alexametrics
Sabtu, 15 Agustus 2020
Sabtu, 15 Agustus 2020

Gizi Buruk, Balita Asal Kediri, Lombok Barat Meninggal Dunia

GIRI MENANG-Satu lagi balita penderita gizi buruk di Lombok Barat meninggal dunia, kemarin malam. Namanya Muhammad Wahyu Aliansyah. Usianya 2,5 tahun.

“Tadi malam (kemarin malam, Red) meninggal dan tadi pagi sekitar pukul 10.00 Wita dimakamkan,” ujar Yudi, orang tua balita asal Dusun Karang Kuripan, Desa Kediri tersebut kepada Lombok Post, Senin (6/4).

Dikatakan, anaknya sudah mengalami gizi buruk sejak beberapa bulan lalu. Ia sudah membawanya berobat ke Puskesmas hingga RSUD Tripat Gerung Januari lalu. Sayang, kondisinya tak juga membaik.

Oleh pihak Puskesmas Kediri, ia disarankan untuk membawa anaknya ke RSUD Tripat. Namun karena alasan biaya, Yudik meminta anaknya agar dirwat di puskesmas.

“Kalau untuk biaya berobat, anak saya sudah ada BPJS Kesehatannya. Tapi biaya sehari-hari dan operasional untuk menunggu dia selama perawatan itu yang tidak ada,” ungkapnya.

Penghasilannya sebagai buruh harian lepas tak menjanjikan. Ditambah, saat ini Yudik mengaku memilik sejumlah utang. Sehingga jika dipaksakan dirawat di RSUD Tripat ia mengaku tak punya biaya.

“Tak ada tempat saya minta bantuan meskipun banyak pejabat di Kediri. Belum pernah ada yang datang menengok kondisi anak saya,” ujar pria tersebut pasrah.

Kini, anaknya sudah pergi untuk selamanya. Tak ada lagi harapan untuk melihat putra satu-satunya tersebut kembali. “Semoga apa yang menimpa saya tidak terjadi pada orang lain,” doanya.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Lobar Muhammad Abdullah membenarkan M Wahyu Aliansyah menderita marasmus atau gizi buruk. “Pasien mendapatkan MP-ASI selama tiga bulan. Setelah pulang dari RSUD Tripat Januari mendapatkan RUTF, namun pasien tidak patuh mengkonsumsi RUTF tersebut,” jelasnya.

Tanggal 29 Maret, orang tuanya kembali membawanya ke Puskesmas Kediri. Hasil amnesis puskesmas, anak tersebut mengalami dehidrasi berat, pneumonia dan anemia. Sehingga balita tersebut harus mendapatkan perawatan intensif di RSUD Tripat.

“Tapi orang tuanya menolak rujukan ke rumah sakit. Akhirnya pihak Puskesmas melakukan perawatan di puskesmas,” jelasnya. (ton/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Pandai Besi, Penyelamat Ekonomi Rarang saat Pandemi

EKONOMI Warga Desa Rarang, Kecamatan Terara, Lombok Timur tak meredup, meski pandemi Covid-19 masih berlangsung. Keberadaan pandai besi yang ditekuni warga setempat menjadi musababnya.

Desa Medana Buka Destinasi Wisata dengan Protokol Kesehatan Ketat

Dunia pariwisata memang lesu di tengah pandemi. Tapi tidak bagi Desa Medana, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara. Tiga destinasi wisata di desa ini justru berkibar. Ada jurus jitu membuka destinasi wisata meski pandemi tengah mendera.

51.200 Pekerja NTB Masuk Daftar Penerima Bantuan Tambahan Penghasilan

Perusahaan di NTB harus bertanggungjawab. Mereka harus memastikan pekerja dengan upah di bawah Rp 5 juta mendapatkan bantuan tambahan penghasilan dari pemerintah. Sebab, hingga kemarin, di NTB, belum semua pekerja masuk daftar penerima bantuan.

Waspada Bahaya Klaster Covid 19 Baru di Sekolah

BARU beberapa hari sekolah dibuka, muncul klaster baru. Ketegasan pemerintah diharapkan banyak pihak. Sayangnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melempar tanggungjawab ke pemerintah daerah.

Kantor Layanan Publik Harus Jadi Contoh Pencegahan Covid 19 di NTB

nstansi pelayanan publik, BUMN, dan BUMD harus menjadi contoh penerapan protokol pencegahan Covid-19. ”BUMN dan BUMD berperan penting dalam mendisiplinkan masyarakat melalui budaya kerja dengan protokol kesehatan,” kata Sekda NTB H Lalu Gita Ariadi, selaku ketua pelaksana harian Gugus Tugas Covid-19 NTB, saat memimpin rapat pembahasan pencegahan Covid-19, Rabu (12/8).

BRI Dorong Loyalitas Nasabah dan Pengembangan UMKM

Acara Panen Hadiah Simpedes BRI kembali digelar untuk masyarat.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bukan Bunuh Diri, Terungkap Mahasiswi Unram Dicekik Lalu Digantung

Misteri kematian mahasiswi Universitas Mataram (Unram), Linda Novitasari yang ditemukan meninggal di rumah BTN Royal Mataram, Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram pada Sabtu (25/7) lalu akhirnya terkuak.

Ayo, Pekerja NTB Setor Nomor Rekening Dapat Bantuan Rp 600 Per Bulan

Para pekerja yang merupakan karyawan swasta di NTB tak boleh ketinggalan. Bagian Sumber Daya Manusia (HRD) di setiap perusahaan di NTB diingatkan agar proaktif menyetorkan rekening karyawan untuk mendapatkan bantuan Rp 600 ribu per bulan dari pemerintah.

Penggali Kubur LNS di Mataram Sakit, Arwah Minta Organ Dikembalikan

Penyidik telah melakukan otopsi terhadap jenazah Linda Novita Sari (LNS) maha siswi unram yang diduga jadi korban pembunuhan. Bagian tubuh LNS diambil dokter forensik untuk proses pemeriksaan.
Enable Notifications.    Ok No thanks