alexametrics
Sabtu, 30 Mei 2020
Sabtu, 30 Mei 2020

Kontak dengan Pasien Positif Korona asal Lombok Tengah, 13 Tenaga Medis di Lobar Diisolasi

GIRI MENANG-Sejumlah tenaga medis di dua fasilitas kesehatan yang ada di Lombok Barat (Lobar) diisolasi mandiri. Tenaga medis ini diketahui kontak dengan salah satu warga yang positif Covid-19 asal Lombok Tengah

“Yang di RSUD Awet Muda Narmada ada sepuluh orang, di klinik (Wilayah Narmada) ada tiga orang,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Lombok Barat drg. Hj Ni Made Ambaryati kepada Lombok Post, kemarin (6/4/2020).

Diketahui, pasien positif atas nama H (inisial, Red), 33 tahun tersebut pernah berobat ke klinik di wilayah Narmada tanggal 17 Maret lalu. Sayangnya, tiga hari kondisinya tak juga membaik sehingga ia ke IGD RSUD Awet Muda Narmada 23 Maret.

Di sana, ia dirawat inap selama beberapa hari. Pasien tersebut pun akhirnya dirujuk ke RSUP NTB 28 Maret akibat kondisinya tak juga membaik. Tanggal 3 April ia dinyatakan positif Covid-19 dari hasil cek laboratorium DL dan Thorax.

“Makanya terhadap 13 orang tenaga medis yang sudah kontak dengan pasien tersebut dilakukan rapid tes dan hasilnya negatif,” ungkap Ambar, sapaan mantan Kepala Dinas Sosial Lobar tersebut.

Meski hasil rapid tes negatif, Ambar menegaskan 13 tenaga medis yang kontak dengan pasien positif Korona harus melakukan karantina mandiri di rumahnya. “Karena rapid test tidak seefektif hasil Swab. Jadi mereka harus diisolasi mandiri selama 14 hari di rumahnya masing-masing untuk memastikan tidak terpapar Korona,” jelasnya.

Ambar menegaskan rapid tes berbeda dengan uji swab. Rapid tes hanya memeriksa sampel darah. Berbeda dengan swab yang memeriksa cairan di hidung tenggorokan dan yang lainnya oleh dokter spesialis. “Makanya harus karantina mandiri,” jelasnya.

Selain 13 orang tenaga medis tersebut, Ambar mengungkap ada 37 orang yang menjalani rapid tes. Mereka adalah keluarga dan orang yang dari hasil penelusuran pernah kontak dengan warga berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

“Total jadi 40 orang yang sudah mengikuti rapid tes. Hasilnya semuanya negatif,” jelasnya.

Data terbaru, jumlah PDP yang ada di Lobar dipaparkan Ambar sebanyak empat orang. Tiga diantaranya selesai dalam pengawasan. Sementara orang dalam pemantauan (ODP) mencapai 494 orang. Dengan rincian 311 orang selesai dalam pemantauan dan 183 masih dalam pemantauan.

Terpisah, Direktur RSUD Awet Muda Narmada dr. Aan Suryanatha juga membenarkan jika ada 13 orang pegawai rumah sakit yang kontak dengan pasien positif Korona. “Mereka sudah rapid tes semua dan hasilnya negatif,” syukurnya.

Namun, sesuai standar operasional mereka harus melakukan isolasi di rumah masing-masing. Mencegah kemungkinan adanya hal yang tidak diinginkan. “Sesuai protap selama 14 hari,” jelasnya. (ton/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

MUI Kaji Salat Jumat dalam Tiga Shift di Masa New Normal

MAJELIS Ulama Indonesia meminta pemerintah menetapkan dan mempublikasi daerah-daerah dengan status berhasil mengendalikan wabah Covid-19. Data itu penting untuk mengambil kebijakan, khususnya terkait pelaksanaan...

Buka Masjid untuk Salat Jumat, Bupati Lotim : Sekali Dibuka, Terus Dibuka!

SELONG-Ketua gugus tugas percepatan penangangan covid-19 Lotim HM Sukiman Azmy menegaskan akan tetap membuka masjid. “Masjid itu gak boleh ditutup. Sekali dibuka terus dibuka,”...

Jumat 29 Mei, 305 Pasien Korona NTB Masih Dirawat, 279 Sembuh 10 Meninggal

MATARAM—Pemprov NTB mengumumkan adanya empat kasus positif korona baru, Jumat (29/5). Tim Gugus Tugas Covid 19 NTB menyebut empat hasil positif ini terdeteksi dari...

Lacak Sebaran Korona, Warga Mataram Bakal Jalani Tes Swab Massal

MATARAM-Pemkot Mataram bersiap melakukan tes massal untuk Covid-19. Bukan dengan cara rapid test. Tapi melalui pengambilan swab. ”Alatnya sudah dibeli. Setelah tiba dan diinstal,...

Peluang Penyelenggaraan Ibadah Haji 2020 Mengecil

JAKARTA–Kepastian penyelenggaraan haji sampai saat ini tidak kunjung dikeluarkan. Kondisi ini membuat sebagian pihak pesimis haji 2020 bisa diselenggarakan. Apalagi di Arab Saudi, khususnya...

Pemkot Mataram Kaji Penerapan New Normal

MATARAM-Kasus positif Covid-19 terus merangkak naik di Kota Mataram. Tapi, Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh sudah memikirkan mengenai new normal. ”Kita kaji dulu....

Paling Sering Dibaca

Siap-siap, Pendaftaran CPNS Lulusan SMA Dibuka 1 Juni

JAKARTA–Pemerintah mengumumkan tahun ini bakal membuka seleksi CPNS baru untuk lulusan SMA sederajat melalui jalur sekolah kedinasan. Kuotanya belum ditetapkan. Politeknik Keuangan Negara STAN,...

Gubernur NTB Tutup Bandara 1 Juni, Dishub : Tak Ditutup, Hanya Dibatasi!

MATARAM-Penutupan Bandara Internasional Lombok (BIL) yang diwacanakan Gubernur NTB H Zulkieflimansyah tak jadi kenyataan. “Tidak ada penutupan bandara, hanya pembatasan penumpang. Itu hanya salah...

Mulai 1 Juni, Masuk ke Malaysia Dikenai Biaya Karantina Rp 7 Juta

JAKARTA--Dampak pandemi Covid-19, Malaysia memberlakukan aturan ketat. Semua orang yang memasuki Malaysia harus menanggung biaya karantina wajib dan menandatangani surat setuju untuk membayar. Tentunya...

67 Tenaga Medis NTB Positif Tertular Korona, Kasus Covid 19 Naik Jadi 537 Orang

MATARAM—Jumlah tenaga medis di NTB yang tertular virus korona.  Mereka tersebar di enam rumah sakit dan satu puskesmas di NTB. “67 tenaga kesehatan kita yang...

Di Lombok Tengah, Korona Menyebar di Sembilan Kecamatan

PRAYA-Seluruh desa harus memperketat penjagaan wilayahnya masing-masing. Hingga Kamis (28/5) jumlah kasus positif korona di Lombok Tengah menjadi 41 orang. 23 diantaranya telah sembuh. ”Covid-19...