alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

Protes JPS Mantap, Warga Suka Makmur Gerung Gedor Kantor Desa

GIRI MENANG-Pembagian sembako Jaring Pengaman Sosial (JPS) Mantap Lombok Barat (Lobar) kembali mengundang polemik. Sejumlah warga dari tiga dusun kemarin malam mendatangi Kantor Desa Suka Makmur Kecamatan Gerung melakukan protes. Lantaran, pembagian sembako oleh BUMDes setempat dinilai tidak adil.

“Kekecewaan massa dimulai pada hari Minggu tanggal 3 Mei sekitar pukul 09.00 Wita setelah dilakukan pembagian Jaring Pengaman Sosial (JPS ) Mantap untuk 190 orang yang dibagikan oleh BUMDes,” jelas Kapolsek Gerung Iptu Syaripudin Zohri melalui Kasubbag Humas Polres Lobar Iptu Ketut Sandiarsa.

Sayangnya, pembagian sembako itu tidak melalui koordinasi dengan Bhabinkamtibmas, Bhabinsa, serta perangkat kewilayahan. BUMDes membagikan bantuan sembako itu kepada warga yang sudah terdata dari kabupaten.

Masyarakat menilai data yang berasal dari Pemkab Lobar tersebut tidak menyentuh masyarakat yang sangat membutuhkan atau kurang mampu. Sehingga masyarakat menganggap pembagian tersebut tidak adil.

Sekitar pukul 22.00 Wita warga dari Dusun Ketejer, Dusun Kebun Kongo, dan Dusun Suka Makmur mendatangi Kantor Desa Suka Makmur. Berjumlah sekitar 100 orang, mereka meminta penjelasan dari Pemdes Suka Makmur.

Sayangnya, saat warga datang di kantor desa tidak ada orang sehingga tidak ada yang menanggapi. Akhirnya warga memaksa masuk dan merusak pintu gerbang kantor desa.

Sekitar pukul 22.40 Wita anggota piket Polsek Gerung mendatangi Kantor Desa Suka Makmur yang kemudian disusul oleh Sat Sabhara Polres Lobar dan IK Polres Lobar. “Kami mengamankan TKP dan menenangkan warga agar tidak bertindak anarkis,” jelasnya.

Warga yang ada di kantor desa bersikeras tak mau meninggalkan kantor desa sebelum mendengarkan keterangan dari pihak BPD.

Ketua BPD Suka Makmur Jumawardi sekitar pukul 23.30 wita tiba di lokasi. Bersama kepala desa, ia memberikan penjelasan di halaman kantor desa kepada warga. Setelah musyawarah di dalam ruangan sempat terganggu menyusul salah seorang warga merusak kaca jendela kantor desa. Musyawarah di halaman kantor desa berjalan cukup kondusif setelah Kapolsek Gerung, Danramil Gerung, dan Camat Gerung mendatangi kantor Desa Suka Makmur.

Salah satu tuntutan warga Dusun Ketejer diungkapkan dalam musyawarah kaitannya dengan hanya delapan orang warga Ketejer dan Suka Makmur yang mendapatkan pembagian sembako JPS Mantap. Sedangkan untuk Dusun Egok mendapat bantuan tersebut sekitar 100 orang. Sehingga warga menuntut ada pemerataan pembagian bantuan.

Terkait dengan pemerataan pembagian bantuan dari pemerintah yang kurang adil, Ketua BPD menjelaskan pihaknya tidak pernah mendata penerima bantuan tersebut. Kewenangan ada di pemerintah desa. BPD hanya memverifikasi dan menerima aspirasi masyarakat.

Sementara kepala desa menegaskan data penerima bantuan yang dibagikan tersebut merupakan data dari pemerintah kabupaten. Pemerintah desa belum sempat melakukan verifkasi. Sehingga nanti akan dikumpulkan dari perwakilan dari masing masing dusun untuk membicarakan terkait bantuan.

Selain menuntut pemerataan pembagian bantuan JPS Mantap, tuntutan juga mulai meluas ke ranah politik. Lantaran warga juga menuntut diberhentikannya Kades atau Ketua BPD dari jabatannya.

Sementara Kapolsek Gerung Iptu Syaripudin Zohri menyarankan kepada Kepala Desa dan Ketua BPD untuk segera musyawarah dengan kepala dusun dan anggota BPD. Kaitannya dengan apa yang menjadi tuntutan masyarakat.  (ton/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

BioSolar Non Subsidi, Solusi Kebutuhan Masyarakat Sumbawa

”Supaya mempermudah pelanggan membedakan jenis produk BBM yang dibeli,” terang Unit Manager Communication Relation & CSR Pertamina MOR V Rustam Aji melalui rilis yang diterima Lombok Post, Rabu (30/9/2020).

Banyak Manfaat, Petani di Mataram Justru Enggan Terima Kartu Tani

”Ketika daftar, dia berada di titik lahan A dengan luas sekian. Namun, ketika kartu ini keluar, dia sudah mutasi nyewa lahan lain dengan luas berbeda,” jelasnya, Selasa (29/9/2020).

Bisnis Hidroponik, Bantu Perekonomian Warga Kota saat Pandemi

”Mereka bisa jual sendiri, atau bisa juga bermitra dengan kami. Soal pasar, kami yang carikan,” katanya kepada Lombok Post, Rabu (30/9/2020).

Dilantik Lusa, Kontribusi Pemuda Muhammadiyah Kota Mataram Dinanti

"Kita mengambil tema meneguhkan semangat kepemudaan untuk Kota Mataram maju dan religius," kata Ketua PDPM Kota Mataram Iskandar.

Dompu Zona Merah, Simulasi KBM Tatap Muka Dua Sekolah Distop

Rinciannya, SMAN 1 dan 2 Kilo, SMAN 1 dan 3 Pekat, SMAN 1 Kempo, SMKN 1 Manggalewa, SMKN 2 Dompu, dan SMAN 1 Hu’u. Namun, hanya simulasi di SMKN 2 Dompu dan SMAN 1 Hu’u yang dihentikan. ”Pertimbangannya, karena sekolah itu ada di wilayah kota dan dekat kota, sebagai pusat penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Cegah Penyakit Jantung di Masa Pandemi

dr. Yusra Pintaningrum, SpJP(K),FIHA,FAPSC,FAsCC

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks