan validasi yang dilakukan kabupaten/kota,” kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) NTB H Ahsanul Khalik, Kamis (16/9/2020).

53 SPBU di NTB Sudah Go Digital

”Upaya ini untuk menjawab tantangan di era digital. Pertamina memantau distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) end to end process, yang akan memberikan layanan kepada pelanggan lebih aman, mudah dan cepat,” kata Unit Manager Communication Relations & CSR Pertamina MOR V Rustam Aji, Kamis (17/9/2020).

Paling Sering Dibaca

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hari Pertama Razia Masker di NTB, Pemda Kumpulkan Denda Rp 9,1 Juta

Sebanyak 170 orang tidak menggunakan masker terjaring razia di hari pertama penerapan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan di seluruh NTB, kemarin (14/9). Dari para pelanggar di semua titik operasi ini, Badan Pendapatan Daerah NTB pun mengumpulkan uang sebesar Rp 9,1 juta.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks