alexametrics
Jumat, 18 September 2020
Jumat, 18 September 2020

Desa Pusuk Lestari Kemas Tuak Manis Lebih Modern

GIRI MENANG-Desa Pusuk Lestari, Kecamatan Batulayar memiliki segudang potensi. Sejumlah produk masyarakat desa ini menjadi salah satu produk andalan Kabupaten Lombok Barat. Misalnya seperti gula semut yang merupakan turunan dari produk gula aren hingga kolang kaling.

“Salah satu potensi yang dimiliki desa kami adalah kelompok King Aren yang menghasilkan berbagai produk,” beber Sekretaris Desa Pusuk Lestari M Supardi, kemarin (5/7).

Kelompok ini cukup produktif mengasilkan beberapa produk makanan dan minuman. Diantaranya, gula semut, kolang kaling, briket gula merah, dan gula cair. Selain itu ada juga emping dari belinjo dan kripik gadung.

Sayangnya produktivitas ini hanya dilakukan sejumlah kelompok. Belum dilakukan secara merata di setiap dusun. Ini membuat pemerintah desa kesulitan membantu masyarakat memasarkan produknya. Karena permintaan akan produk ini dikatakan Supardi justru lebih besar dari daya produksi masyarakat Desa Pusuk Lestari.

“Ada pembeli dari Jakarta yag meminta kami menyiapkan 500 kilo gram gula semut. Tapi itu masih belum bisa kami penuhi karena produksinya masih terbatas di satu dusun,” bebernya.

Sehingga, tahun ini pemerintah desa melalui dana desa dan bantuan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat berupaya mendorong masyarakat lebih produktif lagi. “Kami targetkan tahun ini satu dusun satu produk,” jelasnya.

Misalnya seperti di Dusun Gelondongan Atas akan didorong untuk memproduksi gula merah briket yang tingkat permintaannya juga cukup tinggi. Sehingga ia berharap dengan produktifnya masyarakat di setiap dusun bisa memenuhi permintaan pasar. “Artinya secara pemasaran, sudah banyak yang datang. Cuma kami kesulitan memenuhi permintaan tersebut,” akunya.

Selain itu, tahun ini pemerintah desa juga berencana untuk bekerja sama dengan salah satu perusahaan air minum kemasan di wilayah Narmada. Terkait pengemasan minuman tuak manis yang juga menjadi salah satu produk andalan Desa Pusuk Lestari.

“Kami ingin mengemas tuak manis lebih modern dan punya label. Makanya rencananya kami akan bekerja sama untuk menyiapkan wadah kemasan dengan salah satu perusahaan yang ada di Narmada,” tandasnya. (ton/r8)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Empat Hari Razia di NTB, Pelanggar Protokol Korona Capai 1.222 Orang

BARU empat hari operasi yustisi oleh tim gabungan, warga yang terjaring razia masker sudah mencapai 1.222 orang. Sebanyak 30 orang di antaranya merupakan aparatur sipil negara (ASN). Sisanya 1.292 orang masyarakat umum.

Pilwali Mataram, Polres Petakan 12 Potensi Kerawanan

Polresta Mataram memetakan 12 titik potensi kerawanan di Kota Mataram. “Sebenarnya ini kejadian (yang kami himpun) dulu dan pernah terjadi,” kata Wakasat Intelkam Polres Mataram, Ipda Gunarto, kemarin (17/8).

Pilkada Serentak NTB, Potensi Saling Jegal Masih Terbuka

Bawaslu NTB mengantisipasi potensi sengketa usai penetapan Pasangan Calon (Paslon) 23 September mendatang. Baik sengketa antara penyelenggara pemilu dengan peserta dan peserta dengan peserta.

Bukan Baihaqi, Isvie Akan Menangkan HARUM di Pilwali Mataram

Golkar dipastikan solid memenangkan setiap pasangan yang diusung. “Sebagai kader Golkar kita harus loyal (pada perintah pertai),” kata Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi NTB Hj Baiq Isvie Rupaeda.

Gubernur Ingatkan Jaga Kerukunan di Musim Pilkada!

”Partai boleh beda, calon boleh beda, tapi senyum kita harus senantiasa semanis mungkin dengan tetangga-tetangga kita," kata Gubernur NTB H Zulkieflimansyah saat menyapa umat Hindu di Pura Dalem Swasta Pranawa, Abian Tubuh, Kamis (17/9/2020).

Koreksi DTKS, Pemprov NTB Coret 215.627 Rumah Tangga

”Data ini dari hasil verifikasi dan validasi yang dilakukan kabupaten/kota,” kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) NTB H Ahsanul Khalik, Kamis (16/9/2020).

Paling Sering Dibaca

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hari Pertama Razia Masker di NTB, Pemda Kumpulkan Denda Rp 9,1 Juta

Sebanyak 170 orang tidak menggunakan masker terjaring razia di hari pertama penerapan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan di seluruh NTB, kemarin (14/9). Dari para pelanggar di semua titik operasi ini, Badan Pendapatan Daerah NTB pun mengumpulkan uang sebesar Rp 9,1 juta.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks