alexametrics
Jumat, 25 September 2020
Jumat, 25 September 2020

Aset Bermasalah Jadi Atensi KPK

GIRI MENANG-Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) kini tengah dihadapkan sejumlah kasus sengketa aset lahan tanah. Mulai dari sengketa lahan SMPN 2 Gunungsari, persoalan aset Lombok City Center, sengketa lahan di wilayah Desa Kuranji, hingga lahan di Desa Batu Mekar, Kecamatan Lingsar. Banyaknya persoalan ini membuat Pemkab Lobar bakal didatangi oleh tim dari Komisi Pemberantasan Korupsi, pekan depan.

“Kita siap (menerima KPK, Red),” ujar Bupati Lobar H Fauzan Khalid kemarin (5/7) ketika ditanya terkait kedatangan pihak KPK, pekan depan.

Informasi yang dihimpun Lombok Post, KPK bakal datang ke Lobar Selasa 9 Juli mendatang. KPK akan berkoordinasi dengan Pemkab Lobar kaitannya dengan sejumlah persoalan menyangkut aset. Mengingat saat ini Lobar bersengketa dengan sejumlah warga terkait aset di beberapa wilayah.

Keberadaan aset Lobar belakangan banyak yang dikuasai warga dan diklaim lahan pribadi. Beberapa kali Pemda Lobar pun justru kalah dalam proses gugatan hukum. Misalnya seperti Pasar Tawun Sekotong di 2018 lalu, lahan di Mapak Kota Mataram kawasan Asrama Haji, lahan SMPN 2 Gunungsari yang Rabu (3/7) lalu di eksekusi Pengadilan Mataram. Untuk mencegah hal ini terjadi, bupati pun mengaku terus melakukan penataan aset yang dimiliki.

“Kami lagi menata. Tidak bisa selesai setahun dua tahun (persoalan aset) karena persoalannya rumit,” aku Bupati Fauzan.

Ia mengaku, saat ini masih banyak lahan Pemda yang belum memiliki sertifikat. Inilah yang tengah diupayakan diselesaikan persoalan administrasinya. Sejak tahun 2018 lalu, Fauzan mengaku telah menganggarkan untuk pembuatan kurang lebih 200 sertifikat tanah Pemda.

“Itu masyarakat tidak tahu ribetnya minta ampun. Target kami tahun ini di atas itu. Sekitar 300 sertifikat,” ungkapnya.

Saat ini, Pemkab Lobar melalui BPKAD juga telah mengajukan gugatan ke pengadilan hingga melapor ke Kejaksaan Negeri Mataram. Kaitannya dengan aset Pemda yang telah diklaim milik pribadi. Misalnya saja seperti lahan di Desa Batu Mekar seluas kurang lebih 6 hektare. Lahan ini diketahui justru dikapling oleh tiga orang warga. Padahal lahan ini merupakan lahan Pemda yang diberikan pengelolaannya kepada Dinas Pertanian Lobar.

Aset ini juga yang sempat dipertanyakan mantan kepala aset Lobar H Burhanudin. Ia mengaku heran ketika mengetahui aset lahan di Desa Batu Mekar seluas 6,9 hektare dengan pohon kelapa sekitar 500 pohon dikuasai warga. “Pertanyaan saya, siapa yang melakukan? Kenapa Pemda diam?” tanyanya.

Ia berharap Pemda dan Dinas Pertanian dan bagian hukum membawa persoalan aset yang dikuasi oknum tertentu ke ranah hukum. Agar aset ini bisa kembali.

Sementara Anggota DPRD Lobar Dapil Narmada-Lingsar H Ahmad Zaenuri meminta jika ada tindakan penggeregahan atau penguasaan lahan agar segera dilaporkan ke aparat penegak hukum. Ia melihat lemahnya administrasi pendataan aset Lobar menjadi penyebab banyaknya sengketa lahan yang bermunculan. “Ketika masa transisi peralihan pemekaran Kota Mataram dulu masih lemah administrasinya. Pemkab Lombok Barat tidak langsung mendata aset-aset yang ditinggalkan sehingga dikuasai oknum-oknum,” ungkapnya.

Sehingga, ia berharap ini yang harus dikuaktkan administrasinya. “Dan kami juga punya data-data itu,” tandasnya. (ton/r8)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Catat, Kampanye Undang Massa Bisa Dipidana

Seluruh calon kepala daerah yang akan berlaga dalam Pilkada serentak di tujuh kabupaten/kota di NTB telah ditetapkan, kemarin (23/6). Hari ini, para calon kepala daerah tersebut akan melakukan pengundian nomor urut. Kampanye akan dimulai pada 26 September. Seluruh kandidat harus hati-hati berkampanye di masa pandemi. Sebab, mengundang massa dalam kampanye bisa dikenakan pidana.

Dua Sopir Bupati Lotim pun Positif Tertular Covid-19

PELACAKAN kontak erat Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy yang positif terinfeksi Covid-19 masih terus dilakukan. Hingga kemarin, dari kontak erat yang telah menjalani uji usap atau swab, dua orang sopir Bupati Sukiman telah dipastikan positif Covid-19.

Dua Jempol untuk Penanggulangan Covid-19 Desa Bentek Lombok Utara

Desa Bentek meraih juara satu Kampung Sehat di Kecamatan Gangga, Lombok Utara. Berada di pintu masuk Kecamatan Gangga, desa ini memang dua jempol. Bidang kesehatannya oke. Bidang ekonominya mantap. Sementara bidang ketahanan pangannya juga menuai decak kagum. Pokoknya top!

Disdag Kota Mataram Gelar Pasar Rakyat, Warga Antusias

”Kami berterima kasih pada pihak Disdag karena kebutuhan rumah tangga bisa diakomodir sekaligus di sini dengan harga terjangkau,”  kara Nasrullah, lurah Pagutan Barat.

Dapodik Versi Terbaru Buat Bingung, Dikbud NTB Latih Operator Sekolah

Kami rancang untuk yang pulau Lombok dulu,” kata Kepala Seksi  GTK SMK Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Dikbud NTB Mu'azam, Rabu (23/9/2020).

SMK di NTB Mulai Persiapan Ikuti LKS Tingkat Nasional

”Siswa yang ikut, sedang menjalani training center (TC),” kata Kepala SMKN 3 Mataram Ruju Rahmad, Rabu (23/9/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Sutradara Trish Pradana, Angkat Kisah Mohan ke Layar Lebar

Sutradara Trish Pradana tak henti melahirkan karya. Di tengah Pandemi Korona ini ia kembali ke balik layar menuntaskan film baru bertajuk "Mohan". Ini merupakan film yang diangkat dari kisah hidup Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana sewaktu remaja.
Enable Notifications    Ok No thanks