alexametrics
Jumat, 18 September 2020
Jumat, 18 September 2020

Korban Gempa Puasa di Tenda Darurat

GIRI MENANG-Ribuan warga korban gempa di Lombok Barat (Lobar) masih tertahan di tenda darurat sementara. Menyusul pembangunan rumah bantuan dari pemerintah pusat masih belum selesai. Akibat pembangunan ini terkendala beberapa persoalan.

“Batu-bata yang sulit. Sampai sekarang kami belum bisa mendapatkan bahan bangunan ini. Baru semen, pasir dan besi yang sudah datang,” tutur Martini, salah seorang warga Dusun Senggigi kepada Lombok Post, Jumat (3/5).

Akibatnya, pembangunan rumahnya yang sudah mulai penggalian pondasi sejak sebulan lalu masih belum menunjukkan progress menjanjikan. Belum ada tanda-tanda bangunan rumah tersebut berdiri. Itu lantaran bahan bangunan yang sulit didapatkan para korban gempa untuk memperbaiki rumahnya.

“Ya terpaksa bertahan di tenda dulu selama puasa. Mau nggak mau,” pasrahnya sambil menggendong bayinya.

Martini mengaku ia sudah tinggal di dalam tenda darurat selama delapan bulan lebih. Terhitung sejak rumahnya rata dengan tanah akibat diguncang gempa Agustus 2018 lalu. “Kami berempat tinggal di dalam tenda ini. Saya, suami dan dua anak. Ya buka puasa dan sahurnya nanti di sini juga karena kan rumah belum selesai dibangun,” tuturnya.

Ini merupakan kali pertama warga Senggigi yang rumahnya rusak parah akibat gempa menjalankan ibadah puasa di tenda darurat.

Selain kendala bahan bangunan, persoalan lain yang dihadapi warga korban gempa adalah masalah keterbatasan tukang. Hayyin, warga Desa Senggigi lainnya membeberkan, Pokmasnya sudah bekerja sama dengan salah satu CV penyedia bahan bangunan. Untuk memasok kebutuhan bahan bangunan bagi anggota Pokmasnya untuk membangun kembali rumahnya. “Cuma kendalanya tukang ini yang sulit. Makanya ini kami datangkan tukang dari Jawa,” tuturnya sambil menunjuk ke arah beberapa tukang yang tengah bekerja.

Persoalan terbatasnya tukang menjadi kendala yang menyebabkan pembangunan rumah warga korban gempa tersendat. Ditambah, pasokan bahan bangunan yang sulit membuat sebagian besar warga korban gempa terpaksa menjalankan ibadah puasa tahun ini di dalam tenda. (ton/r8)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Pilwali Mataram, Polres Petakan 12 Potensi Kerawanan

Polresta Mataram memetakan 12 titik potensi kerawanan di Kota Mataram. “Sebenarnya ini kejadian (yang kami himpun) dulu dan pernah terjadi,” kata Wakasat Intelkam Polres Mataram, Ipda Gunarto, kemarin (17/8).

Pilkada Serentak NTB, Potensi Saling Jegal Masih Terbuka

Bawaslu NTB mengantisipasi potensi sengketa usai penetapan Pasangan Calon (Paslon) 23 September mendatang. Baik sengketa antara penyelenggara pemilu dengan peserta dan peserta dengan peserta.

Bukan Baihaqi, Isvie Akan Menangkan HARUM di Pilwali Mataram

Golkar dipastikan solid memenangkan setiap pasangan yang diusung. “Sebagai kader Golkar kita harus loyal (pada perintah pertai),” kata Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi NTB Hj Baiq Isvie Rupaeda.

Gubernur Ingatkan Jaga Kerukunan di Musim Pilkada!

”Partai boleh beda, calon boleh beda, tapi senyum kita harus senantiasa semanis mungkin dengan tetangga-tetangga kita," kata Gubernur NTB H Zulkieflimansyah saat menyapa umat Hindu di Pura Dalem Swasta Pranawa, Abian Tubuh, Kamis (17/9/2020).

Koreksi DTKS, Pemprov NTB Coret 215.627 Rumah Tangga

”Data ini dari hasil verifikasi dan validasi yang dilakukan kabupaten/kota,” kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) NTB H Ahsanul Khalik, Kamis (16/9/2020).

53 SPBU di NTB Sudah Go Digital

”Upaya ini untuk menjawab tantangan di era digital. Pertamina memantau distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) end to end process, yang akan memberikan layanan kepada pelanggan lebih aman, mudah dan cepat,” kata Unit Manager Communication Relations & CSR Pertamina MOR V Rustam Aji, Kamis (17/9/2020).

Paling Sering Dibaca

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Hari Pertama Razia Masker di NTB, Pemda Kumpulkan Denda Rp 9,1 Juta

Sebanyak 170 orang tidak menggunakan masker terjaring razia di hari pertama penerapan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan di seluruh NTB, kemarin (14/9). Dari para pelanggar di semua titik operasi ini, Badan Pendapatan Daerah NTB pun mengumpulkan uang sebesar Rp 9,1 juta.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks