alexametrics
Selasa, 16 Agustus 2022
Selasa, 16 Agustus 2022

Akhirnya, Lobar Bebas dari PMK

GIRI MENANG-Kabupaten Lombok Barat (Lobar) memasuki zona aman kasus penyakit mulut dan kuku (PMK). Sebab, per tanggal 4 Agustus lalu, sudah tidak ada penambahan kasus baru. Di samping itu, hewan yang terjangkit sudah sembuh semua.

Kepala Dinas Pertanian Lobar Lalu Winengan mengatakan, dengan progres tersebut, kini status Lobar Zero PMK. Dia mengaku, total ternak terjangkit PMK mencapai 16.588 ekor. “Semuanya sudah sembuh,” ujarnya.

Menurutnya, ini sangat membanggakan. Di tengah banyaknya ternak terjangkit penyakit menular itu, dibarengi dengan tingkat kesembuhan cukup tinggi. “Tidak lepas dari upaya pengobatan, dan kita juga berhasil melakukan langkah antisipasi,” tambah Winengan.

Saat ini, pihaknya menggencarkan vaksinasi. Winengan menerangkan, sejauh ini sudah ada 12.200 ternak disuntik vaksin. Angka tersebut menempatkan Lobar dengan capaian vaksin PMK tertinggi di Lobar. “Ini berkat kekompakan kita semua, mulai dari dokter, tim medis, dan teman-teman dari TNI/Polri,” imbuhnya.

Baca Juga :  Buka Sekolah, Pemkab Lobar Tunggu Arahan Kementerian Pendidikan

Mantan Kepala Dinas Perkim Lobar itu mengaku, jumlah sapi yang divaksin terus bertambah. Pada Kamis (4/7) lalu, pihaknya mendistribusikan 3.500 dosis vaksin. Namun yang digunakan 2.000 vaksin. “Sisanya kita habiskan hari ini (kemarin),” jelasnya.

Kemudian, Sabtu-Minggu pelaksanaan vaksin diliburkan. Rencananya akan dilanjutkan Senin (8/7) pekan depan. Pada hari itu ditargetkan 5.000 dosis vaksin. “Semoga seterusnya tidak ada penambahan kasus,” harap Winengan.

Di samping menggencarkan vaksin, pemerintah juga memabatasi keluar-masuk sapi. Tidak boleh ada pengiriman sapi antar kecamatan dan antar desa. “Jagal dilarang masuk ke kampung-kampung. Dari awal kita sudah tegas masalah ini,” katanya lagi.

Terpisah, Kabag Ops Polres Lobar Kompol Dhafid Shiddiq menjelaskan, dengan zero PMK ini, pihaknya akan semakin memperketat keluar-masuk ternak melalui pelabuhan Lembar. Saat ini, memang sudah ada posko di pelabuhan.

Baca Juga :  Pengadaan Obat PMK di KLU Tetap Ditender

“Berdasarkan evaluasi Posko Ops Aman Nusa II, bahwa selain tidak ada lagi hewan ternak yang sakit, juga sudah tidak ada penambahan hewan ternak yang terjangkit PMK,” jelasnya.

Meski begitu, bukan berarti pihaknya berhenti melakukan upaya-upaya penanganan. Saat ini langkah antisipatif lebih diintensifkan lagi untuk menjaga agar tidak ada hewan terjangkit. “Seperti dengan meningkatkan kegiatan vaksinasi, serta penyekatan,” pungkas Dhafid. (cr-bib/r3)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/