alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Okupansi Anjlok, Karyawan Hotel di Senggigi Mulai Dirumahkan

GIRI MENANG-Nasib sejumlah hotel yang ada di Senggigi kian memprihatinkan. Wabah Korona yang membuat masyarakat seluruh dunia resah menjadi pukulan telak bagi sektor pariwisata termasuk Senggigi.

“Saat ini kami lakukan pengaturan schedule begiliran masuk. Kami keluarkan pending cuti, day off karyawan semua,” terang General Manager Aruna Senggigi Resort and Convention Weni Kristanti kepada Lombok Post.

Sesuai anjuran pemerintah kaitannya dengan social distancing, pihak hotel menerapkan pembatasan jumlah karyawan yang masuk. Selain untuk menghindari kerumunan juga untuk mengurangi biaya operasional. Mengingat kondisi okupansi anjlok sejak wabah Korona mencuat.

“Kondisi okupansi memprihatinkan. Kisaran di bawah 10 persen,” beber Weni.

Ini yang kemudian menjadi pertimbangan manajemen untuk mengambil beberapa langkah ke depan. Salah satunya adalah merumahkan karyawan atau memberikan cuti di luar tanggungan. “Dengan kondisi tingkat hunian seperti ini pasti salah satu tindakan yang diambil adalah pemberlakuan unpaid leave (cuti di luar tanggungan),” ujar Weni.

Saat ini, Weni mengaku pihaknya hanya bisa berharap wabah ini bisa segera berlalu agar pariwisata Senggigi bisa segera bangkit dan pulih kembali.

Senada, manajemen Hotel Killa Senggigi Bambang Suponco sampai saat ini belum merumahkan karyawannya. Beberapa karyawan hanya menghabiskan hak cuti. “Untuk sementara  training dan pegawai harian itu yang kami istirahatkan,” ucapnya.

Namun Bambang mengaku jika wabah ini terus berlanjut selama beberapa bulan ke depan, mau tidak mau ia akan merumahkan pegawai. Hanya saja, mereka berharap kepada Pemda Lobar untuk memberikan kemudahan dalam retribusi dan juga promosi lewat online menghadapi situasi seperti ini. “Jangan sampai ketinggalan karena wabah ini,” pintanya.

Sementara informasi yang didapatkan Dinas Pariwisata Lobar, 1.316 karyawan di 17 hotel di Lobar dirumahkan akibat merebaknya Covid-19. “Menurut data dalam himpun cepat, ada 17 hotel yang terpaksa merumahkan karyawannya karena sepinya okupansi akibat virus Korona,” terang Kepala Dinas Pariwisata Lobar Saepul Ahkam.

Tujuh hotel pun mengambil kebijakan menutup usahanya untuk sementara waktu. Tidak hanya hotel, tapi tempat hiburan, restoran, dan jasa usaha wisata lainnya juga dikatakannya mengambil kebijakan yang sama.

Pihak Dispar Lobar berencana komunikasi ke pemerintah pusat melalui provinsi agar para pekerja di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif bisa mendapat stimulus. Berupa program yang mampu membantu mereka dari kesulitan bekerja.

“Pariwisata ini salah satu penyumbang PAD (pendapatan asli daerah, red) bagi Lombok Barat. Keputusan Pemerintah Pusat, hanya KEK Mandalika yang mendapat kemudahan soal pajak, Senggigi tidak,” ungkapnya.

Ahkam memprediksi bisa jadi Pemkab Lobar akan memberikan kemudahan bagi wajib pajak pelaku pariwisata. “Saya tidak tahu pasti, tapi yang paling mungkin itu keringanan soal waktu, denda, atau bahkan pengurangan pada item pajak retribusi tertentu,” tandasnya. (ton/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Gak Pakai Masker, PNS Bakal Didenda Rp 200 Ribu

Aturan wajib menggunakan masker diberlakukan di Kota Bima. Pemerintah Kota (Pemkot) Bima menegaskan sanksi bagi pelanggar akan mengikuti aturan yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemrov) NTB.

Tiga Dokter dan Delapan Perawat RSUD Dompu Diisolasi

Sebanyak 11 orang Tenaga Kesehatan (Nakes) RSUD Dompu yang sempat kontak dengan HM, pasien positif Covid-19 meninggal dunia menjalani isolasi. Masing-masing tiga dokter dan delapan perawat.

Lamaran Ditolak, Dosen di Bima Tikam Pacar Hingga Tewas

Naas menimpa  Intan Mulyati, 25 tahun warga Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Dia merenggang nyawa ditangan pacarnya sendiri Arif Satriadi, 31 tahun, yang merupakan seorang dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Bima, Rabu (5/8).

Kasus Pengadaan ABBM Poltekes Mataram Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pengadaan alat bantu belajar mengajar (ABBM) Poltekkes Mataram tahun 2016 segera rampung. “Progres cukup bagus. Sebentar lagi naik penyidikan,” kata Kasubdit III Ditreskrimsus Polda NTB Kompol Haris Dinzah, Rabu (5/8).

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Masuk Destinasi Wisata Terpopuler Asia 2020, Lombok Siap Mendunia

”Kalau masuk di ranking dunia artinya kita adalah destinasi yang memang layak untuk dikunjungi,” kata Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) NTB Awanadi Aswinabawa, Rabu (5/8/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Viral Pengunjung “Disko” Pendakian Savana Propok Rinjani Ditutup

Pengelola bukit Savana Propok, Pokdarwis Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba menindaklanjuti video joget para pendaki yang viral di media sosial. “Untuk mengevaluasi hal tersebut, kami akan menutup bukit mulai 8 Agustus,”  kata Ketua Pokdarwis Bebidas Chandra Susanto pada Lombok Post, kemarin (4/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks