alexametrics
Kamis, 24 September 2020
Kamis, 24 September 2020

Setengah Warga Kuripan Belum Punya Jamban

GIRI MENANG-Kualitas kesehatan masyarakat di Desa Kuripan Induk masih rendah. Namun, desa ini justru masuk dalam kategori desa maju. Hal ini sangat disesalkan Kepala Desa Kuripan Hasbi. Karena berdampak pada kucuran bantuan dana desa dari pusat.

“Saya kepala desa baru di sini. Dari sisi mana desa ini dikatakan desa maju padahal masih banyak yang belum punya jamban,” akunya usai mengikuti sosialisasi dari Da’i Kesehetan di aula Kantor Desa, kemarin (5/7).

Dari sekitar 2.500 Kepala Keluarga (KK), ia mengaku baru sekitar 1.000 KK yang telah memiliki jamban. Sisanya 50 persen lebih masih belum punya. Otomatis warga masih sering Buang Air Besar (BAB) sembarangan. Mulai di sungai atau kali hingga di kebun. “Inilah fakta yang terjadi. Masih banyak yang belum memilik jamban. Baru sekitar 1.000 kepala keluarga yang punya,” bebernya.

Bukan bermaksud tidak merasa bersyukur, tetapi Hasbi mempertanyakan indikator desanya dikategorikan sebagai desa maju. Karena ini juga berdampak pada bantuan dana desa yang ia terima. Saat ini, Desa Kuripan mendapatkan anggaran dana desa sekitar Rp 1,4 miliar per tahun. Sementara Desa Giri Sasak yang notabenenya memiliki luas wilayah lebih kecil dengan jumlah warga yang tidak terlalu jauh berbeda memiliki anggaran sekitar Rp 1,7 miliar.

“Termasuk stunting juga di sini masih cukup banyak. Kuripan kan paling banyak (kasus stunting). Lalu dari sisi mana diaggap desa maju,” tanyanya.

Dengan kondisi ini, ia pun harus memutar otak untuk menjemput program pemerintah daerah maupun program pemerintah pusat. Tahun ini, Desa Kuripan mendapatkan bantuan dari Kementerian Desa untuk pembangunan jamban. “Ada kami dapat program jambanisasi sekitar 300 unit dari program pemerintah pusat di Dusun Karang Rumak. Anggarannya sekitar Rp 350 juta dari pemerintah pusat,” sebutnya.

Dengan keluhan yang disampaikan warga Desa Kuripan, pihak dari forum Da’i Kesehatan mengaku siap menyampaikan aspirasi warga kepada pemerintah kabupaten. Agar solusi dari persoalan warga bisa ditemukan.

“Serapan kami dari penyuluhan, warga Desa Kuripan membutuhkan bantuan jamban, sanitasi air bersih dan regulasi dari Gerakan Anti Merariq Kodek (GAMAK),” jelas Sekretaris Forum Da’i Kesehatan Amrul Jihad.

Da’i kesehatan berperan sebagai katalisator. Karena di satu sisi da’i kesehatan bersama Dinas Kesehatan Lobar merupakan  perwakilan pemerintah daerah. “Di satu sisi, kami menjadi perwakilan masyarakat,” tandasnya. (ton/r8)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Disdag Kota Mataram Gelar Pasar Rakyat, Warga Antusias

”Kami berterima kasih pada pihak Disdag karena kebutuhan rumah tangga bisa diakomodir sekaligus di sini dengan harga terjangkau,”  kara Nasrullah, lurah Pagutan Barat.

Dapodik Versi Terbaru Buat Bingung, Dikbud NTB Latih Operator Sekolah

Kami rancang untuk yang pulau Lombok dulu,” kata Kepala Seksi  GTK SMK Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Dikbud NTB Mu'azam, Rabu (23/9/2020).

SMK di NTB Mulai Persiapan Ikuti LKS Tingkat Nasional

”Siswa yang ikut, sedang menjalani training center (TC),” kata Kepala SMKN 3 Mataram Ruju Rahmad, Rabu (23/9/2020).

Tekan Jumlah Pernikahan Dini, Rutgers Gandeng Pemkab Lobar

"Khusus di Lobar terdapat SK dari Dikbud Lobar untuk memperbanyak jumlah SMP dalam memberikan pembelajaran kesehatan reproduksi yang komprehensif melalui modul setara. Total SMP yang mengadaptasi modul setara meningkat dari 4 SMP menjadi 9 SMP. Ini menandakan respons baik pemkab dan memiliki tujuan sama untuk menekan pernikahan usia dini," terangnya.

Review Deliveree Indonesia: Pengalaman Sewa Truk Colt Diesel

Logistik merupakan hal yang sangat kompleks dan rumit. Bagi Anda yang sudah terbiasa dengan dunia logistik pasti sudah tahu seberapa ribetnya memastikan barang atau kargo yang ingin dikirimkan tiba dengan selamat di lokasi tujuan.

Hasil Survei Indikator, Elektabilitas HARUM Paling Tinggi

“Pak Mohan Roliskana hingga sejauh ini paling potensial menang dalam pemilihan mendatang,” ujar  Wakil Ketua DPP Golkar Ahmad Doli Kurnia dalam pemaparan yang dilakukan secara online dari DPP Golkar Jakarta, (18/9) lalu.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Sutradara Trish Pradana, Angkat Kisah Mohan ke Layar Lebar

Sutradara Trish Pradana tak henti melahirkan karya. Di tengah Pandemi Korona ini ia kembali ke balik layar menuntaskan film baru bertajuk "Mohan". Ini merupakan film yang diangkat dari kisah hidup Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana sewaktu remaja.
Enable Notifications    Ok No thanks